Ragi adalah

Diposting pada

Ragi merupakan sediaan mikroorganisme hidup yang diperlukan dalam proses fermentasi/peragian produk pangan. Dalam kehidupan kita sangat tergantung pada mikroorganisme pengurai. Sebab mempunyai begitu banyak keuntungan.

Ragi-adalah

Apa sih sebenarnya ragi itu? Ragi adalah makhluk hidup, bahasa umum ilmiahnya adalah yeast. Untuk ragi roti biasanya adalah Sachharomyces cereviciae.


Ragi bisa berbelah menjadi banyak untuk perkembangbiakannya, sebagaimana mikroba lainnya juga. Jadi kalau ada makanan ia akan berbiak terus. Dalam industri bir misalnya akhir fermentasi jumlah ragi atau yeast itu sangat banyak sekali, karena kecepatan pembelahannya atau penggandaanya yg singkat. Jangan itu dalam skala lab saja jumlahgnya sangat banyak bila dilakukan fermentasi sesuatu menggunakan mikroba.


Begitu banyak manfaat ragi bagi kita semua, demi berkembangnya ilmu kita mari kia bahas secara mendalam tapi tidak terlalu dalam tentang Ragi.


Pengertian Ragi

Ragi adalah makhluk hidup, bahasa umum ilmiahnya adalah yeast. Untuk ragi roti biasanya adalah Sachharomyces cereviciae. Aturan nulis nama latinnya harus miring suku kata pertama huruf besar dan suku kata ke dua huruf kecil.


Jadi ragi bukanlah sesuatu yang bisa di buat dari item bahan makanan. Ia adalah makhluk Allah tingkat rendah, yang berukuran micro. Ragi suka akan bahan makanan yg manis, bila mengembangkan di lab dia butuh banyak glukosa, sehingga guyon kami kalau org yg suka manis adalah yeast, kalau suka asin Escherichia coli (daichokin atau bakteri perut bila di bahasa Ina-kan). Ragi butuh makanan seperti layaknya manusia, butuh protein, glukosa, dan mineral.


Ragi atau fermen merupakan zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi biasanya mengandung mikroorganisme yang melakukan fermentasi dan media biakan bagi mikroorganisme tersebut. Media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau cairan nutrien. Ragi umumnya digunakan dalam industri makanan untuk membuat makanan dan minuman hasil fermentasi seperti acar, tempe, roti dan bir.


Mikroorganisme yang digunakan di dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteri dan fungsi (khamir dan kapang) yaitu Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis, Saccharomyces, Hansenula anomala,, Lactobacillus, Acetobacter, dan sebagainya.


Berbagai jenis ragi yang digunakan di berbagai negara dan kebudayaan di dunia dibuat menggunakan media biakan tertentu dan campuran tertentu galur fungi dan bakteri. Berikut adalah sebutan untuk ragi dalam berbagai kebudayaan:

  1. Qū (Cina)
  2. Nuruk (Korea)
  3. Koji (Jepang)
  4. Bakhar, ranu, marchaar (murcha) (India)
  5. Bubod  (Filipina)
  6. Loopang  (Thailand)

Pada umumnya ragi menjadi salah satu bahan penting dalam membuat makanan. Seperti tape, roti, sake dan sebagainya.


Ragi atau dikenal juga dengan sebutan ‘Yeast’ merupakan semacam tumbuh-tumbuhan bersel satu yang akan bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori-pori.


Jenis Ragi

Berikut ini terdapat 3 jenis ragi, terdiri atas:


  • Ragi basah/ ragi segar (fresh yeast)

Ragi-basah

Seperti namanya, ragi jenis ini memiliki kandungan air cukup tinggi yang mengakibatkan umur simpannya menjadi  singkat. Ragi ini harus disimpan pada suhu maksimal 1°C. Cara menggunakannya yaitu dengan diremas-remas  terlebih dahulu, lalu dicampur ke dalam adonan roti.


  • Ragi koral (active dry yeast)

Ragi-koral

Ragi ini berupa butiran kering dengan aroma yang khas. Ragi jenis ini akan berfungsi setelah dilarutkan ke dalam air hangat kuku selama 10-30 menit dengan perbandingan 1 bagian ragi dengan 4 bagian air.


  • Ragi instant (instant yeast)

Ragi-instant

Ragi instant berbentuk butiran kering dengan ukuran yang lebih kecil dari ragi koral. Cara menggunakannya sangat  praktis, bisa langsung dicampur ke dalam adonan. Untuk menjaga mutunya tetap baik, ragi instant harus disimpan di  dalam wadah kedap udara setelah dibuka dari kemasannya.

Manfaat dan Penggunaannya Ragi

  1. Ragi padat, selain dimanfaatkan untuk fermentasi pembuatan tapai terkadang juga untuk mengempukkan ikan atau membuat pindang bandeng. Dalam penggunaannya, ragi padat harus dihaluskan sebelum ditaburkan dalam bahan lainnya.
  2. Ragi kering yang terbentuk butiran dan bubuk ini bisa membuat adonan roti menjadi mengembang, empuk dan lentur. Untuk pemakaiannya, ragi kering yang bentuknya butiran harus dicampur dengan air hangat dan gula agar terbentuk ‘adonan biang’ sebelum dicampur dengan adonan tepung. Sedangkan ragi kering yang bentuknya butiran halus atau ragi instan, cara pemakaiannya bisa langsung dicampur dalam adonan tepung, gula, air dan bahan lainnya.

Cara Penyimpanan Ragi

Dalam keadaan tidak terpakai, ragi membutuhkan suasana hangat agar sel-sel nabatinya tetap hidup untuk mengaktifkan kerjanya. Maka ragi-ragi ini memerlukan penyimpanan yang teliti.

  1. Ragi padat dalam keadaan normal lebih cepat rusak dan akan kehilangan daya peragiannya jika disimpan dalam suhu 2 derajat celcius selama 4 sampai 5 minggu. Ragi padat harus selalu disimpan ditempat dingin (lemari es).
  2. Ragi kering yang terbentuk seperti butiran halus ini umumnya terbungkus dalam kemasan timah yang mengandung nitrogen agar tetap awet. Untuk penyimpanan tidak perlu disimpan ditempat yang dingin (lemari es), tetapi bila keadaan memungkinkan, menyimpan ragi ini ditempat dingin akan menambah kegunaan ragi.

Suhu ideal untuk menyimpan ragi kering agar awet dalam jangka waktu yang panjang adalah 7 derajat celcius dan perlu diperhatikan sesering mungkin. Yang perlu diingat pada saat membeli ragi, teliti tanggal kadaluwarsa pada kemasan dan pastikan kemasan dalam keadaan utuh dan kering. Khusus ragi kering, perhatikan jika kemasan sobek maka ragi sudah tidak hidup lagi dan tidak aktif dalam proses fermentasi.


Daftar Pustaka:

  • Pudjianto. 2006. Biologi SMA. JakartaPustaka Jaya.
  • Aurita, Aulia.2008. Jenis Ragi.
  • Wikipedia. 2010.Ikan Nila-Krenasi Hemolisis-Transport Aktif.

Demikianlah pembahasan mengenai Ragi adalah – Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Penyimpanan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan