Vulkanik Gunung Api

Diposting pada

Pengertian Vulkanisme dan vulkanik

Vulkanik didefinisikan sebagai tempat munculnya batuan leleran dan rempah lepas gunung api yang berasal dari dalam bumi, jenis atau kegiatan magma yang sedang berlangsung serta bentuk timbulan dipermukaan bumi yang dibangun oleh timbunan rempah gunungapi. Definisi yang lain menyatakan bahwa gunungapi ialah tempat dimana magama keluar kepermukaan bumi.Dari definisi diatas bahwa bentuk luar dari suatu gunungapi tidak perlu berbentuk kerucut melainkan dapat berbentuk lain yaitu hanya berupa lubang kepundan saja atau bentuk lain sebagai rekah memanjang.

Vulkanik-Gunung-Api

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema. Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava.Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.


Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.


Produk Vulkanisme

Proses Vulkanisme menghasilkan beberapa produk yang dihasilkan yaitu:


  1. Leleran lava

Leleran-lava

Leleran lava merupakan cairan lava yang pekat dan panas dapat merusak segala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung dari kekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka makin jauh jangkauan alirannya.Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 800o 1200o C. Pada umumnya di Indonesia, leleran lava yang dierupsikan gunung api, komposisi magmanya menengah sehingga pergerakannya cukup lamban sehingga manusia dapat menghindarkan diri dari terjangannya.Leleran lava dapat merusak segala bentuk infrastruktur.


  1. Aliran piroklastik (awan panas)

Aliran-piroklastik-(awan-panas)

Aliran piroklastik dapat terjadi akibat runtuhan tiang asap erupsi plinian, letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran piroklastik sangat dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau lembah. Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi oleh pelepasan gas dari magma atau lava atau dari udara yang terpanaskan pada saat mengalir. Kecepatan aliran dapat mencapai 150 250 km/jam dan jangkauan aliran dapat mencapai puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air/laut. Awan panas mempunyai mobilitas dan suhu tinggi sangat berbahaya bagi penduduk sekitar gunungapi.


  1. Jatuhan piroklastik

Jatuhan-piroklastik

Jatuhan piroklastik terjadi dari letusan yang membentuk tiang asap cukup tinggi, pada saat energinya habis, abu akan menyebar sesuai arah angin kemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hujan abu ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro dan pada ketebalan tertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapat menggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya bagi jalur penerbangan. Hujan abu dapat merusak tanaman, merobohkan rumah, mengganggu pernafasan dan membahayakan jalur penerbangan pesawat.


  1. Lahar letusan

Lahar-letusan

Lahar letusan terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air alam kawah cukup besar akan menjadi ancaman langsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas. 5. Gas vulkanik beracun Gas beracun umumnya muncul pada gunung api aktif berupa CO, CO2, HCN, H2S, SO2 dll, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh.


Sesuai wujudnya, ada tiga jenis bahan atau material yang dikeluarkan oleh adanya tenaga vulkanisme. Material tersebut adalah material padat, cair, dan gas.

  • Benda padat (efflata) adalah debu, pasir,lapili (batu kerikil) batu-batu besar (bom), dan batu apung.
  • Benda cair (effusive) adalah bahan cair yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme, yaitu lava, lahar panas,dan lahar dingin. Lava adalah magma yang keluar ke permukaan bumi. Lahar panas adalah lahar yang berasal dari letusan gunung berapi yang memiliki danau kawah (kaldera), contoh kaldera yang terkenal di Indonesia adalah kawah Bromo. Lahar dingin adalah lahar yang berasal dari bahan letusan yang sudah mengendap, kemudian mengalir deras menuruni lereng gunung.
  • Benda gas (ekshalasi) adalah bahan gas yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme antara lain solfatar, fumarol, dan mofet. Solfatar adalah gas hidrogen sulfida (H2S) yang keluar dari suatu lubang yang terdapat di gunung berapi. Fumarol adalah uap air panas. Mofet adalah gas asam arang (CO2), seperti yang terdapat di Gunung Tangkuban Perahu dan Dataran rendah Dieng.

Gejala Terjadinya Vulkanik

Vulkanisme ialah gejala alam akibat pergerakan magma. Magma berada dalam bawah kulit bumi serta berbentuk cair serta berpijar. Magma juga bergerak naik dan turun ke permukaan bumi menggunakan saluran-saluran seperti pipa yang disebut diatrema.


Peristiwa terjadinya vulkanisme atau letusan gunung api selalu diikuti oleh keluarnya materi-materi dari dalam bumi baik yang berupa cair yang disebut lava / yang berupa padat yang disebut bahan piroklastika.


Bahan-bahan piroklastika meliputi batu-batu tidak kecil (bom), batu-batu kecil (lapili), kerikil, pasir, dan abu vulkanis.


Gejala-Gejala Pra Vulkanisme

Sebuah gunung api yang akan meletus biasanya didahului oleh gejala-gejala awal ataupun tanda-tanda, yaitu :

  1. Sering terdengar suara gemuruh yang ditimbulkan dengan naiknya magma.
  2. Asap semakin tebal akibat panas magma.
  3. Suhu naik di sekitar kawah.
  4.  Sumber air banyak yang kering.
  5. Tanaman tidak sedikit yang layu atau kering.
  6. Hewan-hewan menuruni gunung karena adanya perubahan di dalam suhu tanah.

Gejala-Gejala Pasca Vulkanis

Di sekitar gunung api yang sudah gak aktif atau sedang beristirahat banyak ditemiu gejala-gejala alami yang disebut gejala-gejala vulkanis.

  • Ekshalasi, ialah keluarnya sumber-sumber gas yang terdiri atas sumber gas belerang (H2S) disebut solfatar, sumber gas asam arang (CO2disebut mofet, kemudian sumber uap air (H2O) disebut fumarol.
  • Mata air makdani, yaitu sumber air panas yang berisi mineral-mineral tertentu seperti belerang atau sulfur. Contohnya dalam Baturaden Jawa Tengah, Gunung Rajabasa Lampung Selatan, dan Ciater dan Maribaya pada Jawa Barat.
  • Surtidor, yaitu sumber air panas yang memancar secara periodik karena adanya tekanan gas magma yang mendorong atmosphere di atasnya. Contohnya termal yang terdapat di Taman Nasional Yellowstone Amerika Serika.

Bagian-Bagian Gunung Api akibat Proses Vulkanisme

  1. Kawah adalah bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegiatan suatu gunung api, bentuknya relatif bundar
  2. Kaldera adalah bentuk morfologinya seperti kawah tetapi garis tengahnya lebih dari 2 km. Kaldera terdiri atas : kaldera letusan, terjadi akibat letusan besar yang melontarkan sebagian besar tubuhnya; kaldera runtuhan, terjadi karena runtuhnya sebagian tubuh gunungapi akibat pengeluaran material yang sangat banyak dari dapur magma; kaldera resurgent, terjadi akibat runtuhnya sebagian tubuh gunungapi diikuti dengan runtuhnya blok bagian tengah; kaldera erosi, terjadi akibat erosi terus menerus pada dinding kawah sehingga melebar menjadi kaldera
  3. Rekahan dan graben, retaka-retakan atau patahan pada tubuh gunungapi yang memanjang mencapai puluhan kilometer dan dalamnya ribuan meter. Rekahan parallel yang mengakibatkan amblasnya blok di antara rekahan disebut graben
  4. Depresi volkano-tektonik, pembentukannya ditandai dengan deretan pegunungan yang berasosiasi dengan pemebentukan gunungapi akibat ekspansi volume besar magma asam ke permukaan yang berasal dari kerak bumi. Depresi ini dapat mencapai ukuran puluhan kilometer dengan kedalaman ribuan meter.

Faktor Penyebab Erupsi Vulkanik Gunung Berapi

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erupsi vulkanik gunung berapi antara lain :


  1. Peningkatan Kegempaan Vulkanik

Peningkatan kegempaan vulkanik ditandai dengan terjadi aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi, misalnya frekuensi gempa bumi meningkat yang mana dalam sehari bisa terjadi puluhan kali gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Selain itu terjadi peningkatan aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya hal ini disebabkan oleh pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi. Jika tanda tanda seperti diatas muncul dan terus berlangsung dalam beberapa waktu yang telah ditentukan maka status gunung berapi dapat ditingkatkan menjadi level waspada. Pada level ini harus dilakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar, melakukan penilaian bahaya dan potensi untuk naik ke level selanjutnya dan kembali mengecek sarana serta pelaksanaan shift pemantauan yang harus terus dilakukan.


  1. Suhu Kawah Meningkat Secara Signifikan

Sebagai tanda bahwa magma telah naik dan mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan. Pada gunung dengan status normal, volume magma tidak terlalu banyak terkumpul di daerah kawah sehingga menyebabkan suhu di sekitar normal. Naiknya magma tersebut bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung seperti gerakan lempeng sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas hingga berada tepat dibawah kawah. Pada kondisi seperti ini, banyak hewan hewan di sekitar gunung bermigrasi dan terlihat gelisah. Selain itu meningkatnya suhu kawah juga membuat air tanah di sekitar gunung menjadi kering.


  1. Terjadinya Deformasi Badan Gunung

Hal ini disebabkan oleh peningkatan gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam sepeti dapur magma yang volume-nya mengecil atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi tersumbat akibat deformasi batuan penyusun gunung.


  1. Lempeng lempeng Bumi Yang Saling Berdesakan

Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa lempeng merupakan bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat, dan daerah pengunungan merupakan zona dimana kedua lempeng saling bertemu, desakan lempeng bisa juga menjadi penyebab perubahan struktur dalam gunung berapi.


  1. Akibat Tekanan Yang Sangat Tinggi 

Beberapa penyebab seperti yang dijelaskan pada point sebelumnya mendorong cairan magma untuk bergerak ke atas masuk ke saluran kawah dan keluar. Jika sepanjang perjalanan magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal dengan letusan gunung berapi. Semakin besar tekanan dan volume magma-nya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi.


Manfaat Vulkanik Gunung Api

Berikut ini terdapat beberapa manfaat vulkanik gunung api, terdiri atas:


  • Sumber mineral, daerah mineralisasi dan potensi air tanah merupakan aspek-aspek positif yang dapat dimanfaatkan dari adanya aktivitas gunung api.
  • Daerah tangkapan hujan
  • Daerah pertanian yang subur, kesuburan tanah di daerah tersebut diperoleh dari produk gunung api yang telah mengalami pelapukan. Bermacam-macam perkebunan dibuka di lereng gunung api yang subur dengan iklim yang sejuk. Antara lain teh, kina, kol, wortel, dan berbagai hortikultura diusahakan di lereng gunung api.
  • Daerah objek wisata, keindahan panorama gunung api dengan kepundan yang aktif dengan lembah-lembah yang curam, fumarol serta danau kepundan menarik bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara
  • Sumber energi, tenaga panas bumi yang dihasilkan dari aktivitas gunung api dapat diubah menjadi pembangkit tenaga listrik.

Daftar Pustaka:

  1. Indyo Pratomo. 2006. Klasifikasi Gunung Api Aktif Indonesia. Bandung: Museum Geologi Indonesia.
  2. Efri Rosdiana, dkk. 2015. Makalah Erupsi Gunung Berapi. Aceh: Universitas Muhammadiyah Aceh.
  3. Bronto, S. dan Pratomo, I., 2006. Endapan longsoran gunung api dan implikasi bahayanya di kawasan G. Guntur, Kab. Garut, Jawa Barat. Prosid. PIT IAGI 25, Bandung, 11-12 Des., hlm. 51-66.
  4. Alzwar Samodra. 1988. Pengantar Dasae Ilmu Gunung Api. Bandung: NOVA.

Demikianlah pembahasan mengenai Vulkanik Gunung Api – Pengertian, Produk, Gejala Pra, Pasca, Bagian, Faktor dan Manfaat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga :

  1. “Ciri Gunung Berapi Akan Meletus” Definisi & ( Hasil Letusan – Dampak Letusan )
  2. “Hasil Letusan Gunung Berapi” Definisi & ( Jenis – Ciri )
  3. Gunung Berapi
  4. Gambar Dataran Rendah
  5. Pengertian Ekstrusi Dan Intrusi Magma Dalam Bidang Ilmu Geografi
Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan