Independen : Pengertian, Ciri, Sifat, Faktor Dan Pertimbangan

Independen : Pengertian, Ciri, Sifat, Faktor Dan Pertimbangan

Independen : Pengertian, Ciri, Sifat, Faktor Dan Pertimbangan – Arti independen sendiri dapat didefinisikan sebagai sikap netral atau tidak memihak kepada salah satu, punya kekuasaan sendiri, merdeka, tidak dikontrol oleh pihak lain “misalnya lembaga independen”.

Secara etimologi kata “Independen” berasal dari bahasa Inggris yaitu Independent yang berarti merdeka, berdikari, tidak bergantung kepada orang lain, berdikari, berdaulat. Penggunaan kata independen banyak digunakan pada berbagai hal seperti keuangan, profesi, politik, ekonomi dan lain sebagainya.


Pengertian Independen

Pengertian independen adalah kebebasan, bebas, merdeka, berdiri sendiri, solo atau singgle player jika istilah dalam sebuah game. Suatu negara disebutkan independen bilamana negara tersebut dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada negara lainnya. Kata independen sering dipakai dalam bidang politik, andai seseorang dinamakan sebagai seorang yang independen maka dia tidak berafiliasi atau tidak tergantung dengan partai manapun. Mereka yang disebutkan independen tidak bakal bergantung pada partai manapun ataupun pada orang lain.

Independen adalah kata yang tidak jarang kita dengar tetapi pengertiannya melulu dikenal oleh sejumlah orang saja. Jika anda menjadi pihak yang independen maka anda tidak akan tergantung apda pihak manapun dalam pemungutan keputusan atuapun pemungutan kebijakan. Biasanya definisi independen ini dipakai pada lembaga pemeriksa keuangan. Jika sebuah lembaga atau pribadi mempunyai sikap independen maka dia memiliki kemerdekaan untuk menilai apa yang mereka inginkan.

Independen meliputi tidak sedikit hal mulai dari profesi, keuangan, penampilan, politik, ekonomi dan lainnya. Pengertian independen adalah bebas dan melulu tunduk pada urusan yang benar secara hukum ataupun secara agama. Jadi, sekalipun independen dimaknai sebagai kemerdekaan namun dalam urusan ini kemerdekaan tersebut adalah kebebasan yang cocok dengan agama atau hukum. Orang atau badan yang independen mesti berjalan mengekor aturan yang berlaku, tidak seenaknya sendiri. Independen mesti mengarah pada urusan yang benar dan cocok dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Dampak Negatif Penggundulan Hutan Secara Liar (ilegal loging)


Ciri-Ciri Independen

Kita bisa mengetahui seseorang, lembaga, negara merupakan pihak yang independen dilihat dari ciri-cirinya. Mengacu pada arti independen di atas, berikut ini ialah ciri-ciri independen tersebut yaitu:

Independen : Pengertian, Ciri Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

  • Pada umumnya pihak “seseorang, lembaga, negara” yang independen ialah mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan memiliki sumber daya yang cukup.
  • Orang-orang yang independen lebih suka melakukan segala sesuatunya sendiri karena merasa masih mampu mengerjakannya tanpa bantuan pihak lain.
  • Orang-orang yang independen biasanya berpendirian teguh dan tidak mudah dipengaruhi oleh kata-kata orang lain.
  • Mereka yang independen lebih suka berteman dengan orang-orang yang sepemikiran dengan mereka sehingga umumnya orang-orang independen temannya tidak banyak.
  • Seseorang yang independen biasanya pintar berbicara dan mempengaruhi orang lain sehingga cocok sebagai motivator.
  • Memiliki kemampuan dalam mengatasi masalah/tantangan hidup dan sabar dalam menghadapinya.
  • Orang-orang independen memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain karena mereka mengerti bagaimana perasaan orang lain.
  • Orang-orang independen berani menyampaikan pendapat mereka kepada orang lain, walaupun pendapatnya berbeda dengan orang lain.

Baca Juga :  14 Macam Aliran Filsafat Yang Merubah Pola Pikir Manusia


Faktor Yang Mempengaruhi Independen

Dalam hal ini para ahli mengatakan bahwa independensi seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, menurut Masrun, beberapa faktor yang mempengaruhi independen tersebut ialah:

Faktor Usia

Usia seseorang merupakan salah satu faktor yang menentukan kemandirian seseorang, pada umumnya semakin berumur seseorang maka ia akan semakin mandiri atau independen dan tidak mau bergantung pada orang lain.

Faktor Gender

Biasanya para pria memiliki keinginan lebih besar untuk hidup mandiri dibandingkan para wanita. Tingginya tingkat independen pada seorang pria disebabkan karena umumnya pria lah yang menjadi tulang punggung dikeluarga dalam urusan ekonomi.

Namun tentu saja hal ini bukanlah hal yang mutlak karena jaman sekarang sudah banyak wanita mandiri yang tidak bergantung pada pasangan dalam hal finansial dan kebutuhan hidup lainnya.

Faktor Konsep Diri

Perilaku dan tindakan seseorang sangat dipengaruhi oleh perasaan dan pikirannya. Individu yang memiliki konsep diri yang positif pada umumnya akan jauh lebih independen ketimbang individu dengan konsep diri negatif.

Orang-orang yang memandang dirinya sendiri secara positif akan memiliki hidup yang mandiri dan tidak mau bergantung pada orang lain.

Faktor Pendidikan

Dalam hal ini pada umumnya semakin tinggi dalam tingkat pendidikan seseorang maka semakin bersar pula keinginannya untuk berkembang dan mandiri. Dengan pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki biasanya seseorang akan selalu mencoba hal-hal yang baru dan berusaha mewujudkan impiannya tanpa harus bergantung pada orang lain.

Faktor Keluarga

Karakter dan sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, khususnya orang tuanya. Kepribadian dan kemandirian seorang anak akan terbentuk di dalam lingkungan keluarga.

Faktor Lingkungan Sosial

Selain lingkungan keluarga, faktor lingkungan sosial juga punta pengaruh yang cukup besar dalam proses pembentukan kemandirian seseorang. Interaksi sosial seseorang di lingkungan sosial, cara menghadapi masalah dalam hidup, pada akhirnya akan membentuk karakter seseorang menjadi mandiri atau independen.

Baca Juga :  Pengertian Filsafat Pancasila Sebagai Filosofi Menurut Para Ahli


Pertimbangan Independen

Pertimbangan Independen adalah cara pandang atau penyelesaian masalah dengan mengesampingkan kepentingan pribadi dan menghindari benturan kepentingan.

Profesional adalah penguasaan tugas atau pekerjaan yang didasarkan kepada keahlian dan keterampilan yang teruji serta dukungan dedikasi dan etika profesi.

Stakeholders adalah seluruh pihak yang memiliki kepentingan secara langsung atau tidak langsung terhadap kesinambungan perusahaan, termasuk didalamnya pemegang saham, karyawan, pemerintah, pelanggan, pemasok kreditor, dan masyarakat.

Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris atau pemegang saham utama perusahaan.


Misi Komisaris Independen

Misi Komisaris Independen adalah mendorong terciptanya iklim yang lebih objektif dan menempatkan kesetaraan(fairness) di antara berbagai kepentingan perusahaan dan kepentingan stakeholder sebagai prinsip utama dalam pengambilan keputusan oleh Dewan Komisaris.

Komisaris independen harus mendorong diterapkannya prinsip dan praktek tata kelola perusahaan yang baik ( Good Corporate Governance) pada perusahaan di Indonesia.


Tanggung Jawab Komisaris Independen

Komisaris independen memiliki tanggung jawab pokok untuk mendorong diterapkannya prinsip tata kelola perusahaan yang baik(Good Corporate Governance) di dalam perusahaan melalui pemberdayaan Dewan Komisaris agar dapat melakukan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi secara efektif dan lebih memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Dalam upaya untuk melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik maka Komisaris Independen harus secara pro aktif mengupayakan agar Dewan Komisais melakukan pengawasan dan memberikan nasehat kepada Direksi yang terkait, namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut :

  1. Memastikan bahwa perusahaan memiliki strategi bisnis yang efektif, termasuk di dalamnya memantau jadwal, anggaran dan efektivitas strategi tersebut.
  2. Memastikan bahwa perusahaan mengangkat eksekutif dan manajer-manajer profesional.
  3. Memastikan bahwa perusahaan memiliki informasi, sistem pengendalian, dan sistem audit yang bekerja dengan baik.
  4. Memastikan bahwa perusahaan mematuhi hukum dan perundangan yang berlaku maupn nilai-nilai yang ditetapkan perusahaan dalam menjalankan operasinya.
  5. Memastikan resiko dan potensi krisis selalu diidentifikasikan dan dikelola dengan baik.
  6. Memastikan prinsip-prinsip dan praktek Good Corporate Governance dipatuhi dna diterapkan dengan baik.

Baca Juga : Depresiasi Dalam Akuntansi : Pengertian, Faktor, Metode Dan Contoh


Sifat Independen

Sifat independen adalah sifat dimana orang itu memiliki jiwa yang mandiri, tapi arti mandiri dalam kata ini bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain, tetapi sanggup menghadapi dan menyelesaikan apa pun oleh diri nya sendiri. Dan biasanya orang yang memiliki sifat independen memiliki sifat sebagai berikut :

  • Teguh dalam pendirian.
  • Lebih suka mengerjakan segala sesuatu sendiri karena merasa dirinya masih mampu untuk mengerjakan nya tanpa bantuan orang lain.
  • Biasanya mereka memiliki kecerdasan diatas rata-rata, karena mereka dapat berpikir dengan logis dan mengamati sekaligus.
  • Memiliki teman sedikit, karena berpikiran lebih baik memiliki teman yang sedikit yang sepikiran dengan dirinya ( tetapi tidak termasuk egois ).
  • Dapat mempengaruhi banyak orang.
  • Seorang pembicara yang hebat.
  • Dapat mengerti dengan perasaan orang lain ( empati ).
  • Motivator yang hebat
  • Sabar.
  • Sosok orang yang sabar dalam segala hal.
  • Pemimpin yang baik.

Tugas Komisaris Independen Berupa:

  1. Menjamin transparasi dan keterbukaan laporan keuangan perusahaan.
  2. Pelakuan yang adil terhadap pemegang saham minoritas dan stakeholder yang lain.
  3. Diungkapkannya transaksi yang mengandung benturan kepentingan secara wajar dan adil.
  4. Kepatuhan perusahaan pada perundangan dan peraturan yang berlaku
  5. Menjamin akuntabilitas organ perseroan.

Baca Juga :  Sitoplasma – Pengertian, Struktur, Fungsi, Membran, Bentuk Dan Gambarnya


Wewenang Komisaris Independen

  1. Komisaris independen mengetuai komite audit dan kimite nominasi.
  2. Komisaris independen berdasarkan pertimbangan yang rasional dan kehati-hatian berhak menyampaikan pendapat yang berbeda dengan anggota dewan komisaris lainnya yang wajib dicatat dalam Berita Acara Rapat Dewan Komisaris dan pendapat yang berbeda yang bersifat material, wajib dimasukkan dalam laporan tahunan.

Hubungan  Komite Audit dengan Komisaris Independen

 Menurut Pedoman Umum Good Corporate Governance  Indonesia  2006, komite audit bertugas membantu dewan komisaris untuk memastikan bahwa  (1) laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (2) struktur pengendalian internal perusahaan dilaksanakan dengan baik (3) pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai standar audit  yang berlaku dan (4) tindak lanjut temuan hasil audit dillaksanakan oleh manajemen

Demikianlah pembahasan mengenai Independen : Pengertian, Ciri, Sifat, Faktor Dan Pertimbangan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Send this to a friend