Letusan Gunung Berapi adalah

Diposting pada

Gaya endogen yang mampu menimbulkan bencana alam adalah letusan gunung berapi. Ketika akan meletus dan saat meletus gunung berapi menimbulkan gaya endogen atau getaran gempa. Material-material yang dikeluarkan saat gunung api meletus sangat berbahaya bagi manusia atau makhluk hidup lainnya Material tersebut antara lain lahar, awan panas, batu-batuan, pasir, kerikil, maupun debu.

Penyebab-Gunung-Meletus

Pengertian Gunung Meletus

Yang secara umum dalam istilah gunung berapi atau gunung api bisa didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas “batuan dalam wujud cair atau lava” yang dimana memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi hingga ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.


Letusan gunung berapi merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang di dorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Magma ialah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang terbilang sangat tinggi yakni diperkirakan lebih dari 1.000 derajat celcius.


Cairan magma yang keluar dari dalam bumi tersebut disebut dengan lava. Yang dimana lava yang dikeluarkan dapat mencapai 700 hingga 1.200 derajat celcius. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya dapat membanjiri hingga sejauh radius 90 km.


Ciri-Ciri Gunung Berapi Yang Akan Meletus

Adapun ciri-ciri gunung berapi yang akan meletus yang diantaranya yaitu:

  • Suhu di sekitar gunung naik, suhu panas dapat mengubah suhu air menjadi lebih hangat.
  • Mata air menjadi kering, suhu panas yang disebabkan oleh gunung berapi dapat membuat air menjadi mengering.
  • Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran “gempa” hal ini terjadi karena desakan dari dalam perut gunung yang memaksa untuk keluar dari dalam kawah sehingga timbulah getaran dan kemudian disertai dengan gemuruh.
  • Tumbuhan di sekitar gunung menjadi layu, suhu panas yang dikeluarkan oleh gunung berapi menyebabkan tumbuhan yang ada di sekitar gunung menjadi layu.
  • Binatang di sekitar gunung berimigarasi, kelihatan gelisah, yang salah satu hewan yang merasa gelisah hingga melakukan migrasi saat gunung berapi akan meletus ialah burung. Beberapa burung memang ada yang masih tinggal di atas pegunungan, namun jika burung tersebut mulai merasakan gunung yang mengeluarkan hawa tak nyaman bagi mereka, burung-burung tersebut akan melakukan migarasi ke tempat lain.

Penyebab Gunung Meletus

Beberapa penyebab terjadinya Letusan Gunung Api antara lain:


  1. Adanya Gempa Vulkanik

kejadian ini merupakan awal dari peristiwa gunung meletus, peningkatan gempa vulkanik dapat dirasakan serta dapat dilihat dalam seismograf yang mencatat gempa tremor, saat gunung akan meletus seismograf mencatat gempa tremor dengan frekuensi yang sangat tinggi dan sangat sering, bakan bisa terjadi puluhan kali. Selain itupula terjadi peningkatan aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya yang disebabkan oleh adanya pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi. Jika tanda-tanda seperti diatas muncul dan terus berlangsung dalam beberapa waktu yang singkat serta pada waktu yang sudah ditentukan maka status gunung berapi dapat ditingkatkan.


  1. Peningkatan Suhu Kawah 

Ketika magma telah naik dan hampir mencapai ke lapisan kawah paling bawah maka secara tidak langsung akan mempengaruhi suhu kawah. Naiknya magma tersebut bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung seperti gerakan lempeng sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma yang pada akhirnya mendorong magma ke atas hingga berada tepat dibawah kawah.


  1. Terjadinya Deformasi pada Badan Gunung

Akibat peristiwa deformasi dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma yang volume-nya mengecil atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi tersumbat. hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan gelombang magnetik yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur lapisan batuan gunung.


  1. Lempengan Bumi Saling Berdesakan

Lempengan bumi adalah bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat, sedangkan daerah pengunungan merupakan tempat dimana kedua lempeng saling bertemu, terjadinya desakan lempeng bisa penyebab perubahan struktur dalam gunung berapi serta dapat membuat tekanan besar yang mendorong pada permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik serta terjadinya peningkatan aktivitas geologi pada gunung.


Tanda-Tanda Letusan Gunung Berapi

Beberapa Tanda pada letusan gunung berapi, diantaranya sebagai berikut:


  • Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik ini dapat dirasakan sebelum dan sesudah terjadinya gunung meletus, hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas magma yang bergerak mendekati bumi.


  • Munculnya gas vulkanik

Pada saat gunung akan meletus dapat dilihat bahwa adanya semburan gas vulkanik yang disebabkan aktivitas magma, gas vulkanik merupakan salah satu tanda adanya magma dibawah permukaan yang keluar menuju atmosfer melalui tanah, lubang vulkanik fumarol & system hidrotemal gas yang umumnya dikeluarkan oleh magma dalam bentuk uap yang diikuti oleh CO2, SO2, HCl serta campuran lainnya.


  • Adanya perubahan bentuk (Depormasi) gunung api

Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan gelombang magnetik yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur lapisan batuan gunung. Aktivitas ini dapat diamati menggunakan global positioning system (GPS).  d. Naiknya suhu sekitar kawah.


Peningkatan pada suhu disekitar kawah karena adanya pergerakan pada dapur magma yang mendekati lapisan kawah.


Selain tanda-tanda diatas, gunung berapi pun dapat dilihat dari tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Adanya pengeringan pada beberapa sumber air.
  2. Binatang yang ada dipuncak gunung banyak yang berpindah dan berlarian mencari tempat yang dingin.
  3. Sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung akibat aktivitas magma.
  4. Tumbuhan di sekitar gunung layu

Hasil Letusan Gunung Berapi

Adapun hasil letusan gunung berapi yang diantaranya yaitu:


  • Gas Vulkanik

Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus, gas tersebut antara lain karbon monoksida “CO”, Karbon dioksida “CO2”, Hidrogen Sulfida “H2S” Sulfur dioksida “S02” dan Nitrogen “NO2” yang dapat membahayakan manusia.


  • Lava Dan Aliran Pasir Serta Batu Panas

Lava ialah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.


  • Lahar

Lahar merupakan lava yang telah bercampur dengan batuan, air dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.


  • Hujan Abu

Hujan abu merupakan material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan, karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya, abu letusan ini dapat mengganggu pada pernapasan.


  • Awan Panas

Awan panas merupakan hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan, di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 derajat celcius. Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.


Dampak Negatif Dan Positif Letusan Gunung Berapi

Adapun dampak negatif dan positif letusan gunung berapi yang diantaranya yaitu:


1. Dampak Negatif

  1. Tercemarnya udara dengan abu gunung berapi yang mengandung bermacam-macam gas mulai dari Sulfur Dioksida “SO2”, gas Hidrogen sulfide “H2S”, Nitrogen Dioksida “No2” serta beberapa partik debu yang berpotensial meracuni makhluk hidup di sekitarnya.
  2. Dengan meletusnya suatu gunung berapi bisa dipastikan semua aktifitas penduduk di sekitar wilayah tersebut akan lumpuh termasuk kegiatan ekonomi.
  3. Semua titik yang dilalui oleh material berbahay seperti lahar dan abu vulkanik panas akan merusak pemukiman warga.
  4. Lahar yang panas juga akan membuat hutan di sekitar gunung rusak terbakar dan hal ini berarti ekosistem alamiah hutan terancam.
  5. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi berpotensi menyebabkan sejumlah penyakit misalnya saja ISPA.
  6. Desa yang menjadi titik wisata tentu akan mengalami kemandekan denga adanya letusan gunung berapi.

2. Dampak Positif

  • Tanah yang dilalui oleh hasil vulkanis gunung berapi sangat baik bagi pertanian sebab tanah tersebut secara alamiah menjadi lebih subur dan bisa menghasilkan tanaman yang jauh lebih berkualitas.
  • Terdapat mata pencaharian baru bagi rakyat sekitar gunung berapi yang telah meletus yakni sebagai penambang pasir, material vulkanik berupa pasir tentu memiliki nilai ekonomis.
  • Bebatuan yang disemburkan oleh gunung berapi saat meletus bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan warga sekitar gunung.
  • Meski ekosistem hutan rusak, namun dalam beberapa waktu akan tumbuh lagi pepohonan yang membentuk hutan baru dengan ekosistem yang juga baru.
  • Setelah gunung meletus, biasanya terdapat geyser atau sumber mata air panas yang keluar dari dalam bumi dengan berkala atau secara periodik, geyser ini baik bagi kesehatan kulit.
  • Muncul mata air bernama makdani yakni jenis mata air dengan kandungan mineral yang sangat melimpah.
  • Pada wilayah yang sering terjadi letusan gunung berapi sangat baik didirikan pembangkit listrik.

Cara Mengatasi Letusan Gunung Berapi

Berikut ini terdapat beberapa cara mengatasi letusan gunung berapi, terdiri atas:


1. Tindakan yang harus dilakukan individu : 

  1. Mengikuti sosialisasi tentang peristiwa letusan gunung berapi pada masyarakat yang awam pada peristiwa alam seperti gempa karena gunung berapi, dan terjadinya gunung meletus.
  2. Mematuhi pengumuman dari instansi berwenang. Misalnya dalam penetapan status gunung berapi.
  3. Mengenali tanda-tanda terjadinya bencana gunung berapi. Misalnya turunnya binatang dari puncak atau terciumnya bau belerang.
  4. Mengetahui tempat yang aman dan jalur evakuasi.

2. Tindakan saat terjadi Gunung Meletus

  1. Hindari daerah berbahaya, kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
  2. Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas.
  3. Lakukan evakuasi dan pengungsian pada masyarakat sekitar gunung meletus ke tempat yang lebih aman.
  4. Mematuhi pedoman dan perintah dari instansi berwenang tentang upaya penanggulangan bencana.

Demikianlah pembahasan mengenai Penyebab Gunung Meletus – Pengertian, Ciri, Tanda, Hasil, Dampak dan Cara Mengatasi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga: