Metamorfosis Sempurna

Diposting pada

Metamorfosis

Metamorfosis Sempurna -Pengertian, Perbedaan, Gambar & Kupu-Kupu – DosenPendidikan.Co.Id – Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan yang secara radikal berbeda.

Metamorfosis Sempurna

 


Metamorfosis Sempurna (Holometabolisme)

Metamorfosis sempurna adalah metamorfosis yang perkembangan individu mahluk hidup melalui tahap telur–larva–pupa–imago (dewasa). Telur yang menetas menjadi larva dan larva akan menjadi kepompong kemudian berubah menjadi imago (dewasa).


Larva adalah ulat yang tumbuh dan khusus untuk makan serta mengalami molting beberapa kali, kemudian larva membungkus dirinya sendiri dalam kepompong dan menjadi pupa. Tahapan larva sangat berbeda sekali dengan tahapan dewasa.

Pupa merupakan tahap dimana jaringan larva mengalami pembelahan dan deferensiasi sel-sel yang sebelumnya tidak aktif pada tahap larva menjadi organ tubuh. Akhirnya imago (hewan dewasa) keluar dari kepompong. Contoh insekta yang mengalami metamorfosis sempurna misalnya: katak, kupu-kupu, nyamuk, latat, lebah madu.


Baca Juga : Hewan Melata


Contoh Metamorfosis Sempurna

  • Metamorfosis Katak

Katak merupakan salah satu hewan amfibia yang paling populer. Saat kanak-kanak, biasanya kita mengejar katak dan menjadikannya sahabat saat bermain. Namun beranjak dewasa, pola pikir terhadap katak berubah dan kita menganggapnya sebagai salah satu binatang yang menjijikan. Hal ini boleh jadi dikarenakan kulitnya yang berlendir. Banyak di antara kita yang gagal membedakan yang mana katak dan yang mana kodok.


Memang sepintas keduanya mirip. Meski demikian, jika Anda jeli Anda akan dengan mudah menemukan perbedaannya. Katak sendiri memiliki kulit yang kasar dengan bintil hingga berbingkul. Ia memiliki kulit yang cenderung kering dan kaki pada bagian belakangnya cenderung pendek. Hal sebaliknya terdapat pada kodok. Ia memiliki kulit yang lembab berlendir, kaki belakang yang panjang dan tubuh yang bulat atau gempal. Meski dibedakan, namun metamorfosis katak dan juga kodok sama saja. Hidup mereka dimulai dari telur kemudian menjadi kecebong atau berudu dan kemudian menjadi katak atau kodok yang dewasa.


Baca Juga  : Bagian-Bagian Bunga


Kehidupan katak juga kodok dimuali dari telur yang oleh sang indukan diletakkan di air atau di tempat-tempat yang basah seperti lumut. Dalam sekali bertelur, induk katak atau kodok bisa mengeluarkan hingga 20000 butir telur. Jumlah ini bergantung pada tingkat kesehatan sang induk. Dalam setahun, induk katak atau kodok bisa bertelur sebanyak 3 kali. Selanjutnya, telur katak akan menetas dan jadilah berudu atau yang biasa kita namai kecebong. Bentuknya serupa dengan anak ikan dengan warna hitam pada sekujur tubuhnya. Kecebong ini bernafas dengan insang yang pada usia tiga minggu akan tertutup secara alamiah oleh kulitnya yang terus tumbuh.


Selanjutnya, metamorfosis katak akan terlihat dari tubuh berudu yang mulai ditumbuhi kaki pada bagian belakang. Biasanya progress ini terlihat di usia delapan minggu. Setelah kaki belakang tersebut tumbuh hampir sempurna, maka kaki bagian depan pada berudu juga akan tumbuh hingga berudu berusia 12 minggu. Selanjutnya, pada bagian ekor berudu akan tumbuh namun perlahan. Dan, ia juga akan memiliki paru-paru sehingga benar-benar menjadi katak dewasa yang hidup di daratan.


Metamorfosis katak ini paling umum dijadikan contoh metamorfosis sempurna. Meski tidak melewati tahapan pupa atau kepompong seperti siklus metamorfosis serangga, namun katak juga mengalami transformasi yang utuh. Jika diperhatikan, berudu yang berangsur-angsur menjadi katak muda yang memiliki ekor. Katak muda ini berbeda dengan katak dewasa. katak muda masih memiliki ekor sementara setelah dewasa, katak tak lagi terlihat memiliki bagian ekor pada tubuhnya. Oleh sebab itu, katak juga bisa disimpulkan melewati 4 tahapan metamorfosis yakni telur, berudu, katak muda dengan ekor dan katak dewasa tanpa ekor.


  • Metamorfosis Kupu – kupu

Proses metamorfosis kupu kupu : Telur, Ulat, Kepompong, dan Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu - kupuMetamorfosis Kupu – kupu

Proses metamorfosis kupu-kupu melalui beberapa tahap fase. Fase pertama adalah telur (ovum, plural ova), fase kedua adalah ulat atau caterpillar (larva, larvae), fase ketiga adalah kepompong atau kokon atau chrysalis (pupa, pupae) dan fase keempat adalah insekta berupa kupu-kupu atau imago (plural imagines).


Baca Juga : Hewan Karnivora


Berikut adalah tahapan proses metamorfosis kupu kupu dan penjelasannya

  • Telur

Telur akan menetas menjadi larva setelah 3 – 5 hari.

  • Larva (Ulat)

Setelah telur menetas menjadi larva maka larva akan mencari makan, tetapi beberapa larva mengkonsumsi cangkang telurnya yang kosong sebagai bahan makanan pertama. Pada saat pertumbuhan, kulit luar larva tidak ikut meregang, tetapi ketika kulit luar larva menjadi sangat ketat, larva akan berganti kulit. Pada umumnya larva berganti kulit sebanyak 4 – 6 kali, periode pergantian kulit (molting) disebut juga instar.


Ketika larva telah mencapai pertumbuhan maksimal maka larva akan berhenti makan lalu mencari tempat berlindung dan melekatkan diri pada ranting atau daun. Pada tahap ini larva telah berada pada fase prepupa dan akan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa (kepompong).


  • Pupa (Kepompong)

Meskipun pada saat fase pupa seperti periode istirahat, tetapi di dalam pupa sedang terjadi proses pembentukan kupu-kupu yang berlangsung sekitar 7 – 20 hari tergantung jenis spesies.

  • Kupu-kupu

Setelah kupu-kupu muda keluar dari pupa (kepompong) maka kupu-kupu muda akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah serta mengembang secara normal. Setelah sayap kering, mengembang, dan kuat maka sayap akan membuka dan menutup beberapa kali, kupu-kupu muda akan mencoba terbang, kupu-kupu muda akan tumbuh menjadi kupu-kupu dewasa dan berada pada fase imago.


Baca Juga : Polusi Tanah Adalah


  • Metamorfosis Nyamuk

Metamorfosis pada Nyamuk

Metamorfosis pada Nyamuk

Nyamuk mengalami prosesdaur hidup mulai dari telur, larva, pupa, hingga nyamuk dewasa.

  1. Fase telur : nyamuk akan meletakkan telurnya pada daun yang lembab atau kolam kering. Pengeraman (inkubasi) yang sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya.
  2. Fase larva : pada periode ini, Nyamuk akan berganti kulit
  3. Fase pupa : pada fase ini Nyamuk berada didalam kepompong pupa yang lumayan dewasa dan siap untuk terbang dengan semua organ lengkapnya seperti belalai, sayap, kaki, dada, perut, antenaa dan bola mata besar.
  4. Fase nyamuk dewasa : pada fase ini nyamuk sudah memiliki organ tubuh yang lengkap dan sudah siap untuk mencari makanannya sendiri tapi sebelum itu semua terjadi, Nyamuk itu sendiri harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinya saja yang boleh menyentuh permukaan air.
    Metamorfosis pada Nyamuk

  • Metamorfosis Lalat

Metamorfosis Lalat

Metamorfosis Lalat

Metamorfosis lalat dimulai dari telur hasil fertilisasi. Metamorfosis lalat yang ditandai berubahnya telur menjadi larva dibagi kedalam dua periode yakni periode embrionik dan periode perkembangan postembrionik. Periode embrionik adalah fase dimana lalat melakukan fertilisasi dan kemudian menghasilkan telur yang kemudian menetas menjadi larva muda hanya dalam kurun waktu 24 jam saja. Larva lalat ini kadang disebut juga dengan belatung.


Periode postembrionik adalah periode setelah telur berubah menjadi larva (larva instar I, larva instar II dan larva instar III). Setelah masa instar selesai, metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa atau kepompong dan kemudian selanjutnya menjadi Imago yang ditandai pada perkembangan pada bagian sayap hingga akhirnya menjadi lalat dengan tubuh yang sempurna.


  • Metamorfosis Lebah Madu

Lebah Madu adalah serangga yang termasuk pada kelompok Holometabola, yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah : Telur – Larva – Pupa – Imago.

  1. Telur, dihasilkan oleh ratu lebah dan disimpan di dalam sel-sel.
  2. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa.
  3. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ.
  4.  Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Baca Juga : Hewan Herbivora


Lebah madu termasuk pada ordo Hymenoptera yang memiliki ciri-ciri :

  • Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput
  • Tipe mulut menggigit

Siklus metamorfosis lebah madu adalah sebagai berikut :

  1. Ratu menghasilkan telur-telur dan disimpan di dalam sel-sel.
  2. Selanjutnya telur akan berubah menjadi ulat-ulat atau larva.
  3. Larva akan membesar dan berkembang membentuk pupa.
  4. Pupa berubah dan berkembang kepada bentuk seekor lebah.

Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

  •  Perbedaan Jumlah Stadium

Perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna yang pertama terletak pada jumlah stadium yang dilalui keduanya. Stadium yang dilewati pada proses metamorfosis sempurna umumnya berjumlah 4, yaitu stadium telur, stadium larva, stadium pupa, dan stadium imago. Sedangkan stadium yang dilewati pada proses metamorfosis tidak sempurna hanya berjumlah 3, yaitu stadium telur, stadium larva atau nimfa, serta stadium imago.


Perhatikan gambar di bawah ini dan coba bedakan proses metamorfosis kupu-kupu dengan proses metamorfosis belalang.

metamorfosis kupu-kupu dan belalang

  • Ada Tidaknya Stadium Pupa

Perbedaan selanjutnya antara proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna terletak pada ada tidaknya stadium pupa. Stadium pupa atau stadium kepompong adalah stadium yang dilalui oleh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Stadium pupa menjadi masa peralihan antara stadium larva menuju stadium imago (serangga dewasa) yang menjadikan organisme berada dalam masa inaktif.

Sementara itu, hewan yang tidak mengalami stadium pupa umumnya akan termasuk hewan dengan metamorfosis tidak sempurna.


Baca Juga : Pengertian Karbohidrat Lengkap Dengan Peran Serta Fungsinya


  • Tingkat Perubahan Bentuk

Hal inilah yang menjadi inti dari perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Dalam metamorfosis sempurna, suatu organisme akan memiliki bentuk yang sangat berbeda antara satu stadium dengan stadium selanjutnya. Contohnya pada nyamuk. Nyamuk memiliki bentuk stadium telur, larva, pupa, dan imago yang sangat berbeda satu sama lain.


Hal yang sama juga berlaku pada metamorfosis katak. Ya, katak memang termasuk contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Apakah katak mengalami stadium pupa? Jawabannya tidak!

Katak termasuk mengalami metamorfosis sempurna karena mereka memiliki tingkat perubahan bentuk yang sangat drastis dari setiap fase metamorfosis yang dilaluinya. Perhatikan bentuk antara telur, beludru, dan katak dewasa pada gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.


Lain halnya dengan metamorfosis sempurna, perubahan bentuk pada tubuh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna bisa dikatakan tidak terlalu drastis dan kentara. Anda bisa memperhatikan bentuk nimfa kecoa dan membandingkannya dengan kecoa dewasa, atau antara nimfa belalang dengan belalang dewasa. Kedua stadium tersebut tidak mengalami perubahan yang signifikan.


  • Perbedaan Contoh

Untuk memahami secara lebih jelas perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna, berikut ini kami akan berikan beberapa contoh hewan yang mengalami kedua jenis metamorfosis tersebut. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna di antaranya kupu kupu, nyamuk, dan capung, sementara contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna diantaranya belalang, kecoa, jangkrik, dan tengeret.


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Metamorfosis Sempurna -Pengertian, Perbedaan, Gambar & Kupu-Kupu semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia DosenPendidikan.Co.Id