Penelitian Geografi

Diposting pada

Latar Belakang

Penelitian Geografi – Pengertian, Metode, Makalah, Jenis & Contoh – Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan. Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh manusia.


Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia. Lingkungan yang sehat akanterwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik.


Lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).


Geografi dalam hal ini telah menjadi salah satu bidang dalam penelitian yang populer dan berkembang saat ini. Dalam penelitian Geografi dilakukan dengan metode yang sistematis terkontrol, empiris, serta penyelidikan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan yang diperkirakan antara gejala alam.

6 Langkah Dalam Penelitian Geografi Serta Penjelasannya


Penelitian adalah cara pengamatan adatu inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan. Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Adapun prinsip-prinsip yang dipegang dalam geografi sebagai berikut:

  1. Prinsip Penyebaran
    Geografi menganut prinsip ini karena adanya persebaran fenomena geografi yang tidak merata di muka Bumi ini.


  2. Prinsip Interelasi
    Permasalahan yang terjadi di alam dengan manusia saling terkait.
    Interelasi ini dapat terjadi antara alam dengan alam itu sendiri maupun alam dengan manusia.
  3. Prinsip Deskripsi
    Seperti sudah kamu ketahui bahwa alam dan manusia saling berkaitan. Bentuk keterkaitan ini dapat digambarkan dalam bentuk deskripsi seperti halnya awal kemunculan ilmu geografi yang dimulai dari deskripsi yang dituangkan dalam catatan perjalanan.


  4. Prinsip Korologi
    Prinsip ini menganut kerterpaduan antara ketiga prinsip sebelumnya. Diterapkan dengan mengkaji persebaran, interelasi, dan deskripsi suatu wilayah. Kondisi wilayah akan memberikan ciri khas pada kesatuan gejala, fungsi, dan bentuk.

Baca Juga : Penggundulan Hutan


Metodologi Penelitian Geografi

Berdasarkan prinsip geografi, jelaslah bahwa pengetahuan geografi diperoleh melalui penelitian. Untuk melakukan penelitian diperlukan metode. Metode penelitian geografi berguna untuk mempelajari karakteristik Bumi dan kegiatan manusia. Beberapa bentuk metode penelitian geografi sebagai berikut.


  1. Studi Lapangan
    Pengamatan secara langsung di lapangan berguna untuk mengetahui dan memahami permukaan Bumi serta kegiatan manusia. Metode ini dilakukan dengan terjun langsung mengamati objek di lapangan. Dengan melakukan studi lapangan akan diketahui karakteristik khusus permukaan Bumi.


  2. Pemetaan
    Metode ini dilakukan dengan menyeleksi berbagai informasi di daerah yang akan dipetakan. Seleksi menghasilkan informasi objek terpilih yang diperlukan saja sehingga dapat menggambarkan tempat, pola, dan karakteristik unsur geografi dalam peta.
  3. Wawancara (Interview)
    Metode ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden tentang hal-hal yang perlu diketahui. Responden diharapkan menjawab dengan jelas atas semua pertanyaan. Metode ini dipilih bila hal-hal yang ingin diketahui tidak dapat diperoleh dengan metode pengamatan. Contoh: alasan penduduk tetap tinggal dalam wilayah rawan bencana banjir.


  4. Kuantitatif
    Metode kuantitatif merupakan metode penelitian geografi yang menggunakan perhitungan matematika dan statistika. Pengujian hasil penelitian yang berupa angkaangka dilakukan dengan bantuan komputer. Dengan metode ini, peneliti dapat menyederhanakan informasi yang rumit dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk yang sederhana.


  5. Penggunaan Sarana Ilmiah
    Metode penggunaan sarana ilmiah dalam penelitian geografi, misalnya penginderaan jauh. Penginderaan jauh dapat membantu untuk mengidentifikasi dan mempelajari permukaan Bumi yang sulit dijangkau dengan studi lapangan.

Baca Juga : “Hasil Letusan Gunung Berapi” Definisi & ( Jenis – Ciri )


Penelitian Geografi

Dalam suatu penelitian Geografi dikatakan sistematis apabila mengikuti langkah-langkah atau tahapan yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah tersebut dengan teori yang ada, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterprestasi data, menarik kesimpulan, serta menggabungkan kesimpulan.


Dalam hal demikian ini untuk cirri khas dalam sebuah penelitian Geografi menggunakan konsep, prinsip dan pendekatan Geografi dalam mendapatkan masalah penelitian terhadap gejala alam maupun sosial dan memecahkan permasalahan dengan sudut pandang keruangan, kewilayahan dan kelingkungan.


Langkah-Langkah Dalam Penelitian Geografi

Ada beberapa langkah-langkah dalam penelitian geografi yang diantaranya yaitu:

Merumuskan Masalah

Dalam hal ini masalah ialah hal yang mengandung persoalan, serta membutuhkan pemecahan, dengan demikian tidak semua hal mengandung persoalan atau tidak semua hal dapat menjadi masalah. Masalah geografi sekurang-kurangnya menyangkut 3 persoalan pokok seperti:


  • Apa masalahnya..?? “berkaitan dengan gejalanya”.
  • Dimana masalah terjadi..?? “berkaitan dengan lokasi dan ruang”.
  • Mengapa masalah terjadi..?? “berkaitan dengan relasi, interelasi dan interaksi gejala”.

Kajian Teori Dan Pengajuan Hipotesis

Setelah menemukan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian, langkah berikutnya ialah menentukan jawaban sementara atau dugaan jawaban terhadap pertanyaan tersebut. Dalam metode ilmiah, dugaan jawaban disebut “Hipotesis” yaitu jawaban sementara dan masih perlu diuji kebenarannya. Untuk membuat hipotesis, tentunya harus berdasarkan dari teori geografi yang sudah ada, adapun beberapa syarat yang harus dimiliki oleh suatu hipotesis yang baik ialah:


Baca Juga : Sensus Penduduk adalah


  • Dapat dipercaya dan masuk akal.
  • Merupakan uangkapan keteraturan pikiran.
  • Memberikan peluang untuk pengujian empiris.

Pengumpulan Data Untuk Menguji Kebenaran Hipotesis

Setelah masalah dirumuskan dan hipotesis diajukan, maka langkah selanjutnya ialah dengan melakukan kegiatan lapangan untuk mengumpulkan data guna menguji kebenaran hipotesis, teknik pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Analisis isi media massa.
  • Observasi langsung.
  • Observasi tidak langsung “tatap muka”.
  • Wawancara tidak langsung “angket atau kuesioner”.
  • Studi documenter “bibliografi”.

Penggunaan Sampel

Sampel ialah bagian dari populasi yang mewakili populasi yang bersangkutan, oleh karena itu sebelum menentukan sampel dari suatu populasi, maka harus diketahui terlebih dahulu tentang populasi tersebut. Pertama kita harus membuat estimasi populasi yang akan diambil sampelnya. Dalam pemilihan sampel dari populasi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:


  • Sampel acak sederhana, pengambilan sampel yang dilakukan secara acak.
  • Sampel bertingkat, pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi kelas atau tingkat tertentu.
  • Sampel sistematik, pengambilan sampel dengan membuat daftar populasi secara berurut.
  • Sampel cluster, pengambilan sampel dengan membagi populasi ke dalam kelompok menurut area.
  • Sampel kuota, pengambilan sampel dengan cara menentukan beberapa strata yang paling dominan yang kemudian diambil dari setiap strata berdasarkan kuota.
  • Sampel sebanding, pengambilan sampel ini hampir sama dengan sampel kuota dan setiap strata diwakili oleh anggota yang sebanding dengan ukuran strata.
  • Sampel tujuan, pengambilan sampel dengan tujuan tertentu.

Teknik Analisis Geografi

Teknik analisis geografi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:

  • Pengelompokan, pengolahan, dan penyajian data yang secara statistik.
  • Pengelompokan, pengolahan dan penyajian data yang secara deduktif.

Baca Juga : Pengertian Ilmu Alam (Natural Science) Serta Kedudukannya Lengkap


Merumuskan Kesimpulan Dan Saran

Dalam sebuah laporan penelitian dan laporan ilmiah umum, pada bab penutup biasanya disampaikan kesimpulan dan saran. Demikian pula halnya dalam laporan penelitian Geografi, kesimpulan dan saran dakan dapat menunjukan implikasi, hubungan dan hasil dari uraian yang telah dibicarakan.


Identifikasi Kualitas Lingkungan Hidup

Lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup mulai dari organisme yang tidak kasat mata sampai pada hewan dan vegetasi raksasa yang terdapat dipermukaan bumi. Sedangkan lingkungan abiotik merupakan segala segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup yang bukan berupa organisme.


Keterbatasan Ekologi dalam Pembangunan

Biolog lingkungan atau yang biasa dikenal dengan ekologi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan lingkungan. Ekologi berasal dari  kata oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jadi, ekologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan keadaan lingkungannya yang bersifat dinamis. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya sangat terbatas terhadap lingkungan yang bersangkutan, hubungan inilah yang disebut dengan keterbatasan ekologi.


Dalam keterbatasan ekologi terjadi degradasi ekosistem yang disebabkan oleh dua hal yaitu peristiwa alami dan kegiatan manusia. Secara alami merupakan peristiwa yang terjadi bukan karena disebabkan oleh perilaku manusia. Sedangkan yang disebabkan oleh kegitan manusia yaitu degradasi ekosistem yang dapat terjadi diberbagai bidang meliputi bidang pertanian, pertambangan, kehutanan, konstruksi jalan raya, pengembangan sumber daya air dan adanya urbanisasi.


Analisa Lingkungan Hidup

Berdasarkan pada data yang diperoleh, Indonesia mempunyai hutan tropis dunia sebesar 10 persen. Sekitar 12% keadaan hutan di Indonesia yang merupakan bagian dari jumlah binatang yang tergolong jenis mamalia, 16% persen merupakan bagian dari spesies amphibi dan binatang sejenis reptil dan 25% dari bagian spesies sejenis burung dan sekitar 1.519 merupakan bagian dari spesies burung. Sisanya merupakan endemik yang hanya dapat ditemui didaerah tersebut.


Penyusutan luas hutan alam yang merupakan asli Indonesia mengalami kecepatan menurunan yang cukup memprihatinkan. Menurut World Resource Institute (1997), hingga saat ini hutan asli Indonesia. Selama periode 1985-1997 kerusakan hutan mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Pada periode 1997-2000 bertambah menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Berdasarkan pada hasil penelitian citra landsat pada tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan mengalami kerusakan yang cukup serius.


Diantaranya, hutan seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. Menurut data yang diperoleh dari Bakornas Penanggulangan Bencana pada tahun 2003, bencana yang terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data yang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir dan longsor.


Baca Juga : Penjelasan Geografi Beserta Aspek Dan Ruang Lingkupnya


Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Konsep geografi yang diketengahkan di atas secara jelas menegaskan bahwa yang menjadi obyek studi geografi tidak lain adalah geosfer, yaitu permukaan bumi yang hakikatnya merupakan bagian dari bumi yang terdiri dari atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air, perairan), dan biosfer (lapisan kehidupan).


Sifat dalam studi geografi ada berbagai macam, yaitu :

  • Studi kependudukan

Studi kependudukan termasuk objek studi geografi. Studi kependudukan berkaitan dengan segala aspek yang berhubungan dengan tingkat kemakmuran penduduk, baik pada suatu wilayah tertentu maupun pada lingkup yang lebih luas. Ruang lingkupnya tidak hanya terbatas pada aspek demografi, tetapi juga aspek psikologi, sejarah, geografi, dan lain-lain. Masalah kependudukan menyangkut aspek demografi, mental, tradisi, hubungan antar individu, keruangan, kemakmuran, dan sebagainya.


  • Studi lingkungan

Studi lingkungan menyangkut gejala dan masalah kehidupan manusia dalam kaitannya dengan lingkungan tempat kehidupan tersebut berlangsung. Studi lingkungan menerapkan konsep dan prinsip ekologi serta ilmu sosial. Itulah sebabnya, studi lingkungan dapat dikatakan sebagai penerapan ekologi manusia.


  • Studi sosial

Studi sosial berkaitan dengan interelasi ilmu-ilmu sosial dalam menelaah gejala dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat yang di timbulkan oleh kondisi, pertistiwa, tingkah laku, dan sikap manusia sebagai mahluk sosial. Gejala sosial ini merupakan tanda pengungkapan aspek-aspek kehidupan manusia di masyarakat. Gejala sosial dapat di amati dan di telaah sebab akibatnya. Masalah pengangguran, sampah, kenakalan remaja, dan kemacetan lalu lintas merupakan contoh gejala sosial. Jika gejala sosial telah menjadi persoalan yang berat sehingga sulit diatasi, maka disebut maslah sosial.


Gejala atau fenomena geografi tersebut dapat berupa fenomena fisik atau fenomena sosial yang persebarannya tidak merata di permukaan bumi. Misalnya, keadaan sumber atmosphere tanah tidak dijumpai di semua tempat atau kemacetan lalu lintas juga tidak dijumpai di semua tempat. Oleh karena itu, untuk mengamati gejala dan fenomena yang tersebar itu diperlukan alat bantu antara lain peta.


Prinsip interelasi, yaitu adanya hubungan saling keterkaitan antargejala dalam ruang. Hubungan saling keterkaitan itu dapat terjadi antarfenomena fisik, antarfenomena sosial, serta antara fenomena fisik dan fenomena sosial. Misalnya, terjadinya banjir di wilayah hilir salah satu penyebabnya adalah rusaknya hutan di wilayah hulu akibat perilaku manusia.


Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan tentang adanya gejala atau fenomena geografi. Persebaran dan hubungan gejala atau fenomena geografi dapat diungkapkan antara lain dalam bentuk data, grafik, dan peta. Ketiga bentuk pengungkapan fenomena tersebut akan lebih jelas apabila diberikan pemaparan atau penjelasan dengan menggunakan rangkaian kalimat.


Baca Juga : 10 Pengertian Metodologi Penelitian Menurut Para Ahli


Prinsip korologi, yaitu pengkajian gejala atau fenomena geografi secara menyeluruh (komprehensif) dalam ruang tertentu (spatial). Di dalam prinsip korologi setiap gejala atau fenomena geografi dikaji dengan cara memadukan prinsip-prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Hasil pengkajian melalui prinsip korologi menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan gejala, fenomena, dan fakta antarwilayah. Oleh karena itu, akan memberikan corak tertentu sehingga tampak adanya kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk.


  • Studi geografi dalam bidang pertanian

Pertanian sebagai suatu sistem keruangan merupakan perpaduan antara subistem fisis dengan subsistem manusia. Komponen subsistem fisis mencakup, antara lain, iklim, hidrografi, tanah, dan topografi dengan segala proses alamiahnya. Sementara itu subsistem manusia mencakup tenaga kerja, teknologi, tradisi masyarakat, kemampuan ekonomi, dan kondisi politik setempat. Berdasarkan hasil asosiasi, relasi, dan interaksi semua komponen tersebut, baik secara statis dalam kurun waktu tertentu maupun secara dinamis yang meliputi perkembangan historisnya dapat dianalisis aspek keruangan pertanian pada wilayah tertentu.


  • Studi geografi dalam bidang industri

Industri sebagai suatu sistem merupakan perpaduan antara subistem fisis dengan subsistem manusia. subsistem fisis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri meliputi komponen: lahan, bahan baku, sumber energi, dan iklim denga segala proses alamiahnya. Sedangkan subsistem manusia yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan industri meliputi komponen: tenaga kerja, kamampuan teknologi, tradisi, situasi politik, keadaan pemerintah, transportasi, komunikasi, dan pasar. Perpaduan semua komponen inilah yang mendukung maju atau mundurnya suatu industri. Bidang pengkajian geografi meliputi relasi, asosiasi, dan interaksi antar komponen suatu ruang.


Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing).Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah.


Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.


  • Studi geografi dalam bidang transportasi dan komunikasi

Studi geografi dalam bidang transportasi dan komunikasi merupakan studi tentang gejala dan masalah geografi yang lebih dinamis dibandingkan mengkaji gejala pada lokasi tertentu. Dengan mengkaji transportasi dan komunikasi, kta dapat mengungkapkan difusi, interaksi keruangan, serta kemajuan atau keterbalakangan suatu daerah. Oleh karena itu, perkembangan transportasi dan komunikasi dapat digunakan sebagai sarana dan prasarana serta untuk memajukan daerah terpencil.


Baca Juga : 11 Pengertian, Unsur Dan Tujuan Penelitian Menurut Para Ahli Lengkap


  • Studi geografi dalam bidang sumber daya

Daya dukung sumberdaya selain di pengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, juga dipengaruhi oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Kuantitas penggunaan sumber daya umumnya terkorelasi positif dengan pertumbuhan penduduk. Sementara itu, kualitas dan kuantitas eksplorasinya di pengaruhi oleh kemajuan dan penerapan teknologi.


  • Studi geografi dalam bidang pemukiman

Pemukiman adalah bagian dari permukaan bumi yang dihuni oleh manusia. Hal ini meliputi sarana dan prasarana penunjang kehidupan penduduk yang menjadi satu kesatuan dengan tempat tinggalnya.


Baca Juga :  “Ciri Gunung Berapi Akan Meletus” Definisi & ( Hasil Letusan – Dampak Letusan )


Demikianlah pembahasan mengenai Penelitian Geografi – Pengertian, Metode, Makalah, Jenis & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂