Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Diposting pada

Teori Kepemimpinan – Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Gaya – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kepemimpinan yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, teori, fungsi dan gaya, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Teori Kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan

Daftar Isi Artikel Ini :

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan. Kepemimpinan dapat secara formal maupun informal yang timbul diluar struktur organisasi. Tidak semua pemimpin adalah para manajer dan tidak semua manajer adalah para pemimpin, karena dengan adanya hak-hak yang dimiliki oleh manajer, tidak menjamin mereka untuk dapat memimpin secara efektif.


Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat 45 pengertian kepemimpinan menurut para ahli, terdiri atas:


  1. Menurut George R. Terry (1972:458)

Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi.


  1. Menurut Ralph M. Stogdill dalam Sutarto (1998b:13)

Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan.


  1. Menurut Sutarto (1998b:25)

Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Kepemimpinan Transformasional” Pengertian & ( Ciri – Prinsip )


  1. Menurut Stoner

Kepemimpinan adalah suatu proses mengenai pengarahan dan usaha untuk mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan anggota kelompok.


  1. Menurut Hemhiel dan Coons (1957:7)

Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama (shared goal).


  1. Menurut Rauch dan Behling (1984:46)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan.


  1. Menurut Jacobs dan Jacques (1990:281)

Kepemimpinan adalah sebuah proses memberi arti terhadap usaha kolektif, dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.


  1. Menurut Wahjosumidjo (1987:11)

Kepemimpinan pada hakikatnya adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan(ability) dan kesanggupan (capability). Kepemimpinan juga sebagai rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut, dan situasi.


  1. Menurut Koontz & O’donnel

Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.


  1. Menurut Wexley & Yuki (1977)

Kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian, Macam – Macam Dan Cara Penanggulangan Disintegrasi Sosial


  1. Menurut Fiedler (1967)

Kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.


  1. Menurut John Pfiffner

Kepemimpinan adalah kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki.


  1. Menurut Davis (1977)

Mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat.


  1. Menurut Ott (1996)

Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain.


  1. Menurut Locke et.al. (1991)

Mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama Dari kelima definisi ini, para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi, kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain.


  1. Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)

Kepemimpinan adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.


  1. Menurut Young (dalam Kartono, 2003)

Kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.


  1. Menurut Moejiono (2002)

Memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli


  1. Menurut Ordway Tead (1929)

Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.


  1. Menurut Rauch & Behling (1984)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.


  1. Menurut Katz & Kahn (1978)

Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.


  1. Menurut Hemhill & Coon (1995)

Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).


  1. Menurut William G.Scott (1962)

Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.


  1. Menurut Stephen J.Carrol & Henry L.Tosj (1977)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.


  1. Menurut Dr. Thomas Gordon

“Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups. Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.


  1. Menurut Tannenbaum, Weschler,& Massarik (1961)

Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.


  1. Menurut P. Pigors (1935)

Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli


  1. Menurut Kartini Kartono (1994 : 48)

Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.


  1. Menurut G U. Cleeton dan C.W Mason (1934)

Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.


  1. Menurut Locke & Associates (1997)

Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama.


  1. Menurut John W. Gardner (1990)

Kepimpinan sebagai proses Pemujukan di mana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.


  1. Menurut Theo Haiman & William G.Scott (1974)

Kepemimpinan adalah proses orang-orang diarahkan ,dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.


  1. Menurut Duben (1954)

Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.


  1. Menurut F.A.Nigro (1965)

Kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang-orang lain.


  1. Menurut Reed (1976)

Kepimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itu dapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.


  1. Menurut G.L.Feman & E.K.aylor (1950)

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.


  1. Menurut James M. Black (1961)

Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.


  1. Menurut Harold Koontz (1989)

Pengaruh, seni,atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.


  1. Menurut R.K. Merton

Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.


  1. Menurut F. I. Munson

Kepemimpinan adalah sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli


  1. Menurut Tannenbaum, Weschler dan Massarik

Kepemimpinan adalah sebuah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan pada keadaan tertentu, serta diarahkan lewat proses komunikasi, menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu atau lebih.


  1. Menurut C. Schenk

Kepemimpinan adalah manajemen mengenal seseorang dengan jalan persuasi & inspirasi bukan melalui pengarahan dan semacamnya, atau bahkan paksaan, ancaman yang terselubung.


  1. Menurut H. Kootz dan O’ Donnel

Kepemimpinan adalah aktifitas mempersuasi orang agar mau bekerjasama dalam suatu pencapaian tujuan bersama.


  1. Menurut Tead, Terry dan Hoyt

Kepemimpinan adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.


  1. Menurut Georger R. Terry

Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama. Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang.


Fungsi Kepemimpinan

Berikut ini terdapat beberapa fungsi kepemimpinan, terdiri atas:


  • Fungsi Perencanaan

Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :

  1. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan
  2. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta-fakta yang diketahui
  3. Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.

    Perencanaan meliputi dua hal, yaitu :

  4. Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus menerus.
  5. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang dan menentukan prosedur-prosedur yang diperlukan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Budaya Organisasi – Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Pentingnya, Tujuan & Jenisnya


Setiap rencana yang baik akan berisi :

  1. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat dipahami
  2. Penggunaan sumber-sumber enam M secara tepat
  3. Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut

  • Fungsi memandang ke depan

Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.


  • Fungsi pengembangan loyalitas

Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari-hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.


  • Fungsi Pengawasan

Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .


  • Fungsi Mengambil Keputusan

Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.


Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari :

  1. Perasaan, firasat atau intuisi
  2. Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional
  3. Pengalaman baik yang langusng maupun tidak langsung.
  4. Wewenang formal yang dimiliki oleh pengambil keputusan.

Dalam pengambilan keputusan seorang pemimpin dapat menggunakan metode-metode sebagai berikut :

  1. Keputusan-keputusan yang sifatnya sederhana individual artinya secara sendirian.
  2. Keputusan-keputusan yang sifatnya seragam dan diberikan secara terus menerus dapat diserahkan kepada orang-orang yang terlatih khusus untuk itu atau dilakukan dengan menggunakan komputer.
  3. Keputusan-keputusan yang bersifat rumit dan kompleks dalam arti menjadi tanggung jawab masyarkat lebih baik diambil secara kelompok atau majelis.
  4. Keputusan-keputusan yang bersifat rumit dan kompleks sebab masalahnya menyangkut perhitungan-perhitungan secara teknis agae diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan diambil keputusannya.

  • Fungsi memberi motivasi

Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajinbekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Demokrasi – Pengertian, Macam, Prinsip, Ciri, Sejarah Dan Contohnya


Di lain pihak, seorang pemimpin harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang menyeleweng, yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga merugikan organisasi, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya, seorang pemimpin perlu menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi semua pegawai sehingga tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah diberikan kepada mereka.


Karakteristik Kepemimpinan

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik kepemimpinan, terdiri atas:


  1. Penyingkapan diri

Penyingkapan diri adalah menempatkan posisi dan mempresentasikan pandangan atau pendapat Anda dengan hal yang positif dan baik. Dengan demikian, orang lain akan merasa aman dan nyaman dalam mengungkapkan perasaan.


  1. Wawasan

Maksudnya kemampuan seorang pemimpin dalam membaca atau mengenal karakter orang lain. Hal ini akan bermanfaat dalam menyelesaikan bila ada timbul masalah.


  1. Tanggung jawab pribadi

Merealisasikan berarti memiliki tanggung jawab pribadi untuk menggapai hasil. Banyak pemimpin sekarang mengharapkan perubahan dan menuntut hasil tetapi tidak berpartisipasi dalam berusaha dan tidak diperhitungkan dlm menentukan kesuksesan perusahaan. Pemimpin semacam ini perlu umpan balik dan duduk bersama dalam membuat keputusan. Pemimpin sekarang perlu terlibat aktif dan bertanggung jawab terhadap proses pengembangan dan implementasi.


  1. Agen perubahan ( Agent of Change)

Pemimpin yang kreatif,inovatif dan enerjik penuh dengan gagasan,ide yang brillian.


  1. Pengembang

Pandai atau bijaksana dalam menempatkan diri. Kapan harus diam,bicara, berempati dan memberikan pemahaman.


  1. Pemegang saham

Pemimpin yang mampu dalam memberi kepercayaan kepada bawahannya, mendelegasikan dan memberikan peluang kepada karyawan untuk menyumbangkan kreatifitas kepada suatu posisi.


  1. Keterampilan mengatasi stres

Masalah pasti akan selalu ada, namun yang terpenting bagi seorang pemimpin adalah mengerti bagaimana ilmu menangani masalah (jangan sampai menuju ke titik stress)


  1. Ekspresi

Menghargai seseorang, empati terhadap  situasi, fokus pada masalah,  bukan pada pribadi,


  1. Menjinakkan anomi perusahaan/organisasi

Apa itu Anomi ?

Anomi adalah atau nilai inti yg tidak dijunjung bersama, kode etik yg tidak dijadikan rujukan.

  • Memimpin dengan konsisten, jujur dan penuh integritas.
  • Berbagi visi, mencontoh perilaku yang dapat diterima.
  • Membangun tim yang sinergis.

  1. Harmoni

Semua usaha dinamis menyatu untuk menggapai kebaikan bersama.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Administrasi Perkantoran – Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup, Unsur, & Fungsinya


Teori Kepemimpinan

Berikut ini terdapat beberapa teori kepemimpinan, terdiri atas:


  • Teori Sifat (Traits Theory)

Teori ini mengajarkan bahwa kepemimpinan itu memerlukan serangkaian sifat-sifat, cirri-ciri atau perangai tertentu yang menjamin keberhasilan pada setiap situasi. Seorang pemimpin akan berhasil apabila memiliki sifat-sifat, ciri-ciri perangai tersebut. Teori ini berkesimpulan bahwa kepemimpinan “orang besar” didasarkan ada sifat-sifat yang dibawa sejak lahir, jadi merupakan suatu yang diwariskan. Itulah sebabnya teori ini dikenal sebagai “teori genetis”. Artinya, pemimpin-pemimpin adalah dilahirkan dan dibentuk.


  • Teori Lingkungan (Environmental Theory)

Teori ini berasumsi bahwa munculnya pemimpin-pemimpin itu merupakan hasil dari waktu, tempat, dan keadaan atau situasi dan kondisi.Situasi dan kondisi tertentu melahirkan tantangan-tantangan tertentu.Dan dengan sendirinya diperlikan orang-orang yang memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu yang cocok.Kebangkitan dan kejatuhan seorang pemimpin dixebabkan oleh situasi dan kondisi.


Sejalan dengan teori ini adalah teori social, yang menyatakan bahwa pemimpin-pemipin dibentuk bukannya dilahirkan (leader are made not born). Seseorang akan muncul sebagai pemimpin jika ia berada dalam lingkungan social, yaitu sustu kehidupan kelompok, dan memanfaatkan situasi dan kondisi social untuk bertindak dan berkarya mengatasi masalah-masalah social yang timbul.


  • Teori Pribadi dan Situasi (Personal situation Theory)

Teori ini berasumsi bahwa kepemimpinan merupakan produk dari terrkaitnya tiga factor yaitu:

  1. Perangai (sifat-sifat) pribadi dari pemimpin.
  2. Sifat dari kelompok dan anggota-anggotanya.
  3. Kejadian-kejadian (atau masalah-masalah) yang dihadapi oleh kelompok.

Penganut teori ini ada yang menyatakan bahwa: studi tentang kepemimpinan harus berkenaan dengan status, interaksi, persepsi dan perilaku individu-individu dalam hubungan dengan anggota-anggotanya lain dari kelompok yang terorganisasi.


Pemimpin harus mengenal dirinya (dalam arti sifat-sifatnya, mengenal kelompok yang dipimpin, mengenla situasi dan kondisi) untuk selanjutnya mengembangkan sifat-sifatnya sendiri kea rah yang sesuai dengan kelompok yang dipimpinnya dan sesuai pula dengan situasi dan kondisi dimana ia memimpin.


  • Teori Interaksi dan Harapan

Teori ini berasumsi bahwa semakin terjadi interkasi dan partisipasi dalam kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai atau menyayangi astu sama lain dan semakin memperjelas pengertian atas norma-norma kelompok. Demikian pula semakin tinggi seseorang dalam kelompok,semakin mendekati kesesuaian kegiatannya denagn norma-norma, semakin luas jangkauan interaksinya dan semakin besar pula jumlah anggota kelompok yang tergerak. Yang penting harus dijaga agar aksi-aksi pemimpin tidak menegecewakan.


  • Teori Humanistik (Humanistik Theory)

Teori ini berasumsi bahawa seorang pemimpin bisa dikatakan berahsil dalam mengolah sesuatu organisasi jika ia mampu memberdayakan orang-orang yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, ia mampu membuat organisasi sedemikian rupa sehingga member kebebasan dan kelonggaran kepada individu untuk mewujudkan motivasinya sendiri yang potensial untuk memenuhi kebutuhannya dan pada saat yang bersamaan member sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi.


  • Teori Tukar-menukar (Exchange Theory)

Teori ini berasumsi bahwa interaksi social menggambarkan suatu bentuk tukar-menukar dimana anggota-anggota kelompok memberikan konstribusi dengan pengorbanan-pengorbanan kempok anggota-anggota yang lain. Proses ini sesungguhnya menekankan adanya “give and take” antara pemimpin dan yang dipimpin. Itulah sebabnya teori ini juga dinamai sebagai teori beri-memberi.


  • Teori Kepemimpinan Psikonalisis

Seseorang berperilaku tertentu barangkali bukan karena untuk memenuhi kepentingan bawahanya, tetapi barangkali untuk mengkompensasi kepribadiannya yang frustasi.Teori ini mengatakan bahwa manusia sangat kompleks.Penampilan luar tidak dapat dijadikan pegangan. Analis perlu kembali pada teori alam/manusia yang paling dasar untuk  memahami perilaku manusia atau oemimpin yang sangat kompleks.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Lembaga Politik – Pengertian, Fungsi, Ciri, Konsep Dan Contohnya


  • Teori Kepemimpinan Romantis

Teori ini mengatakan bahwa pemimpin ada karena pengikutnya.Para pengikut ini mengembangkan pandangan “romantic” (ideal) mengenai adanya pemimpin yang dapat membantu mereka mencapai tujuannya atau memperbaiki hidup mereka.Pemimpin dibutuhkan untuk membantu menyedrhanakan permasalahan dunia yang sangat kompleks. JIka bawahan sudah tidak mempercayai pwmimpinnya, efektifitas kepemimpinan akan hilang, tidak peduli denag tindakan pemimpin tersebut. Jika bawahan sudah mampu mengorganisir mereka sendiri, maka pemimpin tidak akan diperlukan lagi.


  • Kepemimpinan Transformal Kharismatik

Pemimpin transaksional adalah sesorang yang menentukan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan agar mereka dapat mencapai tujuan mereka sendiri atau organisasi, dan membantu karyawan agar memperoleh kepercayaan dalam mengerjakan tugas tersebut. Sebalikny apemimpin transformational seseorang yang memotivasi bawahan untuk mengerjakan lebih dari yang diharapkan semula dan meningkatkan rasa pentingnya bawahan dan nilai pentingnya pekerjaan


Gaya Kepemimpinan

Berikut ini terdapat beberapa gaya kepemimpinan, terdiri atas:


  1. Gaya Kepemimpinan Otokratik

Menurut Sudarwan Danim (2004: 75) kata otokratik diartikan sebagai tindakan menurut kemauan sendiri, setiap produk pemikiran dipandang benar, keras kepala, atau rasa aku yang keberterimaannya pada khalayak bersifat dipaksakan. Kepemimpinan otokratik disebut juga kepemimpinan otoriter.


Mifta Thoha (2010: 49) mengartikan kepemimpinan otokratis sebagai gaya yang didasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan otoritas. Jadi kepemimpinan otokratik adalah kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan sikapnya yang menang sendiri, tertutup terhadap saran dari orang lain dan memiliki idealism tinggi.


Menurut Sudarwan Danim (2004: 75) pemimpin otokratik memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Beban kerja organisasi pada umumnya ditanggung oleh pemimpin.
  • Bawahan, oleh pemimpin hanya dianggap sebagai pelaksana dan mereka tidak boleh memberikan ide-ide baru.
  • Bekerja dengan disiplin tinggi, belajar keras, dan tidak kenal lelah.
  • Menentukan kebijakan sendiri dan kalaupun bermusyawarah sifatnya hanya penawar saja.
  • Memiliki kepercayaan yang rendah terhadap bawahan dan kalaupun kepercayaan diberikan, didalam dirinya penuh ketidakpercayaan.
  • Komunikasi dilakukan secara tertutup dan satu arah.
  • Korektif dan minta penyelesaian tugas pada waktu sekarang.

  1. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Menurut Sudarwan Danim (2004: 75) kepemimpinan demokratis bertolak dari asumsi bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuantujuan yang bermutu tercapai. Mifta Thoha (2010: 50) mengatakan gaya kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikut sertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.


Menurut Sudarwan Danim (2004: 76) pemimpin demokratis memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Beban kerja organisasi menjadi tanggung jawab bersama personalia organisasi itu.
  • Bawahan, oleh pemimpin dianggap sebagai komponen pelaksana secara integral harus diberi tugas dan tanggung jawab.
  • Disiplin akan tetapi tidak kaku dan memecahkan masalah secara bersama.
  • Kepercayaan tinggi terhadap bawahan dengan tidak melepaskan tanggung jawab pengawasan
  • Komunikasi dengan bawahan bersifat terbuka dan dua arah.

  1. Gaya Kepemimpinan Permisif

Menurut Sudarwan Danim (2004: 76) pemimpin permisif merupakan pemimpin yang tidak mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba boleh. Pemimpin memberikan kebebasan kepada bawahannya, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat terhadap suatu permasalahan. Pemimpin yang permisif cenderung tidak konsisten terhadap apa yang dilakukan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Sistem Politik Menurut Para Ahli


Menurut Sudarwan Danim (2004: 77) pemimpin permisif memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Tidak ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri sendiri.
  • Mengiyakan semua saran.
  • Lambat dalam membuat keputusan.
  • Banyak “mengambil muka” kepada bawahan.
  • Ramah dan tidak menyakiti bawahan.

Demikianlah pembahasan mengenai Teori Kepemimpinan – Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Gaya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂