Teks Eksposisi – Ciri, Fungsi, Struktur, Kaidah & Contoh

Diposting pada

Teks Eksposisi – Ciri, Fungsi, Struktur, Kaidah & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Teks Eksposisi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, fungsi, struktur, kaidah dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Teks Eksposisi - Ciri, Fungsi, Struktur, Kaidah & Contoh

Pengertian Teks Eksposisi

Secara umum Eksposisi merupakan salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat dan padat.


Untuk pengertian teks eksposisi itu sendiri ialah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat padat dan akurat.


Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri teks eksposisi, antara lain sebagai berikut:

  1. Berisi pendapat tentang masalah tertentu, namun tetap objektif.
  2. Diperjelas dengan fakta dapat berupa angka, statistik, gambar, grafik, tabel, dan peta.
  3. Mempunyai analisis dan bukti
  4. Diakhiri dengan penegasan pendapat.
  5. Argumentasinya satu sisi, yaitu sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.

Fungsi Teks Eksposisi

Berikut ini terdapat beberapa fungsi teks eksposisi, antara lain sebagai berikut:

  • Menyampaikan
  • Mengungkapkan
  • Menerangkan
  • Menguraikan

Suatu gagasan berupa pokok pokok pemikiran mengenai suatu topik yang sifatnya non-fiksi dengan dasar argumentasi yang kuat.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : Teks Editorial : Pengertian, 14 Contohnya, Isi Dan Strukturnya


Struktur Teks Eksposisi

Berikut ini terdapat beberapa struktur teks eksposisi, antara lain sebagai berikut:


  • Pendapat (Tesis/Opini) (PEMBUKAAN)

Merupakan gagasan utama atau prediksi penulis tentang sebuah permasalahan yang berdasarkan fakta.


  • Argumentasi (ISI)

Merupakan penjelasan secara lebih mendalam pernyataan pendapat (tesis) yang diyakini kebenarannya oleh penulis melalui pengungkapan fakta-fakta sebagai penjelasan argumen penulis. Di tandai dengan kalimat-kalimat yang berisikan pendapat penulis terhadap permasalahan yang menjadi topik pembiacaraan.


  • Penegasan Ulang (PENUTUP)

Merupakan penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi bagian sebelumnya. Terdapat dalam bagian akhir dari suatu teks eksposisi.


Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks eksposisi adalah ciri kebahasaan yang digunakan dalam pembuatan teks eksposisi. Adapun kaidah kebhasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut.


1. PRONOMINA

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona.

  1. Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.
  2. Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa.

2. KATA LEKSIKAL (NOMINA, VERBA, ADJEKTIVA, ADVERBIA)

Antara lain sebagai berikut:


a. Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : “Teks Deskripsi” Pengertian & ( Tujuan – Ciri – Struktur – Jenis – Contoh )


b. Verba (kata kerja)

Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll.
  • Verba turunan merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cuci muka, mempertanggungjawabkan, dll.

c. Adjektiva (kata sifat)

Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya cantik, gagah, indah, menawan, berlebihan, lunak, lebar, luas, negatif, positif, jernih, dingin, jelek, dan lain-lain.


d. Adverbia (kata keterangan)

Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.

Kata leksikal (nomina, verba, adjektiva, dan adverbia) yang terdapat dalam teks eksposisi di atas, misalnya:

  1. kata percaya (verba), mempercayai (verba), kepercayaan (nomina)
  2. kata yakin (adjektif), menyakini (verba), keyakinan (nomina)
  3. kata optimistis (adjektif)
  4. kata potensial (adjektif), berpotensi (verba)

e. Konjungsi

Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat. Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur.


Adapun berikut adalah beberapa jenis konjungsi dan contohnya yang biasa kita temukan didalam sebuah teks eksposisi.

  1. Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu.
  2. Konjungsi gabungan : dan, serta, dengan.
  3. Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal.
  4. Konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk.
  5. Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila.
  6. Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni.
  7. Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya.
  8. Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan.
  9. Konjungsi pilihan : atau.
  10. Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun.
  11. Konjungsi penjelasan : bahwa.
  12. Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa.
  13. Konjungsi penyimpulan :oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis teks eksposisi, antara lain sebagai berikut:


  1. Eksposisi definisi

Batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.


Contoh :

Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang ditengarai memiliki aktivitas antikanker. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal masyarakat luas.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : 14 Contoh Karangan Narasi


  1. Eksposisi Berita

Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.


Contoh :

Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua hingga tiga hari yang lalu.  “Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).


  1. Eksposisi Ilustrasi

Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide.


Contoh :

Kegiatan yang bersifat harian relatif menimbulkan kemacetan, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Di bagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan setiap pagi dan sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi Condrolukito (AM Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang terutama pada persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama terjadi pada wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah relatif besar di Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga wilayah ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul).


  1. Eksposisi Proses

Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.


Contoh :

Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.


  1. Eksposisi Analisis

Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.


Contoh :

Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …


  1. Eksposisi Klasifikasi

Membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.


Contoh :

Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.


  1. Eksposisi Perbandingan

Menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.


Contoh :

Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah, aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan  di laut. Selain membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang cukup berisiko.


  1. Eksposisi Pertentangan

Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah “akan tetapi“, “meskipun begitu“, “sebaliknya“.


Contoh :

Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang bersosialisasi.  Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan, transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.


Tujuan Teks Eksposisi

Apabila kita bertanya tujuan teks eksposisi maka itu sama halnya bertanya tentang apa gunanya teks eksposisi ada atau dibuat.


Teks eksposisi sendiri sesuai dengan pengertian teks eksposisi dan ciri ciri teks eksposisi, memiliki tujuan untuk memberitahukan secara jelas dan terang kepada pembaca atau penyimak sehingga tidak terjadi perbedaan penerimaan kepada setiap penyimak atau setidaknya meminimalisir perbedaan penerimaan informasi yang ada.


Selain itu, apalagi tujuan teks eksposisi? Tujuan lainnya adalah agar karangan tersebut dapat membuat pembaca tertarik untuk terus membaca karangan tersebut (mendukung bentuk teks lain seperti argumentatif, dan banyak lagi). (Kemendikbud, 2015:33).


Langkah-Langkah Pembuatan Teks Eksposisi

Berikut ini terdapat beberapa langkah-langkah pembuatan teks eksposisi:


1. Menentukan topik yang akan disajikan

langkah awal  yang harus dilakukan saat akan membuat sebuah teks eksposisi adalah dengan menentukan tema. Dengan menentukan terlebih dahulu tema yang akan di bahas, maka pada saat menulis lebih terfokus pada tema tersebut sehhingga dapat lebih menjiwai tulisan yang dibuat.

Adapun sifat topik-topik yang dikembangkan dalam teks eksposisi, sebagai berikut:

  • Data factual adalah sebuah  keadaan  dimana sebuah kejadian benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang seperti apa suatu alat dapat bekerja, bagaimana suatu peristiwa bias terjadi, dan sebagainnya.
  • Suatu analisa atau penafsiran objektif terhadap sebuah fakta.
  • Fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian.

2. Menentukan tujuan penulisan teks eksposisi

Dalam menulis sebuah teks anda harus memahami untuk tujuan apa teks tersebut anda susun. Sehingga teks yang anda tulis dapat tepat sasaran dan dapat memberikan penjelasan kepada pembaca.


3. Memilih data yang sesuai dengan tema

Data yang dijabarkan atau dituliskan harus sesuai dengan tema teks diskusi, agar isinya dapat menjadi satu-kesatuan yang utuh dan tidak membingungkan pembaca dalam memahami apa yang dituliskan. Data dapat diperoleh dari pengamatan langsung, buku, majalah, wawancara, atau yang lainnya.


4. Membuat kerangka-kerangka

Kerangka-kerangka disusun untuk memudahkan penyususnan teks eksposisi. Kerangka-kerangka dapat merupakan struktur yang membangun teks eksposisi.


5. Mengembangkan kerangka-kerangka

Setelah menyusun kerangka-keangka. Anda dapat menuliskan hal-hal yang akan disampaikan dalam teks eksposisi. Perlu diingat bahwa teks eksposisi bersifat informative, objektif, dan logis sehingga anda harus dapat menjelaskan maksud dari topic yang telah anda tentukan dan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan tersebut.


Pola Pengembangan Teks Eksposisi

Berikut ini terdapat beberapa pola pengembangan teks eksposisi, antara lain sebagai berikut:


  • – pola umum-khusus (deduksi)

Adalah paragraf yang dimulai dari hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat pendukung yang khusus


  • – pola khusus-umum (induksi)

Adalah paragraf yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang bersifat umum.


  • – pola perbandingan

Adalah paragraf yang membandingkan dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan, seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)


  • – pola pertentangan/kontras

Adalah paragraf yang mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun, walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun begitu


  • – pola analogi

Adalah paragraf yang menunjukkan kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi


  • – pola pengembangan proses

Adalah pola pengembangan paragraf yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu.


  • – pola pengembangan klasifikasi.

Adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu.


  • – pola pengembangan contoh/ilustrasi

Adalah paragraf yang berfungsi untuk memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat abstrak. Kata penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya)


  • – pola pengembangan difinisi

Adalah paragraf yang berupa pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca.


  • – pola sebab akibat

Adalah pola pengembangan dimana sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya.


Contoh Teks Ekposisi

Kebersihan Lingkungan

Lingkungan ialah segala sesuatu yang ada disekitar manusia dan berhubungan timbale balik. Lingkungan ada bermacam-macam jenisnya. Lingkungan yang ada disekitar kita misalnya ialah lingkungan rumah dan lingkungan sekolah. Lingkungan yang ada disekitar kita ialah tanggung jawab kita sebagai penghuninya. Apabila kita tidak merawat lingkungan tempat kita tinggal maka kita akan merasakan akibatnya nanti. Kebersihan lingkungan sangat penting bagi makhluk hidup yang ada di lingkungan tersebut.


Kebersihan lingkungan ialah salah satu hal yang wajib di suatu lingkungan, jika lingkungan kita kotor, kita akan merasa risih dan kurang konsentrasi. Oleh karena itu kebersihan lingkungan perlu dijaga. Untuk cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah misalnya dengan membuang sampat pada tempatnya, tidak membuang sampah di kolong meja maupun di tempat lain selain di tempat sampah dan melaksanakan tugas piket dengan sebaik-baiknya.


Sedangkan cara menjaga kebersihan lingkungan runah misalnya dengan menyapu rumah dan halaman secara rutin, seusai makan piring langsung segera dicuci agar tidak menumpuk dan menyebabkan bau yang kurang sedap. Membersihkan lingkungan harus dilakukan setiap saat karena jika kita menunda nunda, maka lama kelmaan akan terasa malas untuk melakukannya. Selain itu kebersihan lingkungan bisa dijaga kerja bakti, kerja bakti membersihkan lingkungan biasanya mengikuti program 3M untuk membasmi nyamuk-nyamuk demam berdarah 3M yakni mengubur, menguras dan menutup.


Kebersihan lingkungan sangat diperlukan dan suatu hal yang wajib bagi suatu lingkungan. Jika lingkungan kita bersih, kita akan merasa nyaman, tenang dan konsentrasi dalam melakukan berbagai hal. Tetapi jika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan bisa mendapatkan penyakit. Jika kita kosentrasi hasil yang kita capai biasanya lebih baik dari pada saat kita tidak berkonsentrasi. Selain itu kebersihan lingkungan perlu dijaga karena jika tidak akan menimbulkan berbagai penyakit.


Contoh penyakit yang mungkin terjadi karena kita tidak menjaga kebersihan lingkungan misalnya tipes, demam berdarah, cacingan, sakita kulit, malaria, PES ataupun Leptopspirosis. Semua penyakit yang sudah disebutkan tersebut bisa menyebabkan kematian, oleh karena itu kita sangat memerlukan kesadaran tentang kebersihan lingkungan. Jika kita menjaga lingkungan dengan baik, lingkungan juga akan menjaga kita.

Baca Artikel Terkait Tentang Materi : 20 Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya [LENGKAP]


Demikianlah pembahasan mengenai Teks Eksposisi – Ciri, Fungsi, Struktur, Kaidah & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan