Kata Dasar

Diposting pada

Kata Dasar

Kata Dasar – Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis Dan Contohnya – Untuk pembahasan kali ini kami akan membahas mengenai kata dasar yang secara sederhana dan mudah untuk dapat dipahami, yang dimana dalah hal ini meliputi pengertian, fungsi dan contoh, nah untuk lebih memahami dan di mengerti simak ulasannya dibawah ini.

kata-dasar


Definisi Kata Dasar

Kata dasar merupakan satuan bahasa terkecil yang memiliki makna, kata tersebut belum mengalami penambahan atau perubahan bentuk yang mengakibatkan perubahan makna. Dengan pengertian lain bahawa kata dasar ialah kata yang belum di beri imbuhan dan kata yang menjadi dasar awal pembentukan kata yang lebih besar.

Kata dasar ialah kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan, juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal “tunggal” dan bentuk dasar “kompleks”.


Pengertian Kata Dasar

Berikut merupakan pengertian kata dasar berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang mana menyebutkan,

  • Kata dasar adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.
  • Kata dasar merupakan kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.
  • Kata dasar merupakan satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terdiri dari morfem tunggal atau morfem gabungan. Contoh :

    • Minum : satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri
    • Pergi : satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri
    • Lari : satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri
    • Mahakuasa : gabungan dari morfem maha dan kuasa
    • Pancasila : gabungan dari morfem panca dan sila

Selain pengertian berdasarkan KBBI seperti diatas, kata dasar juga diartikan dan memiliki ciri ciri sebagai berikut :

  • Kata dasar merupakan satuan terkecil dalam bahasa yang mempunyai arti.
  • Kata dasar dapat dibagi menjadi kelompok dalam bentuk asal/tunggal atau bentuk dasar/kompleks. Contoh kata : pikir, buka, tutup, ambil.
  • Merupakan pembentukan kata berimbuhan atau kata turunan.
  • Kata dasar yang mendapat tambahan atau imbuhan mengakibatkan terjadinya perbedaan makna.
  • Gabungan kata dasar dapat membentuk kalimat tanpa membutuhkan adanya imbuhan.

Fungsi Kata Dasar

Fungsi kata dasar sendiri ialah sebagai penunjang pemaknaan dan kegunaan dari imbuhan termasuk fungsi gramatikal. Kata dasar makan termasuk golongan kata kerja, setelah mendapat afiks -an menjadi makanan, kata tersebut golongan kata benda. Jelas bawah disini fungsi kata dasar sendiri ialah penunjang pembentukan fungsi dari afiks -an yaitu sebagai pembentuk kata benda.


Contoh Kata Dasar

Kata turunan atau disebut dengan kata berimbuhan adalah kata – kata yang telah beruba bentuk dan makna. Perubahan ini dikarenakan kata – kata tersebut telah diberi imbuhan yang berupa awalan (afiks), akhiran (sufiks), sisipan (infiks), dan awalan – akhiran (konfiks). Contohnya adalah menanam, berlari, tertinggal, dan lain – lain.


Bentuk Kata

Proses pembentukan kata menghasilkan bentuk kata dasar, bentuk kata berimbuhan, bentuk kata ulang dan bentuk kata majemuk.


Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata imbuhan. Perubahan kata imbuhan disebabkan karena adanya afiks atau imbuhan baik di awal (prefiks atau awalan), tengah (infiks atau sisipan), maupun akhir (surfiks atau akhiran) kata. Kata Ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami pengulangan baik seluruh maupun sebagian. Sedangkan kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk satu arti baru.


Contoh infiks .. sisipan er, el, dan em

  • gendang+er = genderang.
  • gigi+er = gerigi.
  • suling+er = seruling.
  • kudung+er = kerudung.
  • getar+el = geletar.
  • tunjuk+el = telunjuk.
  • patuk+el = pelatuk.
  • sidik+el = selidik.

Baca Juga : Contoh Plakat


Afiksasi adalah proses pembentukan kata kompleks dengan cara penambahan afiks pada bentuk dasar. Afiks ada empat, yaitu 1. prefiks, 2. infiks, 3. sufiks, dan 4. konfiks. Jenis prefiks atau awalan antara lain ber-; se-; me; ter; di-, dll. Jenis infiks (sisipan) antara lain em-; -el-; -er-; Jenis Sufiks (akhiran) antara lain : -an; – i; – kan;- nya. Jenis Konfiks (gabungan awalan dan akhiran) antara lain:ber-an; ke-an; me-kan; dll.

Nah kalau contoh prefiks, sufiks, dan konfiks sudah sering sekali kita temui, sekarang saya mau share sedikit contoh kata-kata berinfiks (sisipan).


Kata-kata dengan sisipan (infiks) -em- .

  • Guruh = Gemuruh
  • Gulung = Gemulung
  • Getar = Gemetar
  • Cerlang = Cemerlang
  • Jari = Jemari
  • Kuning = Kemuning
  • Kelut = Kemelut
  • Kilau = Kemilau
  • Serbak = Semerbak
  • Tali = Temali
  • Turun = Temurun
  • Gebyar = Gemebyar
  • Geletuk = Gemeletuk/gemeretuk/gemertuk/gemeretup
  • Gelugut = Gemelugut
  • Geretak = gemeretak/gemeletak
  • Gerencang = gemerencang
  • Gerincing = gemerincing
  • Gerisik = gemerisik
  • Gerlap = gemerlap
  • Gertak = gemertak
  • Getar/gentar = gemetar/gementar
  • Gilang = gemilang
  • Gilap = gemilap
  • Girang = gemirang
  • Gulung = gemulung
  • Guntur = gemuntur

Kata-kata dengan sisipan (infiks) -el- .

  • Jajah = Jelajah
  • Geber = Geleber
  • Gembung = Gelembung
  • Getar = geletar
  • Gigi = geligi
  • Gogok = gelogok
  • Gosok = gelosok
  • Luhur = leluhur
  • Maju = melaju
  • Patuk = pelatuk
  • Sidik = selidik
  • Tapak = telapak
  • Tunjuk = telunjuk
  • Tangkup/tungkup = telangkup/telungkup

Baca Juga: “Kata Bilangan ( Numeralia )” Pengertian & ( Jenis – Contoh )


Kata-kata dengan sisipan (infiks) -in-

  • Kerja = kinerja
  • Sambung = sinambung
  • Tambah = tinambah

Kata-kata dengan sisipan (infiks) -ha-

  • Bagian = bahagian
  • Baru = baharu
  • Basa = bahasa
  • Cari = cahari (dalam “mata pencaharian”)
  • Dulu = dahulu
  • Rayu = rahayu
  • Saja = sahaja
  • Saya = sahaya (dalam “hamba sahaya”)
  • Tadi = tahadi
  • Asmaradana = asmaradahana

Kata-kata dengan sisipan (infiks) -er-

  •     Sabut = serabut
  •     Suling = seruling
  •     Gendang = gerendang
  •     Gigi = gerigi
  •     Kudung = kerudung
  •     Runtuh = reruntuh(an)
  •     Panjat = peranjat
  •     Cerita = ceritera
  •     Gigi = Gerigi

Dalam bahasa Indonesia kita mengenal jenis jenis kata seperti kata dasar, kata majemuk, kata ulang, dan kata turunan. Saat ini, kita akan mempelajari tentang kata dasar. Apa itu kata dasar? Kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan, baik  itu berupa awalan atau prefiks, sisipan, konfiks maupun akhiran atau sufiks. Jadi kata dasar merupakan kata yang menjadi dasar pembentukan suatu kata yang baru yang lebih luas dan mungkin menjadikan kata tersebut memiliki makna yang berbeda.


Baca Juga : Majas Sinekdoke


Contoh Kata Dasar dalam Kalimat

Berikut contoh kata dasar dalam kalimat bahasa Indonesia. Dalam contoh berikut, kata dasar ditandakan dengan huruf tebal.

  1. Juli makan buah mangga.
  2. Roni lari lari kecil di sekitar lapangan.
  3. Ayah pulang sore hari ini.
  4. Ibu pergi ke pasar.
  5. Rina pulang ke Depok dengan naik kereta
  6. Kakek duduk di teras depan rumah.
  7. Sebagai warga Negara yang baik, kita harus menghargai pancasila.
  8. Berdoalah kepada Sang Mahakuasa untuk mendapatkan rejeki lebih.
  9. Jean buka toko dengan pamannya.
  10. Pola pikir orang itu tidak mudah dipahami.
  11. Dini minum kopi di kedai kopi kesukaannya.
  12. Ayam itu mati karena sakit.
  13. Aliran musik dari grup Band itu penuh warna.
  14. Situs jual beli barang online sekarang kian diminati.
  15. Paman jatuh dari pohon kelapa dengan ketinggian 3 meter.
  16. Ari tinggal bersama kakek dan neneknya.
  17. Ayah sampai rumah jam 7 malam karena macet di jalan.
  18. Toko roti itu tutup di hari minggu.
  19. Dian menaruh tasnya di meja.
  20. Nenek sakit kepala setiap hari.
  21. Kakak hutang satu buku cerita ke adiknya.
  22. Desi makan bekal makan siangnya di kelas.
  23. Dina beli baju di toko baru temannya.
  24. Sufi maju dua langkah untuk menyamakan barisan.
  25. Paman tidur di kamar depan.

Baca Juga : “Kata Sandang ( Artikula ) Pengertian & ( Ciri – Fungsi – Jenis – Contoh )


Contoh Kata Dasar dengan Imbuhan dalam Kalimat

Contoh-Kata-Dasar

Kata dasar seperti disebutkan diatas pada salah satu cirinya adalah kata dasar dapat membentuk kata turunan atau kata berimbuhan dan memberikan makna yang berbeda. Contoh :

  • Kata dasar ‘pukul’ menjadi me+pukul = memukul

Penjelasan :

Kata dasar ‘pukul’ mendapatkan imbuhan me- sehingga berubah menjadi kata ‘memukul’ yang memiliki arti subjek melakukan tindakan. Imbuhan lain juga bisa digunakan dan mungkin juga memberikan makna yang berbeda lagi.


Contoh kalimat :

  1. Rombongan geng itu main pukul seenaknya.
  2. Dio memukul kecoa yang ada di kamar mandi.
  3. Pencuri sepeda motor itu babak belur dipukuli warga.
  4. Para penjaga ronda sedang memukuli kentongan.
  5. Pemukulan seorang supir ojek di jalan itu menjadi berita besar.
  6. Bapak itu begitu terpukul mendengar kabar rumah kontrakannya hangus terbakar
  7. Smash terakhir merupakan pukulan telak bagi tim lawan

  • Kata dasar ‘guna’ menjadi me+guna+kan = menggunakan

Penjelasan :

Kata dasar ‘guna’ mendapat imbuhan me-kan sehingga terbentuk kata ‘menggunakan’ yang merupakan kata kerja aktif.

Contoh kalimat :

  1. Pemerintah merubah kebijakan guna mensejahterakan masyarakat.
  2. Keine menggunakan pakaian hitam putih di hari senin.
  3. Nunu menggunakan kacamata hitam saat ke pantai.
  4. Bayi menggunakan kaos kaki agar tidak kedinginan.
  5. Penggunaan helm yang benar akan melindungi pengendara.
  6. Semoga kelak ia menjadi anak yang berguna bagi Nusa dan Bangsa
  7. Rumah kosong diujung gang itu sering digunakan untuk berpesta miras

  • Kata dasar ‘kerja’ menjadi me+kerja+kan = mengerjakan

Penjelasan :

Kata dasar ‘kerja’ berubah menjadi ‘mengerjakan’ yang memiliki makna subjek melakukan sesuatu.

Contoh kalimat :

  1. Dodik kerja di Bank daerah.
  2. Adik mengerjakan PR matematikanya di meja belajar.
  3. Kerjakan tugas menulis puisi segera.
  4. Dito mengerjakan proposal bisnis untuk mendapatkan dana bantuan.
  5. Adi mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
  6. Setelah lama menganggur, akhirnya kini ia bekerja sebagai sopir bus transjakarta
  7. Beberapa lembar artikelitu sudah selesai dikerjakan adik

Baca Juga : “Kata Depan ( Preposisi ) Pengertian & ( Ciri – Jenis – Fungsi – Contoh )


  • Kata dasar ‘warna’ menjadi me+warna+i = mewarnai

Penjelasan :

Kata dasar ‘warna’ merupakan bentuk kata keterangan yang kemudian berubah menjadi kata kerja aktif setelah mendapat imbuhan me-i.

Contoh kalimat :

  1. Lani memakai baju warna merah hari ini.
  2. Anak TK lomba mewarnai buku gambar.
  3. Kehadiran dirimu mewarnai hidupku.
  4. Bunga yang bermekaran itu mewarnai pemandangan indah di bukit.
  5. Pagar itu memerlukan pewarnaan ulang.
  6. Gadis yang menjinjing koper berwarna biru tua itu meninggalkan kartu indentitasnya di kamar hotel
  7. Dinding rumahnya terlihat rapi setelah diwarnai oleh Ayah

  • Kata dasar ‘jual’ menjadi me+jual = menjual

Penjelasan :

Kata dasar ‘jual’ memiliki perubahan makna setelah mendapat imbuhan me-.

Contoh kalimat :

  • Aktivitas jual beli selalu ramai di pasar induk.
  • Toni menjual buah buahan di supermarket.
  • Hasil penjualan kalung buatan rumahan itu sangat menjanjikan.
  • Debi menjual beberapa potong pakaian lamanya yang masih layak pakai.
  • Tas branded itu sudah terjual.
  • Setiap sore ibu Amirah berjalan keliling kampung berjualan aneka kue basah
  • Harta warisan orang tuanya habis dijual kakaknya

Sapu ialah kata dasar yang memiliki makna sebagai kata benda, setelah mendapat awalan me-, maka katanya akan berubah, begitu pula dengan makananya. Sapu mendapat awalan me-, akan menjadi menyapu “huruf S akan luluh” yang berarti melakukan kegiatan membersihkan ruangan. Contoh kalimat:

  • Ani menyapu halaman rumahnya dengan sapu.
  • Jono mendapatkan menyapu pekerangan sekolah menggunakan sapu lidi.
  • Sapu digunakan untuk menyapu tempat yang kotor.

Pulang ialah kata dasar yang memiliki arti kembali ke tempat asal. Setelah mendapat akhiran -kan, maka kata pulang akan berunah bentuk dan berubah makna. Kata dasar pulang mendapat akhiran -kan akan menjadi pulangi yang berarti menyuruh atau kata dasar pulang yang mendapatkan awalan dan akhiran me- dan -kan. Contoh kalimat:

  • Pulangkan mainan yang kamu pinjam kemarin!
  • Ani datang untuk memulangkan mainan yang kemarin ia pinjam.
  • Joni pulang untuk memulangkan motor yang ia pinjam.

Warna ialah kata dasar akan memiliki makna yang berbeda bila mendapat awalan dan akhiran. Contoh kalimat:

  • Ani memilih warna kuning untuk bahan baju pestanya.
  • Ani mewarnai buku gambarnya dengan warna kuning.
  • Diwarnainya buku tulis itu dengan pena warna merah.

Kata dasar jatuh yang mendapatkan imbuhan akan memiliki makna yang berbeda dari kata dasarnya. Contoh kalimat:

  • Ani jatuh ketika menaiki tangga.
  • Ani menjatuhkan bukunya tepat dihadapanku.
  • Buku Ani dijatuhkan tepat di depanku.

Kata dasar duduk akan menjadi berubah makna jika mendapatkan imbuhan. Contoh kalimat:

  • Nona duduk di bangku paling depan di kelap IPA.
  • Nona menduduki peringkat satu di kelas IPA.
  • Kursi Nona diduduki oleh Rido sewaktu Nona tidak masuk sekolah.

Baca Juga : “Kata Sifat ( Adjektiva ) Pengertian & ( Ciri – Proses Pembentukan – Contoh )


Kata dasar tinggal akan menjadi berubah makna jika mendapatkan imbuhan. Contoh kalimat:

  • Luna tinggal sendirian di rumah kontrakan.
  • Luna meninggal dua tahun yang lalu karena kanker otak.
  • Luna ditinggal oleh kedua orangtuanya saat ia masih kecil.

Kata dasar jual akan menjadi berubah makna jika mendapatkan imbuhan. Contoh kalimat:

  • Aldi menjual bibit jagung dengan harga yang murah.
  • Bibit jagung aldi terjual habis kemarin sore.
  • Aldi menjualkan barang dagangan Rindu hingga habis.

Demikianlah pembahasan mengenai Kata Dasar – Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan