Indeks Harga Saham – Pengertian, Jenis, Contoh Dan Datanya

Diposting pada

Indeks Harga Saham – Pengertian, Jenis, Contoh Dan Datanya – DosenPendidikan.Com – Suatu indikator yang menunjukkan dalam pergerakan harga saham dalam suatu periode. Indeks yang berfungsi sebagai indikator trens pasar yang artinya suatu pergerakan indeks yang menggambarkan suatu kondisi pasar pada suatu saat, apakah keadaan pasar tersebut dalam keadaan sedang aktif atau sedang turun.


Dengan adanya suatu indeks kita bisa mengetahui trend dalam pergerakan saham pada saat ini, apakah kondisinya sedang dalam keadaan naik, stabil ataukah dalam keadaan turun. Contohnya bila diawal bulan nilai indeks 350 dan saat ini diakhir bulan menjadi 410 maka kita bisa mengatakan bahwa dengan rata-rata harga saham mengalami peningkatan yang sebesar 20%.


bursa efek


Dengan adanya pergerakan indeks hal ini bisa menjadi indikator yang penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham, sebab harga-harga saham bergerak dalam hitungan detik dan menit maka nilai pun bergerak turun naik dalam hitungan waktu yang sangat cepat sekali.


Pengertian Indeks Harga Saham

Saham merupakan produk dari pasar modal, dimana saham merupakan penyertaan modal dalam kepemilikan suatu Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Dalam saham dikenal istilah indeks harga saham. Indeks Harga Saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham saat ini. Dan Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, dengan artian bahwa pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.


Pasar sekuritas berfungsi untuk membantu mengalokasikan modal diantara sektor rumah tangga, perusahaan dan pemerintah serta menyediakan berbagai macam pilihan bagi investor yang ingin bertukar atau memperjualbelikan sekuritas secara mudah, cepat dan efisien. Pasar ini menyediakan likuiditas dalam dua cara. Pertama, mereka dapat membuat perusahaan menaikkan pendanaan mereka dengan menjual sekuritas dan membantu investor untuk membeli dan menjual sekuritas dengan relatif mudah dan cepat.


Harga dari suatu saham menentukan indeks dari saham secara keseluruhan. Namun indeks harga saham lebih dipengaruhi oleh saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar dan liquid. Maka penghitungan indeks tidak ditentukan oleh sedikit atau banyaknya transaksi, tapi oleh harga. Indeks harga saham gabungan memasukkan semua saham dalam proses perhitungannya. Sedangkan indeks yang lain memasukkan sebagian saham dengan kriteria yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.


Sedangkan harga saham sendiri dipengaruhi oleh resiko atas kepemilikan saham. Komponen-komponen dari resiko telah dikategorikan secara tradisional kedalam beberapa kelompok ; resiko bisnis, resiko suku bunga, resiko pasar, resiko likuiditas, dan resiko keuangan. Semua komponen dari resiko merupakan resiko yang secara sistematis (systematic risk) ditentukan secara eksogen atau oleh kekuatan pasar serta resiko yang tidak sistematis (unsystematic risk) yang tidak dapat diprediksi (unique) atau oleh kekuatan non-pasar.

Baca Juga : Pengertian, Jenis Dan 4 Keuntungan Serta Kerugian Investasi Saham


Macam-Macam Indeks Saham

Di Bursa Efek Indonesia Terdapat 7 Macam Indeks Saham Sebagai Berikut :

  • Indeks Individual

yang menggunakan indeks harga masing-masing saham harga dasarnya atau indeks masing-masing yang tercatat di BEI.

  • Indeks Harga Saham Sektoral

yang menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor, contohnya sektor keuangan, pertambangan dan lain-lain. Di BEI indeks sektoral terbagi atas sembilan sektor yakni pertambangan, pertanian, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa dan manufaktur.

  • Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG “ Composite Stock Price Index ”

yang menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.

  • Indeks LQ 45

indeks yang terdiri dari 45 saham yang termasuk pilihan dengan mengacu kepada 2 variable yakni likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar, setiap 6 bulan terdapat saham-saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.

  • Indeks Syariah atau JII ( Jakarta Islamic Index )

yang merupakan indeks yang memiliki terdiri dari 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam. Dengan kata lain dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang masuk dalam Indeks syariah ialah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah.

  • Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan

Indeks harga saham yang secara khsus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yakni kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.

  • Indeks Kompas 100

Indeks harga saham yang hasil kerjasama bursa efek indonesia dengan harian kompas, indeks ini meliputi 100 saham dengan proses penentuan.


Jenis-Jenis Indeks di Bursa Saham

Jenis indeks di bursa saham yaitu terbagi menjadi :


Indeks harga saham Individual (IHSI)

Indeks masing-masing saham perusahaan, rumus :

Indeks harga saham Individual


Ket :

IHSIt : Indeks Harga saham Individual apad hari ke-t

NPt  : Nilai Pasar pada hari ke-t (Σ lbr saham xhrg/lbr)

ND   : Nilai Dasar, BEI member nilai dasar 100 ketika saham pertama kali diluncurkan di pasar perdana.


Program dalam MATLAB seperti berikut :

clc;

clear;

disp(‘————————————————————–‘);

disp (‘Mencari Nilai Indeks Harga Saham Individual pada hari ke-t’);

disp (‘By Iin Karmila Putri Karsa’);

disp(‘————————————————————–‘);

nd = input(‘nilai dasar : ‘);

ls = input(‘jumlah lembar saham : ‘);

hs = input(‘harga saham perlembar : ‘);

%nilai pasar pada hari ke t

np = ls*hs;

%indeks harga saham individuala pada hari ke t

ihsit = (nd/np)*100;

disp(‘————————————————————–‘);

disp ([‘jadi, nilai Indeks Harga Saham Individual pada hari ke-t sebesar ‘,num2str(ihsit)]);


Indeks harga saham Sektoral (IHSS)

Indeks untuk masing-masing sektor perekonomian. Terdapat Sembilan sektor perekonomian yaitu :

  • Sektor usaha primer (ekstraktif) :
  1. Pertanian
  2. Pertambangan
  • Sektor usaha sekunder (manufaktur) :
  1. Industri dasar kimia
  2. Aneka industry
  3. Industri barang konsumsi
  • Sektor usaha tersier (jasa) :
  1. Properti dan real estate
  2. Infrastruktur, utilitas, transportasi
  3. Keuangan
  4. Perdagangan, jasa, investasi

Indeks LQ 45

Saham terpilih berdasarkan likuiditas perdagangan saham dan disesuaikan tiap enam bulan sekali (awal Februari dan Agustus). Saham yang termasuk saham LQ 45 selalu berubah.

Baca Juga : Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Seluruh saham yang tercatat di bursa. Rumus :

Indeks Harga Saham Gabungan


Ket :

IHSGt : Indeks Harga saham Individual apad hari ke-t

NPt   : Nilai Pasar pada hari ke-t (Σ lbr saham xhrg/lbr)

ND    : Nilai dasar, BEI memberi nilai dasar IHSG 100 pd tgl 10 Agustus 1982

Contoh program MATLABnya :


clc;

clear;

disp(‘————————————————————–‘);

disp (‘Mencari Nilai Indeks Harga Saham Gabungan pada hari ke-t’);

disp (‘By Iin Karmila Putri Karsa’);

disp(‘————————————————————–‘);

nd = input(‘nilai dasar : ‘);

ls = input(‘jumlah lembar saham : ‘);

hs = input(‘harga saham perlembar : ‘);

%nilai pasar pada hari ke t

np = ls*hs;

%indeks harga saham gabungan pada hari ke t

ihsgt = (nd/np)*100;

disp(‘————————————————————–‘);

disp ([‘jadi, nilai Indeks Harga Saham gabungan pada hari ke-t sebesar ‘,num2str(ihsgt)]);


IHSG 10-8-1982 selalu diselesaikan dengan peristiwa-peristiwa : IPO, right issue, company listing, delisting dan konversi.

Rumus untuk penyesuai nilai dasar baru karena peristiwa-peristiwa tersebut yaitu :

IHSG


Ket :

NDB : Nilai Dasar Baru

NPL  : Nilai Pasar Lama

NDL : Nilai Dasar lama

NPT : Nilai Pasar Tambahan

Contoh program MATLABnya :


clc;

clear;

disp(‘————————————————————–‘);

disp (‘Mencari Nilai dasar Baru’);

disp (‘By Iin Karmila Putri Karsa’);

disp(‘————————————————————–‘);

npl = input(‘nilai pasar lama : ‘);

npt = input(‘nilai pasar tambahan : ‘);

ndl = input(‘nilai dasar lama : ‘);

x= (npl+npt)/npl;

ndb = x*ndl;

disp(‘————————————————————–‘);

disp ([‘jadi, nilai nilai dasar baru sebesar ‘,num2str(ndb)]);


Indeks Syariah (Jakarta Islamic indeks)

IS merupakan :

  • Saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariah, tidak brtentangan dengan syariat Islam.
  • Tidak merupakan usaha perjudian atau tergolong judi.
  • Tidak merupakan usaha LK konvensional yang mengandung unsure riba.
  • Tidak merupakan usaha produksi, distribusi, perdagangan makanan dan minuman haram.
  • Tidak merupakan usaha produksi, distribusi, penyedia jasa/barang yang merusak moral dan bersifat mudharat.

Indeks Papan Utama (Main Board Index = MBI) dan Indeks Papan Pengembangan (Development Board Indeks = DBI)

MBI :

Dibentuk dari saham dengan kriteria : core business emiten 36 bulan terakhir, mendapat predikat WTP selama dua tahun terakhir, net tangible asset

(NTA) min Rp.100 M, dan tidak diperkarakan.

DBI :

Saham yang tidak termasuk MBI.


Contoh Soal :

  • Nilai pasar di BEI hari Senin Rp.250 M, nilai dasar Rp.50 M maka IHSGnya adalah:

Nilai pasar di BEI


Jika  PT.A melakukan IPO (Initial Public Offering), 5 juta lembar saham, Rp.500/lbr, maka IHSG baru :

Initial Public Offering


Contoh Perhitungan Indeks Harga Saham

Indeks harga saham merupakan angka yang tersusun dengan hitungan tertentu sehingga menghasilkan trend. Sedangkan angka indeks itu sendiri dibuat untuk membandingkan perubahan harga saham dari masa ke masa.

Dengan demikian, untuk bisa menemukan angka indeks harus tersedia data lebih dari satu karena harus ditentukan waktu dasar dan waktu yang berlaku.

Contoh Data:

Contoh Data

Indeks harga saham menggunakan rumus umum:

IHS = (Ht / H0) X 100%

IHS:  Indeks Harga Saham

Ht  :  Harga pada waktu yang berlaku

H0 :  Harga pada waktu dasar


Dari sinilah Anda bisa mulai membaca situasi pasar untuk mendukung keberhasilan investasi Anda. Namun ada persoalan yang harus dipecahkan, yaitu mengenai waktu  dasar. Merupakan masalah utama dalam menyusun angka indeks.


Sebab, bila Anda memilih waktu dasar pada saat pasar sedang dalam keadaan bergairah, bukan tidak mungkin Anda akan menemukan indeks harga yang terus menurun pada waktu-waktu selanjutnya. Demikian pula sebaliknya, bila Anda menentukan waktu pada saat pasar lesu, maka waktu-waktu selanjutnya indeks harga saham akan terus menunjukkan peningkatan. Karena itu, mungkin memilih waktu dasar pada saat tidak terjadi gejolak (stabil).


Data Indek Harga Saham (Pendapatan Negara) 2004 – 2015

Data Indek Harga Saham

Pendapatan negara 2004 s.d 2015

Besaran pendapatan negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. indikator ekonomi makro yang tercermin pada asumsi dasar makro ekonomi;
  2. kebijakan pendapatan negara;
  3. kebijakan pembangunan ekonomi;
  4. perkembangan pemungutan pendapatan negara secara umum;
  5. kondisi dan kebijakan lainnya.

Belanja Negara

Besaran belanja negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • asumsi dasar makro ekonomi;
  • kebutuhan penyelenggaraan negara;
  • kebijakan pembangunan;
  • resiko (bencana alam, dampak kirisi global)
  • kondisi dan kebijakan lainnya.

Contoh Data IHSG

Data IHSG


Demikianlah pembahasan mengenai Indeks Harga Saham – Pengertian, Jenis, Contoh Dan Datanya ini semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan