Pengertian Panca Usaha Tani

Diposting pada

Panca Usaha Tani – Pengertian, Bagian dan Pemanfaatannya – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Panca Usaha Tani yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, bagian dan pemanfaatannya, untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Panca-Usaha-Tani

Pengertian Panca Usaha Tani

Panca usaha tani adalah suatu upaya dalam meningkatkan sebuah produktivitas lahan yang meliputi pengolahan lahan, pengairan “irigasi”, cara pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, serta tekni dalam penanaman “pemakian bibit unggul”.


Bagian Panca Usaha Tani

Ada beberapa usaha panca usaha tani yang diantaranya yaitu:


  1. Penggunaan bibit unggul

Benih unggul merupakan benih yang telah di pilih dan dipilah agar menghasilkan kwalitas yang baik dan tahan hama penyakit dan gangguan lainnya. Penggunaan bibit unggul merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Revolusi Hijau


  1. Pengolahan tanah yang baik

Tanah yang baik adalah tanah yang mampu menyediakan unsur-unsur hara secara lengkap. Selain harus mengandung zat organik dan anorganik, air dan udara, yang tidak kalah penting adalah pengolahan tanah yang bertujuan memperbaiki struktur tanah. Tanah yang gembur akibat pengolahan memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan air dan udara. Kondisi ini juga menguntungkan bagi mikroorganisme tanah yang berperan dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik tanah.


  1. Pemupukan yang tepat

Pemupukan bertujuan untuk menggantikan hara yang hilang terbawa panen, volatilisasi, pencucian, fiksasi, dan sebagainya.


Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing usaha tani produk pertanian serta sejalan dengan berbagai isu lingkungan dan pertanian berkelanjutan yang berbasis sumberdaya, makin mendorong perlunya rekomendasi teknologi spesifik lokasi, terutama pupuk.


  1. Pengendalian hama/penyakit

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mekanis, pengaturan sanitasi lingkungan atau ekologi, dan kimiawi.


Pengendallian hama secara mekanis dilakukan dengan cara menangkap langsung hama yang ada. Pengendalian mekanis dilakukan bila populasi hama sedikit. Bila populasinya banyak, sebaiknya digunakan cara lain karena tidak efesien dalam hal waktu maupun tenaga kerja.


Pengendalian lainnya adalah dengan pengaturan sanitasi lingkungan. Sanitasi yang baik dan terjaga mengurangi kemungkinan hama yang menyerang.


Pengendalian secara kimiawi pun dapat dijadikan pilihan bila cara lain tidak mungkin dilakukan atau tidak dapat mengatasi hama. Artinya, bisa sudah dilakukan cara mekanis atau sanitasi lingkungan tetap saja hama menyerang tanaman maka cara kimia pun digunakan. Di pasaran sudah banyak dijual berbagai merek dan jenis pestisida untuk mengatasi hama anggrek.


Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pestisida adalah dosis dan cara pemakaiannya. Bila dosis dan cara pemakainan salah, akan terjadi kerusakan pada komoditas pertanian maupun gangguan kesehatan manusia. Penggunaan pestisida relatif lebih praktis dan cepat cara kerjanya. Namun demikian, biaya yang diperlukan lebih besar dibandingkan cara mekanis maupun sanitasi lingkungan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Presentasi Adalah


  1. Pengairan atau irigasi

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Rismunandar (1993) menjelaskan bahwa yang disebut irigasi merupakan usaha pengendalian, penyaluran dan pembagian air yang benar–benar diatur oleh manusia dan air benar–benar tunduk kepada manusia.


Manfaat irigasi air tanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai air tanah, bagaimana mekanisme dan kontribusi pembayaran irigasi airtanah oleh petani pemakai air tanah.


Pemanfaatan Lahan yang Memiliki Kemiringan Tertentu untuk Pertanian

Terdiri atas:


  • Terasering Atau Sengkedan Untuk Lahan Pertanian

Terasiring atau sengkedan adalah salah satu cara pemanfaatan lahan yg miring supaya dapat dibuat untuk bercocok tanam.Ini adalah salah satu cara yg tepat untuk memanfaatkan tanah yg miring dan juga subur untuk dibuat lahan pertanian.


Tempat yang cocok untuk pembuatan terasering atau sengkedan biasanya di daerah yang tanahnya berbentuk perbukitan dan gunung, untuk menjadikan lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan yaitu caranya dg menggunakan metode terasiring atau sengkedan.


Pembuatan terasiring sangat banyak manfaatnya,selain untuk pemanfaatan lahan yg mati,terasiring juga dapat memudahkan para petani dalam hal irigasi,karena tanahnya miring jadi proses irigasi akan lebih mudah.Hanya saja terasiring juga mempunyai banyak kendala.Salah satunya adalah longsor tak dapat dipungkiri lagi tanah yg miring rawan longsor.Apalagi bila saat musim hujan.


Tetapi para petani disana cukup cekatan dalam mengatasinya.meraka dengan terampil membuat anyaman dari bambu dan selanjutnya ditempekan pada dinding tebing.Jadi,walaupun musim hujan terasiring disana jarang mengalami longsor.


Sengkedan atau countur farming dilakukan  pada lahan yang miring untuk mencegah terhanyutnya partikel tanah serta mengurangi derasnya aliran air.


Ada 4 bentuk sengkedan disesuaikan dengan kemiringan lahan, yaitu :

  1. Sengkedan Datar : Sengkedan ini diperuntukan pada lahan datar dan pada sebelah tanggul dibuat parit kecil untuk menahan air dan mendorong terjadinya peresapan air.
  2. Sengkedan Kredit : Diperuntukan pada lahan dengan kemiringan 3°-10°. Jarak antara 2 tanggul antara 5-12 m sedangkan tanggulnya diperkuat dengan sisa-sisa batang diberi penutup rumput.
  3. Segkedan Pematang : Sengkedan ini dibuat untuk lahan dengan tingkat kemiringan antara 10°-15°. Sengkedan ini terdiri dari 2 tanggul besar dengan jarak kurang lebih 10 meter yang di antaranya terdapat tanggul-tanggul kecil dengan jarak 2 m. Di sebelah  tanggul atas (arah atas bukit) dibuat saluran pembuangan air.
  4. Sengkedan Bangku : Sengkedan ini sesuai untuk lahan denga tingkat kemiringan antara 15-30. Bentuknya menyerupai bangkukarena antara dua bidang tanah olahan diberi sengkedan yang tajam dan agak serong ke atas. Untuk memperkuat bidang terjal ini ditanami rumput dan diberi saluran pembuangan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Fungsi Dan Tujuan Wawasan Nusantara


  • Teknik Menata Lahan Miring Dengan Metode Salt


Metode Sloping Agriculture Land Technology (SALT) merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi kegiatan pertanian. Selama ini pemanfaatan lahan miring dalam bentuk kebun dan sawah berundak diketahui memiliki resiko erosi dan tanah longsor yang tinggi. Sehingga banyak petani enggan memanfaatkan lahan miring untuk tanaman pangan, mereka hanya memanfaatkannya untuk tanaman keras.


Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan semakin tinggi, mengingat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat saban harinya. Oleh karena itu ekstensifikasi lahan pertanian pangan menjadi salah satu pilihan yang tak bisa dihindari. Sehingga pemanfaatan lahan miring untuk kegiatan pertanian menjadi salah satu pilihan yang realistis ditengah keterbatasan lahan yang ada.


Pada tahun 1971, di Filipina diperkenalkan sebuah metode untuk menata lahan miring oleh Mindanao Baptist Rural Life Center (MBRLC). Dikemudian hari, teknik yang populer dengan nama SALT tersebut diakui sebagai salah satu metode terbaik dalam menata lahan miring. Teknik SALT diyakini mampu meminimalkan erosi, membantu mengembalikan struktur dan kesuburan tanah, meningkatkan produksi tanaman, mudah dipraktekkan karena menggunakan alat sederhana, membutuhkan tenaga yang rendah sehingga cocok untuk petani berlahan sempit, dan tidak membutuhkan modal besar. Setidaknya, ada 10 langkah untuk menerapkan teknik menata lahan miring dengan metode SALT, berikut langkah-langkahnya:


  1. Langkah 1. Membuat alat kerja

Membuat alat kerja


  1. Langkah 2. Membuat garis lintasan

Membuat garis lintasan


  1. Langkah 3. Menyiapkan garis lintasan

Menyiapkan garis lintasan


  1. Langkah 4. Menanam tanaman sumber nitrogen

Contoh lain tanaman sumber nitrogen adalah Flemingia macrophylla, Desmodium rensonii, Gliricidia sepium, dan Calliandra calothyrsus. Tumbuhan terebut contoh yang paling baik dari tumbuhan campuran nitrogen sebagai pagar tanaman pada pertanian SALT. Tanaman pagar lainnya adalah Indigofera tysmane, Calliandra tetragona, Leucaena luecocephala dan Leucaena diversifolia. Harus juga diingat, kita harus memilih tanaman tumbuhan nitrogen yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pengertian Kebijakan Publik


  1. Langkah 5. Mengolah lahan alternatif gang

Mengolah lahan alternatif gang

Jika kita ingin menanami gang sebelum tumbuhan pelengkap nitrogen tumbuh dengan baik, olahlah pada gang  berselang seling, misalnya gang ke 2,4,6,8, dan seterusnya. Pengolahan alternatif ini akan mencegah terjadinya erosi karena gang yang tidak perlu di bajak akan menahan tanah yang dibajak. Jika tanaman pelengkap nitrogen telah tumbuh dengan baik maka kita sudah bisa menanami tanaman pada setiap gang.


  1. Langkah 6. Menanam tanam tanaman permanen

Menanam tanam tanaman permanen


  1. Langkah 7. Menanam tanaman berumur pendek dan sedang

Tanamlah tanaman yang umurnya relatif pendek atau sedang diantara gang atau antara tanaman permanen. Tanaman-tanaman ini menjadi sumber makanan sehari-hari atau bisa juga menjadi sumber pendapatan rutin menunggu tanaman permanen menghasilkan buah. Adapun contoh tanaman yang umurnya pendek atau sedang adalah nenas, jahe, kunyit, kacang kedelai, kacang tanah, melon, semangka, jagung, padi, dan lain-lain. Untuk menghindari tajuk, tanaman yang pendek harus jauh dari tanaman yang tinggi.


  1. Langkah 8. Merapikan secara rutin tanaman sumber nitrogen

Merapikan secara rutin tanaman sumber nitrogen

Pangkaslah tanaman campuran nitrogen secara teratur sekali dalam sebulan dengan tinggi 1 atau 1,5 meter dari tanah. Biarkan potongan-potongan daun dan tangkai di atas permukaan tanaman produksi. Hal ini sangat penting untuk mencegah air hujan yang jatuh. Potongan-potongan tanaman campuran nitrogen yang sudah dipangkas ini juga akan sangat bagus sebagai pupuk organik untuk tanaman permamen maupun tanaman yang berumur pendek. Dengan jalan ini maka secara otomatis kebutuhan pupuk komersial bisa dikurangi.


  1. Langkah 9. Menerapkan rotasi tanaman

Jalan yang paling baik untuk melakukan rotasi tanaman adalah menanam tanaman serealia (gandum-ganduman) seperti jagung dan padi. Setelah itu tanaman akar seperti ubi, ubi rambat, kentang, wortel, dan lain-lain. Setelah itu tanaman kacang-kacangan seperti kacang panjang, buncis, kacang tanah, kacang kedelai, dan lain-lain. Setelah itu tanaman buah seperti cabai, melon, semangka, timun, terung, dan lain-lain. Dengan jalan ini pula, kesuburan tanah terpelihara dengan baik dan mata rantai hama juga bisa terputus.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Contoh Asimilasi


Langkah 10. Membangun teras hijauan

Membangun teras hijauan


Demikianlah pembahasan mengenai Panca Usaha Tani – Pengertian, Bagian dan Pemanfaatannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan