“Persuasif” Pengertian & ( Faktor – Tujuan – Strategi )

“Persuasif” Pengertian & ( Faktor – Tujuan – Strategi )

“Persuasif” Pengertian & ( Faktor – Tujuan – Strategi )

DosenPendidikan.Com – Bila dapat memilih, pasti semua orang ingin lahir dengan bakat persuasif, bagaimana tidak, persuasi ialah membuat kehidupan kita lebih mudah. Seseorang yang mempunyai sifat persuasif akan dapat menarik banyak orang di sekitar yang dimana setuju dengan apa yang dilakukan atau disampaikannya.

Kemampuan ini tentu sangat sekali bermanfaat, dan apalagi untuk sebagian orang dengan profesi tertentu seperti sales/marketing. Lalu apa pengertian persuasif itu sendiri?? di sini kita tidak hanya akan membahas tentang definisi tetap aspek lain yang berhubungan dengan persuasi, nah berikut ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Persuasif

Persuasif ialah bentuk komunikasi yang tujuannya mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Orang yang melakukan persuasif disebut persuader. Yang dalam hal ini, persuader dianggap sukses jika mampu mempengaruhi keyakinan atau pendapat orang lain setelah mengajaknya atau menjelaskannya dengan beberapa alasan tertentu. Hal ini bisa berhubungan dengan kondisi, barang atau hal tertentu lainnya.

Persuasif sangat berbeda dengan propaganda, meski banyak yang belum tahu perbedaannya. Persuasif ialah tindakan untuk membujuk dengan cara halus dan tak ada sama sekali unsur paksaan sedangkan propaganda merupakan tindakan mempengaruhi pikiran atau pendapat orang lain dengan cara memberi info yang subjektif dan manipulative. Jadi persuasif melarang persuader melakukan kebohongan, dan sayangnya saat ini banyak orang justru menyalah artikan persuasif.

Faktor-Faktor Komunikasi Persuasif

Setelah memahami dari pengertian persuasif, kalian juga harus mengetahui apa saja komponen dasar di dalam komunikasi persuasif yaitu:

Sumber “Komunikator”

Komunikator sangatlah berperan penting dalam keberhasilan atau tidaknya persuasif. Agar tujuan tercapai, seorang komunikator mesti mempunyai kemampuan memilih sasaran serta menentukan tanggapan yang ingin dicapai. Namun ada juga aspek lain yang mempengaruhi respon orang yang diajak bicara “komunikan” yaitu:

  • Kredibilitas Komunikator
    Kredibilitas berkaitan dengan 3 komponen yang meliputi keahlian, kepercayaan dan eksistensi.
  • Daya Tarik Komunikator
    Kadang, daya tarik juga sangat berpengaruh, daya tarik di sini bisa bersifat fisik ataupun psikologis. Dengan daya tarik, maka seorang komunikator bisa lebih diterima orang lain.
  • Kekuasaan Komunikator
    Aspek terakhir ialah tingkat kekuasaan dari komunikator, semakin tinggi kekuasaan seorang komunikator, semakin tinggi pula sikap patuh atau setuju komunikan dari apa yang disampaikannya.

Pesan

Melihat pengertian komunikasi persuasif, maka komunikasi persuasif tak bisa lepas dari komponen pesan sebagai materi yang diberikan komunikator untuk mengajak komunikan mempercayainya. Pesan tersebut bisa berupa gerak suara, kata-kata, nada suara, dll. Dalam penyampaian pesan ada 2 aspek dasar yaitu:

  • Aspek verbal yang melibatkan kata-kata bisa diucapkan langsung maupun melalui tulisan.
  • Aspek non verbal, yang melibatkan emosi, gesture, ekspresi dan penampilan komunikator saat berkomunikasi.

Komunikan

Komunikan merupakan sasaran yang menerima pesan persuasi. Ada beberapa hal yang mempengaruhi komunikan agar merespon positif persan persuasi yaitu sikap, keyakinan serta nilai-nilai dari komunikan.

Tujuan Dari Komunikasi Persuasif

Dalam memahami pengertian persuasif kalian harus memahami juga tujuan komunikasi persuasif. Ada setidaknya 3 tujuan dasar yaitu:

"Persuasif" Pengertian & ( Faktor - Tujuan - Strategi )

  • Membentuk Tanggapan
    Tujuan pertama yaitu membentuk tanggapan, biasanya tujuan ini dilakukan oleh komunikator pada komunikan yang polos atau belum memperoleh informasi dari pihak lain tentang topic yang akan dikomunikasikan. Jadi tujuan pertama ini baru sekedar membentuk tanggapan semata.
  • Memperkuat Tanggapan
    Tujuan kedua ialah memperkuat tanggapan, biasanya tujuan ini dilakukan komunikator pada komunikan yang memang dari awal telah setuju dengan si komunikator. Melalui komunikasi persuasif, komunikan diharapkan bisa semakin yakin dengan pendapat komunikator.
  • Mengubah Tanggapan
    Tujuan ketiga ialah mengubah tanggapan, tujuan ini dilakukan oleh komunikator pada komunikan yang sebenarnya menolak dan tidak sepemikiran dengannya. Melalui komunikasi persuasif, komunikan diharapkan menjadi setuju dengan komunikator. Tujuan ini ialah yang paling sulit dicapai dibanding 2 tujuan lainnya diatas.

Strategi Efektif Dalam Persuasif

Agar persuasif berhasil, maka diperlukan strategi persuasif, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar persuasif menjadi lebih efektif. Persuasif tidak hanya dilakukan sales atau markerting namun juga banyak orang dalam banyak aspek kehidupan agar orang lain yakin dan percata kepadanya. Nah berikut beberapa strategi yang paling efektif dalam melakukan persuasif yaitu:

Kesan Pertama

Dalam hal ini kesan pertama hanya akan datang sekali saja, itulah kenapa seseorang harus membuat kesan pertama sebaik mungkin. Ini ialah faktor penting khususnya dalam hal komunikasi persuasif karena akan mempengaruhi komunikan dalam menerima pesan yang disampaikan komunikatir.

Kesan pertama ini bisa didapat dari beberapa panca indera termasuk penglihatan, penciuman ataupun indera lainnya. Kesan pertama juga bisa didapat dari hal-hal yang bersifat fisik maupun non fisik. Jadi jika kalian benar-benar memahami pengertian persuasif maka kalian harus bisa membuat kesan pertama sesempurna mungkin.

Menarik Empati

Komunikator yang bagus harus mau mendengarkan, dengan begitu ia tahu apa yang dibutuhkan komunikan. Hasilnya, komunikator akan lebih mudah mempengaruhi alam bawah sadar dan emosi dari komunikan karena komunikan melihat komunikator peduli terhadap apa yang dibutuhkan dan menganggapnya bisa memberi solusi yang dihadapinya. Dengan begitu, persuasif, jika bisa menarik empati, maka kemungkinan berhasilnya persuasif akan semakin besar.

Membangun Kredibilitas

Sudah disinggung sebelumnya, kredibilitas meliputi 3 komponen yaitu eksistensi, kepercayaan dan keahlian. Agar kredibilitas bisa terbangun, hal pertama yang harus oleh komunikator ialah mengembangkan keahlian. Setelah itu, komunikator juga harus mengembangkan kepercayaan kepad komunikan. Satu lagi komunikan harus mengembangkan eksistensi diri juga. Kemunculan ekstistensi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui media sosial atau cara lain.

Memotivasi

Strategi terakhir ialah menerapkan suatu teknik yakni teknik motivasi. Teknik motivasi yang paling mudah dan mendasar yaitu dengan pemberian insentif dan kompensasi. Dengan begitu komunikan akan merasa “berhutang” karena ia akan mendapat banyak pemberian dari komunikator, biasanya perasaan tersebut membuatnya merasa wajib membalasnya.

Insentif bisa berbeda-beda bentuknya, misalnya ialah mentraktir makanan, memberi hadiah atau bahkan hal-hal kecil seperti mau mendengarkan keluhan komunikan. Namun teknik motivasi juga bisa dilakukan dengan cara lain tergantung komunikan itu sendiri. Strategi ini biasanya mampu membuat komunikan setuju atau menuruti apa yang diinginkan komunikator tanpa adanya paksaan sama sekali.

Demikianlah pembahasan mengenai “Persuasif” Pengertian & ( Faktor – Tujuan – Strategi ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Send this to a friend