Kata Keterangan

Kata Keterangan

Kata Keterangan – Pengertian, Macam, Frekuentatif, Waktu & Contoh – DosenPendidikan.Com – Untuk kali ini kami akan membahas mengenai kata keterangan yang meliputi pengertian, ciri, jenis dan contohnya, nah untuk lebih jelasnya kalau begitu simak saja ulasan dibawah ini.

"Kata Keterangan ( Adverbia ) Pengertian & ( Ciri - Jenis - Contoh )


Kata Keterangan (Adverbia)

Kata keterangan ( Adverbia ) ialah segala bentuk kata yang menerangkan ( menjelaskan ) kata kerja, kata sifat, kata bilangan akan tetapi tidak menerangkan kata benda dan kata ganti nama.

  • Pengertian Kata Keterangan Bahasa Indonesia

  • (Abdul Chaer, 1994 : 202)

Kata keterangan dalam bahasa Indonesia disebut juga adverbia. Kata keterangan adalah kata – kata yang digunakan untuk memberi penjelasan pada kata – kata kalimat lain yang sifatnya tidak menerangkan keadaan atau sifat.

  • KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Kata keterangan adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif atau kalimat, misalnya sangat, lebih, tidak.

Loading...

Kata-kata Keterangan atau adverbia adalah kata –kata yang memberi keterangan tentang:

  1. Kata Kerja
  2. Kata Sifat
  3. Kata Keterangan
  4. Kata Bilangan
  5. Seluruh Kalimat

Macam-Macam Kata Keterangan

Kata keterangan adalah kata yang menjelaskan kata yang lain.

Goris Keraf membagi kata keterangan menjadi 14 jenis:

  • Keterangan kualitatif: “ia berjalan perlahan-lahan”.
  • Keterangan waktu: sekarang, nanti, kemarin, kemudian, sesudah itu, lusa, sebelum, minggu depan.
  • Keterangan tempat: di sini, di situ, ke sana, ke mari.
  • Keterangan modalitas: memang, pasti, sungguh, tentu, tidak, bukan, benar, sebenarnya, mungkin, rasanya, mudah-mudahan, hendaknya, jangan, mustahil.
  • Keterangan aspek: sedang, sementara, sudah, telah, sering, biasa.
  • Keterangan derajat: amat, hampir, kira-kira, sedikit, cukup, hanya, satu kali.
  • Keterangan kesertaan: bersama.
  • Keterangan syarat: jika, seandainya.
  • Keterangan perlawanan: meskipun, meski, jika.
  • Keterangan sebab: sebab, karena, oleh karena.
  • Keterangan akibat: sehingga.
  • Keterangan tujuan: supaya, agar, untuk, hendak.
  • Keterangan perbandingan: sebagai, seperti, bagaikan.
  • Keterangan perwatasan: kecuali, hanya.

Baca Juga : Gelar Akademik Di Indonesia


Ciri-Ciri Kata Keterangan (Adverbia)

Kata ini memberikan penjelasan pada kalimat/bagian kalimat lain yang sifatnya tak menerangkan keadaan/sifat.

  • Kepashan yaitu kata, memang, pasti, justru.
  • Keraguan/kesangsian yaitu kalau, barangkali, mungkin, kiranya, rasanya, agaknya, rupanya.
  • Harapan yaitu kata-kata, seringkali, sekali-sekali, sesekali, acapkali, jarang.

Kata keterangan secara tradisional dapat dibagi-bagi lagi atas beberapa macam berdasarkan artinya atau lebih baik berdasarkan fungsinya dalam kalimat, yaitu:


Kata Keterangan Kualitatif (Adverbium Kualitatif)

Adalah Kata Keterangan yang menerangkan atau menjelaskan suasana atau situasi dari suatu perbuatan.

Contoh:

Ia berjalan perlahan-perlahan
Ia menyanyi dengan nyaring

Biasanya Kata Keterangan ini dinyatakan dengan mempergunakan kata depan dengan + Kata Sifat. Jadi sudah tampak di sini bahwa Kata Keterangan itu bukan merupakan suatu jenis kata tetapi adalah suatu fungsi atau jabatan dari suatu kata atau kelompok kata dalam sebuah kalimat.


Kata Keterangan Waktu (Adverbium Temporal)

Adalah keterangan yang menunjukkan atau menjelaskan berlangsungnya suatu peristiwa dalam suatu bidang waktu: sekarang, nanti, kemarin, kemudian, sesudah itu, lusa, sebelum, minggu depan, bulan depan, dan lain-lain.


Kata-kata seperti: sudah, telah, akan, sedang, tidak termasuk dalam keterangan waktu, sebab kata-kata tersebut tidak menunjukkan suatu bidang waktu berlangsungnya suatu tindakan, tetapi menunjukkan berlangsungnya suatu peristiwa secara obyektif.


Baca Juga : Penggunaan Tanda Baca


Kata Keterangan Tempat (Adverbium Lokatif)

Segala macam kata ini memberi penjelasan atas berlangsungnya suatu peristiwa atau perbuatan dalam suatu ruang, seperti: di sini, di situ, di sana, ke mari, ke sana, di rumah, di Bandung, dari Jakarta dan sebagainya.


Dari contoh-contoh di atas tyang secara konvensional dianggap Kata Keterangan Tempat, jelas tampak bahwa golongan kata ini pun bukan suatu jenis kata, tetapi merupakan suatu kelompok kata yang menduduki suatu fungsi tertentu dalam kalimat. Keterangan Tempat yang dimaksudkan dalam Tatabahasa-tatabahasa lama terdiri dari dua bagian yaitu kata depan (di, ke, dari) dan kata benda atau kata ganti penunjuk.


Kata Keterangan Cara (Keterangan Modalitas)

Adalah kata-kata yang menjelaskan suatu peristiwa karena tanggapan si pembicara atas berlangsungnya peristiwa tersebut. Dalam hal ini subyektivitas lebih ditonjolkan. Keterangan ini menunjukkan sikap pembicara, bagaimana cara ia melihat persoalan tersebut. Pernyataan sikap pembicara atau tanggapan pembicara atas berlangsungnya peristiwa tersebut dapat berupa:

  • Kepastian : memang, niscaya, pasti, sungguh, tentu, tidak, bukannya, bukan.
  • Pengakuan : ya, benar, betul, malahan, sebenarnya.
  • Kesangsian : agaknya, barangkali, entah, mungkin, rasanya, rupanya, dan lain-lain.
  • Keinginan : moga-moga, mudah-mudahan.
  • Ajakan : baik, mari, hendaknya, kiranya.
  • Larangan : jangan.
  • Keheranan : masakan, mustahil, mana boleh.

Catatan: Kata tidak menyatakan kepastian dengan mengingkarkan sesuatu, begitu juga kata bukan. kata tidak dipakai untuk menyatakan ingkaran biasa, ingkaran pada perbuatan, keadaan, hal atau segenap kalimat, sedangkan bukan menyatakan suatu pertentangan dan menyangkal bagian dari suatu kalimat.


Baca Juga : Analogi adalah


Kata Keterangan Aspek

Bila kata Keterangan Modalitas memberi penjelasan tentang tanggapan pembicara atas suatu peristiwa, maka Keterangan Aspek menjelaskan berlangsungnya suatu peristiwa secara obyektif, bahwa suatu peristiwa terjadi dengan sendirinya tanpa suatu pengaruh atau pandangan dari pembicara. Keterangan Aspek dapat dibagi-bagi lagi, antara lain:

  1. Aspek Inkoatif: menunjukkan suatu peristiwa pada proses permulaan berlangsungnya. Contoh: Saya pun berangkatlah.
  2. Aspek Duratif: keterangan aspek yang menunjukkan bahwa suatu peristiwa tengah berlangsung: sedang, sementara.
  3. Aspek Perfektif: menyatakan bahwa suatu peristiwa telah mencapai titik penyelesaian: sudah, telah.
  4. Aspek Momental: menyatakan suatu peristiwa yang terjadi pada suatu saat yang singkat.
  5.  Aspek Repetitif: menyatakan bahwa suatu perbuatan terjadi berulang-ulang. Contoh: Ia memukul-mukul anak itu. Dalam kata ‘memukul-mukul ‘ terkandung aspek repetitif, yaitu perbuatan memukul itu terjadi berulang-ulang.
  6. Aspek Frekuentatif: menunjukkan bahwa suatu peristiwa sering terjadi. Contoh: Dia sering ke mari.
  7. Aspek Habituatif: menyatakan bahwa perbuatan itu terjadi karena suatu kebiasaan. Contoh: Ia biasa membaca koran di bawah pohon itu.

Catatan: Tidak ada keharusan bahwa keterangan aspek itu dinyatakan dengan jelas oleh suatu kata keterangan. Suatu kata kerja misalnya, dengan sendirinya sudah mengandung suatu aspek tertentu, atau hubungan kalimat tertentu akan menghasilkan suatu aspek tertentu pula.


Kata Keterangan Derajat (Keterangan Kuantitatif)

Adalah keterangan yang menjelaskan derajat berlangsungnya suatu peristiwa atau jumlah dan banyaknya suatu tindakan dikerjakan: amat, hampir, kira-kira, sedikit, cukup, hanya, satu kali, dua kali, dan seterusnya.


Kata Keterangan Alat (Keterangan Instrumental)

Adalah keterangan yang menjelaskan dengan alat apakah suatu proses itu berlangsung. Keterangan semacam ini biasanya dinyatakan oleh kata dengan + kata benda.

Ia memukul anjing itu dengan tongkat.
Anak itu meraih buah dengan galah.


Keterangan Kesertaan (Keterangan Komitatif)

Adalah keterangan yang menyatakan pengikutsertaan seseorang dalam suatu perbuatan atau tindakan.
Saya pergi ke pasar bersama ibu.


Baca Juga : Pengertian Kata Pengantar Beserta Unsur Dan Contohnya


Keterangan Syarat (Keterangan Kondisional)

Adalah keterangan yang menerangkan terjadinya suatu proses di bawah syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi: jikalau, seandainya, jika, dan sebagainya.


Keterangan Perlawanan (Keterangan Konsesif)

Adalah keterangan yang membantah sesuatu peristiwa yang telah dikatakan terlebih dahulu. Keterangan ini biasanya didahului oleh kata-kata meskipun, sungguhpun, biarpun, biar, meski, jika…sekalipun, biar… sekalipun.


Keterangan Sebab (Keterangan Kausal)

Adalah keterangan yang memberi keterangan mengapa sesuatu peristiwa dapat berlangsung. Kata-kata yang mnunjukkan keterangan sebab adalah: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab, oleh karena itu, oleh karenanya, dan sebagainya.


Keterangan Akibat (Keterangan Konsekuetif)

Adalah keterangan yang menjelaskan akibat yang terjadi karena suatu peristiwa atau pebuatan. Akibat adalah hasil dari suatu perbuatan yang tidak diharapkan atau yang tidak dengan sengaja dicapai, tetapi terjadi dalam hubungan sebab-akibat. Keterangan ini biasanya didahului oleh kata-kata: sehingga, oleh karena itu, oleh sebab itu, dan lain-lain.


Baca Juga : Penjelasan Tata Cara Dan Aturan Dalam Penulisan Kutipan


Keterangan Tujuan (Keterangan Final)

Adalah keterangan yang menerangkan hasil atau tujuan dari suatu proses. Tujuan itu pada hakekatnya adalah suatu akibat, tetapi akibat yang sengaja dicapai atau memang dikehendaki demikian. Kata-kata yang menyatakan keterangan tujuan adalah: supaya, agar, agar supaya, hendak, untuk, guna, buat.


Keterangan Perbandingan (Keterangan Komparatif)

Adalah keterangan yang menjelaskan suatu perbuatan dengan mengadakan perbandingan suatu proses dengan proses lain, suatu keadaan dengan keadaan yang lain. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan perbandingan itu adalah: sebagai, seperti, seakan-akan, laksana, umpama, bagaikan.


Keterangan Perwatasan

Adalah keterangan yang memberi penjelasan dalam hal-hal mana saja suatu proses berlangsung, dan mana yang tidak: kecuali, hanya.


Jenis – Jenis Kata Keterangan Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia ada 2 jenis/ macam kata keterangan, yaitu :

  • Kata Keterangan yang menerangkan keseluruhan kalimat

Kata – kata yang termasuk kata keterangan ini, karena menerangkan keseluruhan kalimat, letaknya dapat dipindah – pindahkan. Misalnya kata barangkali pada kalimat berikut :

  1. Barangkali hujan akan turun pagi ini.
  2. Hujan akan turun pagi ini barangkali.
  3. Hujan akan turun barangkali pagi ini.

Baca Juga : “Frasa” Pengertian & ( Ciri – Jenis – Contoh )


Kata – kata yang termasuk kata keterangan ini berfungsi untuk menerangkan:

  • Kepastian, yaitu kata – kata memang, pasti dan tentu.
  • Keraguan atau kesangsian, yaitu kata – kata barangkali, mungkin, kiranya,
    rasanya, agaknya, rupanya.
  • Harapan yaitu, kata – kata semoga, moga – moga, mudah – mudahan dan
    hendaknya.
  • Pengakuan, yaitu kata – kata seringkali, sekali – kali, sesekali.

  • Kata keterangan yang menerangkan unsur kalimat

Kata – kata yang termasuk kata keterangan ini karena hanya menerangkan salah satu unsur kalimat maka kedudukannya terikat pada unsur kalimatyang diterangkannya itu. Misalnya kata baru yang selalu terikat dengan kata kamus dalam kalimat berikut :

  1. Ayah membeli kamus baru untuk adik.
  2. Kamus baru dibeli ayah untuk adik.
  3. Untuk adik ayah membeli kamus baru.

Kata – kata yang termasuk kata keterangan ini berfungsi untuk menyatakan :

  1. Waktu, yaitu kata – kata : sudah, telah, sedang, lagi, tengah, akan, belum, masih, baru, pernah dan sempat.
  2. Sikap batin, yaitu kata – kata : ingin, mau, hendak, suka dan segan.
  3. Perkenan, yaitu kata – kata : boleh, wajib, mesti, harus, jangan dan dilarang.
  4. Kekerapan, yaitu kata – kata : jarang, sering, sekali, dua kali.
  5. Kualitas, yaitu kata – kata : sangat, amat, sekali, lebih, paling, kurang dan cukup.
  6. Kuantitas dan jumlah, yaitu kata – kata : banyak, sedikit, kurang, cukup, semua, beberapa, seluruh, sejumlah, sebagian, separuh, kira – kira sekitar, kurang lebih dan sementara.
  7. Penyangkalan, yaitu kata – kata : tidak, tak, tiada dan bukan.

Kata – kata yang digunakan untuk menyangkal atau mengingkari terjadinya suatu peristiwa atau adanya suatu hal.


Baca Juga : “Kata Sandang ( Artikula ) Pengertian & ( Ciri – Fungsi – Jenis – Contoh )


Fungsi Kata Keterangan Bahasa Indonesia

Fungsi kata keterangan bahasa Indonesia sesuai dengan defenisi adalah memberikan penjelasan pada kata – kata, yaitu : kata kerja, kata sifat, kata bilangan dan seluruh kalimat (Gorys Keraf 1984 : 72).


  • Contoh kata keterangan yang menerangkan kata kerja:

Kami sudah membayar rekening listrik bulan ini.

  • Contoh kata keterangan yang menerangkan kata sifat:

Saya akan takut berada pada kegelapan.

  • Contoh kata keterangan yang menerangkan kata bilangan:

arga novel itu kira – kira lima puluh ribu rupiah.

  • Contoh kata keterangan yang menerangkan seluruh kalimat:

Mudah – mudahan cuaca hari ini cerah.


Kata keterangan Dalam Bahasa Inggris

Kata keterangan tingkat menunjukkan seberapa banyak atau sejauh mana sesuatu terjadi.

Contoh:

Mike is a very good student.
I’m quite excited about my interview tomorrow.


Ada banyak jenis kata keterangan tingkat. Beberapa yang paling umum diantaranya:

almost, completely, enough, extremely, hardly, just, nearly, pretty, quite, too, scarcely, so, such, very.


Kata keterangan tingkat (adverb of degree) biasanya ditempatkan sebelum kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb), atau kata benda yang akan ditunjukkan tingkatnya.


Contoh:

That test was extremely difficult.
You did pretty well in that test.
I almost got an ‘A’ in our test.


Demikianlah pembahasan mengenai Kata Keterangan – Pengertian, Macam, Frekuentatif, Waktu & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Send this to a friend