Tujuan Pidato

Diposting pada

Definisi Pidato

Pidato adalah suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan suatu gambaran mengenai suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi serta pernyataan tentang hal-hal atau peristiwa penting dan juga patut untuk diperbincangkan. Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin guna memimpin dan berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.

Tujuan-Pidato


Pengertian Pidato

Pidato adalah suatu ucapan yang memiliki susunan yang baik guna disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato penting seperti pidato kenegaraan, pidato dalam menyambut hari besar, pidato untuk membangkitkan semangat, dan lain sebagainya.


Pidato yang baik adalah suatu pidato dapat memberikan kesan positif bagi orang-orang banyak yang mendengarkan pidato yang disampaikan tersebut. Kemampuan dalam berpidato atau berbicara di depan publik dapat membantu dalam meraih jenjang karir yang baik.


Berpidato merupakan salah satu wujud dalam kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan serta penalaran dengan memakai bahasa lisan yang didukung aspek nonbahasa, seperti ekspresi wajah, pelafalan, kontak pandang, dan intonasi suara. Pidato yang baik memerlukan beberapa kriteria. Berikut kriteria dalam berpidato.


Baca Juga : Pola Kalimat


Kriteria Berpidato

  1. Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan atau acara yang berlangsung.

  2. Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar pidato tersebut.

  3. Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.

  4. Isinya benar, objektif, dan jelas.

  5. Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.

  6. Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.


Tata Cara dan Etika Berpidato

Tata cara berpidato merujuk kepada langkah-langkah serta urutan darimana untuk memulai berpidato, mengembangkan, dan mengakhiri pidato. Etika berpidato lebih merujuk pada nilai-nilai kepatutan yang harus diperhatikan serta dijunjung ketika pada saat seseorang sedang berpidato.


Urutan dalam berpidato biasanya diawali dari pembukaan, sajian isi pidato, dan penutup. Pembukaan berisi sapaan kepada pihak-pihak yang telah diundang dan hadir dalam acara atau kegiatan tersebut. Sajian isi pidato merupakan hasil dari penjabaran gagasan pokok-pokok yang akan disampaikan pada saat berpidato. Sajian isi perlu diperinci sesuai dengan kondisi waktu yang disediakan. Penutup pidato berisi tentang penyegaran kembali dari gagasan pokok yang telah disampaikan, harapan, dan ucapan terima kasih kepada para pendengar atas partisipasinya.


Etika berpidato menjadi pegangan penting bagi orang yang akan berpidato. Pada saat berpidato, tidak boleh menyinggung perasaan orang lain dan berupaya untuk menghargai serta membangun rasa optimisme bagi para pendengarnya. Selain itu, diperhatikan juga keterbukaan, kejujuran, empati, serta persahabatan yang perlu diusahakan dalam berpidato.


Tujuan Pidato

Tujuan pidato antara lain :

  1. Mempengaruhi orang lain supaya mau mengikuti apa kemauan kita dengan suka rela.

  2. Memberikan suatu pemahaman atau sebuah informasi kepada orang lain.

  3. Membuat orang lain merasa senang dengan pidato yang disampaikan dan menghibur sehingga orang lain senang dengan apa yang disampaikan.


Baca Juga : Contoh Kalimat Majemuk Campuran – Pengertian, Macam, Ciri Dan Jenisnya


Metode Pidato

Menurut ada tidaknya persiapan sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan ada empat macam pidato, antara lain:

  • Impromptu (serta merta)

Metode ini merupakan pidato yang apabila Anda menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato.

Keuntungan :

  1. lebih mengungkapkan perasaan pembicara
  2. gagasan datang secara spontan
  3. memungkinkan Anda terus berpikir

Kerugian :

  1. menimbulkan kesimpulan yang mentah

  2. mengakibatkan penyampaian tidak lancer

  3. gagasan yang disampaikan ngawur

  4. demam panggung


  • Manuskrip

Merupakan pidato dengan naskah. Di sini tidak berlaku istilah ‘menyampaikan pidato’ tapi ‘membacakan pidato’. Manuskrip dibutuhkan oleh tokoh nasional, sebab kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan kekacauan nasional.

Keuntungan :

  1. kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya
  2. pernyataan dapat dihemat
  3. kefasihan bicara dapat dicapai
  4. tidak ngawur
  5. manuskrip dapat diperbanyak

Kerugian :

  1. komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung pada mereka

  2. pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik

  3. pembuatannya lebih lama


Baca Juga : Paragraf Deskripsi – Pengertian, Cotoh, Ciri, Jenis, Tujuan Dan Unsurnya


  • Memoriter

Merupakan pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata.

Keuntungan :

  1. kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya
  2. gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian

Kerugian :

  1. komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara beralih pada usaha untuk mengingat kata-kata

  2. memerlukan banyak waktu


  • Ekstemporan

Merupakan pidato sudah dipersiapkan sebelumnya berupa garis besar dan pokok penunjang pembahasan (supporting points), tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata.

Keuntungan :

  1. komunikasi pembicara dengan pendengar lebih baik
    pesan dapat fleksibel

Kerugian :

  1. kemungkinan menyimpang dari garis besar

  2. kefasihan terhambat karena kesukaran memilih kata-kata


Baca Juga : Teater Tradisional dan Modern


Ciri-Ciri Pidato yang Baik

  1. Memiliki tujuan yang jelas

  2. Isinya mengandung kebenaran

  3. Cara penyampaiannya sesuai dengan para pendengar

  4. Menciptakan suasana efektif dengan pendengar

  5. Penyampaiannya jelas dan juga menarik

  6. Menggunakan intonasi, artikulasi, dan volume yang jelas

  • Artikulasi merupakan bagaimana cara melafalkan bunyi bahasa

  • Intonasi merupakan naik turunnya lagu kalimat

  • Volume yaitu kuat lemahnya dalam mengucapkan suatu kata-kata atau kalimat


Fungsi Pidato

  • Mempermudah komunikasi antara atasan dengan bawahan.

  • Mempermudah komunikasi antara sesama anggota dalam suatu organisasi.

  • Menciptakan keadaan yang kondusif dimana cukup 1 orang saja yang melakukan orasi tersebut.

  • Mempermudah komunikasi.


Sistematika Berpidato

  1. Pendahuluan atau pembukaan

  2. Salam pembuka

  3. Sapaan kepada para pendengar yang disampaikan secara runtut

  4. Ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa

  5. Pengantar ke topik

  6. Isi

  7. Penutup

  8. Ucapan terimakasih

  9. Salam


Baca Juga : Contoh Kata Sandang dalam Kalimat


  • Persiapan Pidato

Sebelum memberikan pidato di depan khalayak umum, alangkah baiknya untuk melakukan berbagai persiapan. Berikut persiapan sebelum berpidato.

  1. Wawasan pendengar pidato secara umum
  2. Mengetahui durasi lama waktu pada saat berpidato
  3. Menyusun kata-kata sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh para pembaca
  4. Mengetahui jenis pidato serta tema acara.
  5. Menyiapkan berbagai bahan dan perlengkapan pidato

  • Sifat-Sifat Pidato

Berdasarkan pada sifat, pidato dapat dibedakan menjadi :

  1. Pidato pembukaan merupakan suatu pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau dapat disebut dengan mc.

  2. Pidato pengarahan merupakan pidato guna mengarahkan pada suatu acara pertemuan.

  3. Pidato sambutan merupakan pidato yang disampaikan pada acara kegiatan yang dapat dilakukan beberapa orang dan dengan waktu yang terbatas secara bergantian.

  4. Pidato peresmian merupakan pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh dalam meresmikan sesuatu.

  5. Pidato laporan merupakan pidato yang isinya tentang melaporkan suatu kegiatan.

  6. Pidato pertanggungjawaban merupakan pidato yang berisi mengenai laporan pertanggungjawaban.


  • Penulisan Teks Naskah Pidato

Menulis suatu naskah pidato pada hakikatnya yaitu menuangkan gagasan ide ke dalam bentuk tulisan yang siap untuk dibacakan. Pilihan, kosakata, kalimat, serta paragraf dalam menulis naskah pidato sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan menulis naskah lain. Dalam keadaan resmi atau kurang resmi akan menentukan jenis kosakata dalam menulis.


Baca Juga : Paragraf Deduktif – Contoh, Pengertian, Ciri, Jenis Dan Metodenya


  • Penyuntingan Teks Naskah Pidato

Seperti halnya makalah atau suatu artikel, naskah pidato perlu disunting. Melalui penyuntingan tersebut, naskah pidato dapat diharapkan menjadi lebih sempurna. Apa saja yang disunting? Yang disunting dapat dibagian isi, bahasa, dan penalaran dalam naskah pidato itu sendiri. Isi dari naskah pidato dicermati kembali apakah sudah sesuai dengan tujuan pidato yang akan diorasikan, sesuai dengan calon pendengar, serta sesuai dengan acara kegiatan yang digelar. Selain itu, isinya juga harus dipastikan apakah sudah benar, representative, dan juga mengandung informasi yang relevan dengan konteks naskah pidato.


Kemudian, penyuntingan terhadap bahasa lebih difokuskan kepada pilihan jenis kosakata, kalimat, dan paragraph. Ketepatan dalam pilihan kata, kalimat, dan satuan gagasan dalam paragraph menjadi pokok penting. Lalu, penalaran dalam naskah pidato juga harus disunting kembali untuk lebih memastikan apakah isi naskah pidato tersebut telah dikembangkan dengan menggunakan penalaran yang sudah tepat, misalnya dengan pola induktif, deduktif, ataupun campuran.


  • Penyempurnaan Teks Naskah Pidato

Penyempurnaan aspek bahasa dapat dilakukan dengan cara mengganti kosakata yang lebih tepat serta menyempurnakan beberapa kalimat dengan memperbaiki struktur dan gagasannya. Penyempurnaan paragraph dengan memperbaiki koherensi serta kohesi paragraph. Penambahan kalimat, penyempurnaan kalimat, maupun penghilangan suatu kalimat perlu untuk dilakukan.


  • Penyampaian Teks Naskah Pidato

Menyampaikan pidato berarti membacakan naskah pidato yang sebelumnya telah disiapkan. Namun, menyampaikan pidato bukan hanya sekadar membacakan naskah pidato itu saja, alangkah baiknya perlu juga untuk menghidupkan, menghangatkan suasana, dan menciptakan interaksi kepada para pendengar. Untuk itu, seseorang yang akan menyampaikan orasi harus dapat menganalisis situasi dan juga memanfaatkan hasil analisisnya tersebut untuk menghidupkan suasana.


Apabila pidato yang disampaikan bukan atas nama orang lain, naskah pidato tersebut dapat ditambah-tambahkan sepanjang waktunya masih memadai. Hal yang terpenting, penambahan tersebut bertujuan untuk memperkaya isi pidato, dapat menghangatkan suasana, bermanfaat, dan dapat memperjelas isi dalam naskah pidato yang disampaikan.


Baca Juga :  Syair – Pengertian, Contoh, Ciri, Struktur, Isi Dan Jenisnya


Contoh Pidato

  • Contoh Teks Pidato Dengan Tema Pergaulan Remaja

Salam sejahtera saya haturkan

Puja dan puji syukur mari senantiasa kita panjatkan terhadap Tuhan yang maha Esa yang tak henti-hentinya memberikan kita rahmat serta nikamt-Nya terhadap kita.

Para hadirin yang saya muliakan

Teman-teman yang saya cintai

Remaja adalah masa dimana kita sebenarnya dihadapkan akan banyak tantangan dan masalah. Diusia remaja segala hal negatif sebenarnya sangat dekat dengan kita. Disini kita dituntut untuk dapat memilih serta memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita. Jangan pernah salah dalam memilih, dan jangan asal-asalan dalam menentukan pilihan.

Pada masa remaja kita akan melewati banyak godaan serta iming-iming yang sejatinya hanya akan menjerumuskan kita kedalam lembah yang sangat berbahaya. Mari senantiasa membuka diri dan waspada akan setiap hal buruk yang mengintai dibelakang kita.

Pergaulan merupakan salah satu bagian dari perjalanan kita sebagai remaja yang harus selalu kita perhatikan. Kesalahan dalam bergaul akan mengakibatkan kita terjatuh, dan memupus semua harapan kita. Kita harus mampu mempertahankan apa yang menjadi impian kita. Mari terus menjadi diri yang tegap, ingat pesan bapak/ibu kita bahwa dalam perjalanan yang panjang untuk mengejar impian kita didepan banyak sekali hal-hal yang akan membelokkan kita.

Remaja harus selalu berprilaku sehat. Hindari cara bergaul dengan orang yang salah. Tidak semua dari apa yang kita lihat dan ditawarkan kepada kita baik adanya untuk kita. Amalkan pola hidup dan cara berfikir yang sehat agar kita terus bisa berada pada jalan yang tepat. Banyak hal yang bisa menjerumuskan kita kedalam sebuah kondisi yang sangat buruk, salah satunya adalah pergaulan yang salah.

Bagaimana semestinya kita dalam bergaul. Bagaimana etika pergaulan yang harus selalu kita jaga. Pergaulan harus dapat kita batasi guna selalu dpaat membedakan mana yang diluar batas dan mana yang masih terlihat pantas. Jangan membiarkan diri kita larut dalam buaian kenakalan. Jangan menjadikan diri kita pasrah akan perilaku yang menyimpang. Mari terus membuka mata hati kita bahwa tidak semua dari apa yang kita lihat pantas untuk kita sentuh.

Sebagai remaja yang baik yang menjadi harapan bagai Bapak/IBu serta bangsa marilah kita terus berupaya untuk menghindarkan diri dari sederet tindakan bermasalah. Mari senantiasa memberikan prioritas terhadap cara bergaul yang baik, karena ini bagian dari kiat awal kita untuk menggapai impian kita.

Mari kita melakukan instropeksi diri, sudahkah kita menjadi remaja yang baik. Sudahkan kita bergaul dengan tata cara serta etika yang baik. Sudahkah kita menjadi remaja sesuai dengan ekspektasi bunda.

Para hadirin beserta teman-teman yang saya muliakan dan saya cintai

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga sedikit kata yang dapat saya sampaikan pada kesempatan hari ini mampu memberikan manfaat bagi para remaja khususnya, pemuda dan pemudi harapan bangsa. Semoga kami selaku remaja yang menjadi harapan bagi Ayah dan Bunda kami selalu mampu menjaga akhlak kami dan terhindar dari hal-hal negatif seperti halnya salah dalam melakukan pergaulan.


  • Contoh pidato tentang bahaya narkoba

Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat kepala sekolah
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf Tata Usaha
Dan teman-teman yang saya cintai

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang Narkoba.

Di Indonesia jumlah pengguna narkoba begitu besar, karena lemahnya penegakan hukum di Indonesia para pengedar internasional dapat bekerja sama dengan warga negara Indonesia dan memperoleh keuntungan yang besar. Penyalahgunaan Narkotika dan zat aditif lainnya itu tentu membawa dampak yang luas dan kompleks. Sebagai dampaknya antara lain perubahan perilaku, gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja secara drastis, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya.

Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah melalui program-program diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, tidak bergaul dengan pengguna atau pengedar narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan untuk menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya lebih didominasi oleh para remaja dan anak sekolah.

Sekolah juga memberikan penyuluhan kepada para siswa tentang bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba melalui Guru BP, diskusi yang melibatkan para siswa dalam perencanaan untuk intervensi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Program lain yang cukup penting adalah program waspada Narkotika dengan cara mengenali ciri-ciri siswa yang menggunakan narkoba, mewaspadai adanya tamu yang tak dikenal atau pengedar, melakukan razia dadakan.

Biasanya pengedar maupun pemakai di sekolahh telah paham betul program-program disekolah untuk pencegahan pengguna atau pemakai disekolah, mereke tentu saja mengantisipasinya dengan sebaik yang mereka bisa. Sepintar apapun kiat mereka, ibarat sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Jurus-jurus jitu menghindari deteksi sekolah memang mereka kuasai, tapi mengingat sifat narkoba yang adiktif dan menutut dosis yang lebih tinggi maka disiplin cara aman akan terkuak juga

Untuk itu marilah kita hindari dan jauhi serta ikut memberantas penggunaan narkoba. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb..


  • Contoh pidato Tentang bahaya merokok

Ass. Wr. Wb
Yang Terhormat…
Juga para hadirin yang saya…

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada panitia acara … dalam rangka menyambut hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada tanggal 31 mei setiap tahunya, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat ini dalam rangka mewujudkan hari bebas rokok ini menjadi benar-benar bisa menjadi hari yang terbebas dari asap rokok selamanya.

Rekan-rekan sekalian yang saya hormati,

Bukan menjadi rahasia umum lagi dan tidak harus dupungkiri lagi kalau dikalangan para perokok sebetulnya udah mengetahui ataupu merasakan dampaknya dari bahaya merokok tersebut, namun mereka seolah menutup mata dengan bermacam alasan, Padahal, asap rokok secara ilmiah sudah terbukti menyebabkan setidaknya 25 jenis penyakit. Artinya, saat berbagai negara — termasuk negara berkembang — memperketat peraturan soal rokok untuk melindungi kesehatan rakyatnya, namun Indonesia justru menjadi surga bagi industri rokok.

Rekan-rekan sekalian yang saya hormati,

Meskipun udah banyak perda-perda yang dikeluarkan dan udah banyak peraturan dan larangan yang telah diberlakukan, misalnya “Larangan Merokok Ditempat Umum”, tapi tidak sedikit pula atau banyak para perokok tidak mentaati peraturan yang telah berlaku tersebut, oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang baik dan juga peduli akan kesehatan, marilah kita wujudkan hidup sehat tanpa asap rokok diawali dari diri kita sendiri.

Rekan-rekan sekalian yang saya Hormati,

Berbicara soal dampak yang diakibatkan dari asap rokok yang terhirup oleh orang-orang disekitar kita, marilah kita lihat hasil penelitian yang dilakukan oleh EPA… Nasib kaum ibu bersuamikan perokok agaknya tak berbeda jauh dengan anak-anak yang memiliki keluarga perokok. Penelitian yang dilakukan EPA menghasilkan kesimpulan bahwa dari 30 wanita, 24 di antaranya berisiko tinggi terserang kanker paru-paru bila suaminya perokok. Oleh karena itu, bila kita sayang dengan orang-orang yang ada disekitar kita, dengan kesadaran sendiri, marilah kita buat peraturan-peraturan yang kita buat sendiri untuk diri kita sendiri dan untuk orang-orang yang berada disekitar kita agar terbebas dari dampak yang diakibatkan oleh diri kita sendiri.

rekan-rekan sekalian yang saya hormati.

Salah satu proses yang memang belum berdampak pada penampilan fisik perokok adalah gangguan pada sistem sirkulasi darah, yang akhirnya memicu penyakit jantung. hal ini disebabkan karena di dala rokok terdapat beberapa bahan kimia yang ada dalam rokok. Di antaranya, acrolein, merupakan zat cair yang tidak berwarna, seperti aldehyde. Zat ini sedikit banyaknya mengandung kadar alkohol. Artinya, acrolein ini adalah alkohol yang cairannya telah diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.
Rekan-rekan sekalian yang saya hormati

Karena waktu yang sangat terbatas, saya ucapkan terima kasih kepada panita yang telah memberikan waktu kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat ini. Mudah-mudahan dihari bebas tembakau sedunia ini, kita akan lebih menyayangi diri kita sendiri dengan dimulai dari menyehatkan diri sendiri.
Semoga uraian ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamu alaikum wr. wb.


  • Contoh Pidato tentang Pengaruh internet terhadap remaja

Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.

Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.

Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.

Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.

Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.

Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb


  • Contoh Pidato dalam bahasa inggris Tentang HIV/AIDS

I am honoured to be invited to address you today on a matter that so deeply affects South Africa, Africa and indeed the whole world.

HIV/AIDS has been with us for about two decades, but it remains a problem whose solution continues to elude us all. We are making some progress in understanding this challenge, but we still have a long way to go in containing its spread.

Although people from all walks of life are affected, AIDS is hitting hard at the most vulnerable sections of our society. It is the poor, the illiterate, the marginalised, the women and the children who bear most of the burden of the HIV epidemic.

The face of HIV/AIDS in South Africa has become more complex over the past 10 years. We are no longer only dealing with information and awareness, but with people that are faced with the reality of living with the disease. The vast majority of them are undiagnosed. Sebagian besar dari mereka adalah undiagnosed. They do not know their HIV status. Some of them are already falling ill but they do not know that their illnesses are related to HIV/AIDS. And even if they do know or suspect, they are reluctant to come out and talk about their condition.

I stand before you today to further consolidate our partnership in responding to this major challenge particularly the stigma that continue to be associated with it. We seek your partnership because we know that every South African citizen, every leader, bishop or priest has a special and unique role to play in combating HIV infection and caring for those living with HIV/AIDS.

The church has always played a role of caring for those who are weak and in need of support. But you have been able to initiate programmes that really make a difference in the lives of those in need of care particularly the children. The care that you have given has ot been limited only to the message of hope and spiritual well-being. I am convinced that the church can play a major role in fighting the stigma that is associated with HIV/AIDS and encourage openness and positive living amongst those who are infected and affected.

To ensure a common direction in the call for partnerships, we initiated the development of the Five Year Strategic Plan for South Africa, in 2000 in collaboration with all the key stakeholders, including the faith-based sector. It is a broad national strategic plan designed to guide the country’s response to HIV/AIDS. The plan outline four priority areas, which are: (1) Prevention, (2) Treatment, Care and Support, (3) Research, Monitoring and Surveillance and (4) Human Rights.

There can be no doubt that the faith based community has a central role to play in the implementation of this plan.

There are numerous examples of how the faith sector is responding or can respond to this challenge. I will like to raise for discussion at least four key roles that Faith-based organisations and individual members of those organisations can play in responding to HIV/AIDS.

With regard to Education, we can:
Identify resources and models for prevention education
Strengthen HIV/AIDS prevention through family enrichment
Enhance HIV/AIDS prevention through youth programmes – building a solid foundation concerning sexuality, responsible adulthood and marriage, appreciating the youth and breaking the silence about sex.

On Advocacy, we can:
Campaign against discrimination
Work together with government in achieving appropriate levels of cost-effective health care, especially home based care
Seek means to protect interests of particularly women and children
On Worship, we can
Establish an annual National Day of Prayer and Healing for all persons affected by the epidemic
Establish an interfaith Day of Prayer and Healing Service, we can
Provide care which involves encouraging and supporting those who are infected and affected
Promote ‘Family fostering’ for those who have lost their parents or guardians
Take part in providing home care which may include:
Home visits for prayer and scripture reading
Meeting physical needs for food, clothing, medical attention
Assistance in planning for the future of the family particularly children
Support for orphaned children
Assisting with basic household activities such as shopping, cleaning the house or washing clothes

At the All Africa Church and AIDS Consultation which was held in Kampala in April 1994 a “Call to Action” was developed and signed. Similarly, “A commitment on HIV/AIDS by people of faith”, was signed in Washington that same year. I will like to quote at least one section of this statement of commitment, and I quote:

“We are called by God to affirm a life of hope and healing in the midst of HIV/AIDS. Our traditions call us to embody and proclaim hope, and to celebrate life and healing in the midst of suffering.”

We therefore need to send a positive message about HIV/AIDS. We need to tell people that just because you are HIV positive today, it does not mean you will get AIDS tomorrow and die. Co-factors such as poverty, high levels of mainly childhood malnutrition, vitamin A and iodine deficiency as well as lack of other micronutrients have a major impact on how one progress to full-blown AIDS.

We have to advise those infected and affected by HIV that by eating nutritious food, managing their stress, treating any infection promptly including sexually transmitted infections and using condoms, they can live longer and lead a healthy and productive life for many years.

We need to use this opportunity to declare our response to AIDS:
We are called to love
We are called to be compassionate and care
We should commit ourselves to speaking publicly and promote HIV/AIDS prevention and ABC messages
We should promote and provide care for those who are infected and affected
We should fight the sins of discrimination and stigma
We should work together with other sectors of society to seek ways of eliminating poverty

I strongly believe that if we can leave this conference with a strong re-affirmation as the faith based leaders of this country, we will be able to provide hope for the faith community and for society as a whole: That in the spirit of love, compassion and care, through collective efforts to confront and to challenge discrimination and to empower our respective believers, we can overcome many of the challenges posed to us by HIV/AIDS.

Thank you.


Read more: http://woocara.blogspot.com/2015/10/pengertian-pidato-tujuan-pidato-metode-pidato.html#ixzz4ZCLMwOWF

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan