Transpor Aktif

Diposting pada

Transpor Aktif – Pengertian, Ciri, Mekanisme dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Transpor Aktif yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, mekanisme dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Transpor Aktif

Pengertian Transpor Aktif

Transport aktif adalah proses transmembran yang diperantarai oleh pembawa (carrier) yang memainkan peran penting dalam sekresi ginjal dan bilier dari berbagai obat dan metabolit. Beberapa obat yang tidak larut lemak yang menyerupai metabolit fisiologi alami (seperti 5-fluorourasil) diabsorbsi dari saluran cerna oleh proses ini.


Transport aktif ditandai dengan transport obat melawan perbedaan konsentrasi yaitu dari konsentrasi obat rendah ke daerah konsentrasi tinggi. Oleh karena itu proses ini merupakan suatu sistem yang memerlukan energi.


Selanjutnya, transport aktif merupakan proses khusus yang memerlukan pembawa yang mengikat obat membentuk kompleks obat pembawa yang membawa obat lewat membran dan kemudian melepaskan obat disisi lain dari membran.

Transport aktif


Molekul pembawa bisa sangat selektif terhadap molekul obat. Bila struktur obat menyerupai substrat alami pada transport aktif maka obat itu sesuai untuk ditransport aktif dengan mekanisme pembawa yang sama.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Siklus Karbon


Ciri-Ciri Transpor Aktif

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri transpor aktif, terdiri atas:


  1. Obat dapat bergerak melawan gradien kadar atau eletrokimiawi (jika obat berupa ion).
  2. Obat membutuhkan pembawa (carrier).
  3. Proses dapat mengalami kejenuhan.
  4. Membutuhkan energi.
  5. Transport aktif bersifat struktural spesifik antara senyawa yang strukturnya serupa saling berkompetisi.
  6. Prosesnya berjalan satu arah.

Mekanisme Kerja Obat Transpor Aktif

Berikut ini terdapat beberapa mekanisme kerja obat transpor aktif, terdiri atas:


  1. Transpor Aktif Primer

Jenis mekanisme transpor aktif ini memerlukan energi dalam bentuk ATP secara langsung untuk membawa molekul melawan gradien konsentrasi.Akibat adanya transpor aktif primer ini membuat terjadinya potensi membran.

Transpor Aktif Primer

Contoh dari Transpor aktif primer ini adalah transpor ion K yang masuk ke dalam sel, dan menjaga gradien konsentrasi ion K dalam sel lebih besar dari pada di luar sel. Sebaliknya terjadi pada ion Na yang dijaga konsentrasi didalam sel lebih rendah dari pada diluar sel. Mekanisme transpor ini juga sering disebut sebagai Sodium-Potassium pump. Ion Na+ akan melekat pada protein di dalam membrane sel.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Planet Neptunus


Ketika ATP dihidrolisis menjadi ADP, fosfat yang dihasilkan akan melekat pada protein. Melekatnya fosfat pada protein menyebabkan protein berubah bentuk. Perubahan bentuk protein membuat ion Na+ keluar dari dalam sel. Bersamaan dengan itu, ion K+ akan mel;ekat pada protein dan fosfat akan lepas. Lepasnya fofsfat menyebabkan bentuk protein kembali seperti semula. Ion K+ akan masuk ke dalam sel.


Proses transport aktif penting untuk mempertahankan keseimbangan kalium dan natrium antara cairan intraseluler dan ekstraseluler. Dalam kondisi normal, konsentrasi natrium lebih tinggi pada cairan intraseluler dan kadar kalium lebih tinggi pada cairan ekstraseluler. Untuk mempertahankan keadaan ini diperlukan mekanisme transport aktif melalui pompa natrium-kalium.


  1. Transpor Aktif Sekunder

Memiliki energi yang bebas dipakai karena mekanisme ini menggunakan energi secara berkala.Energi yang tersimpan dalam mekanisme ini dalam bentuk gradien konsentrasi ion.Pada transpor aktif sekunder, terjadinya bergantung kepada potensi membran yang ada dan bergantung pada adanya transpor aktif sekunder.

Transpor Aktif Sekunder

Contoh dari transpor aktif adalh transpor asam amino dan glukosa melewati membran plasma dengan suatu protein khusus.Pada glukosa, disebut sebagai GLUT-4 (Glucose Transporter 4). Pengangkutan tersebut berbarengan dengan difusinya molekul ion Na+ yang menggunakan transpor aktif primer yang memungkinkan adanya potensi membran untuk mendukung adanya transpor aktif sekunder. Ada beberapa sub mekanisme transpor aktif sekunder, diantaranya adalah :


  • Transpor aktif sekunder co-Transport.

Disebut sebagai co-transpor pada proses transpor aktif sekunder adalah ketika pendistribusian masuk sel molekul asam amino dan glukos menggunakan protein khusus dan berbarengan dengan masuknya ion nartium kedalam sel. Hal tersebut menyediakan potensial membran, mengingat transppor natrium merupakan transpor aktif primer. Hal tersebut terus terjadi meskipun konsentrasi glukosa dan asam amino dalam sel lebih tinggi.Karena molekul glukosa dan asam amino tersebut masuk karena menggunakan sebagian energi datri transpor natrium.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Planet Bumi


  • Transpor aktif sekunder counter Transport. (Exchange)

Dalam counter transpor berlangsung pertukaran partikel, yaitu ketika molekul ion natrium masuk kedalam sel, ada molekul yang akan seketika itu juga keluar dari sel. Semisal adalah Na-Ca exchange yang terjadi ketika 1 ion Ca ditranspor keluar sel, maka akan ada 3 molekul Na yang akan masuk ke dalam sel. Selain Na-Ca, ada pula NA-H, yang akan mentranspor 1 ion Natrium ketika beberapa jumlah hidrogen keluar dalam sel. Dalam kasus ini, transpor aktif sekunder counter transpor telah berjasa mengatur kadar PH dalam sel.


  1. Endositosis

Endositosis merupakan proses masuknya partikel atau sel kecil ke dalam suatu sel. Membran pada awalnya membentuk lekukan karena desakan dari pertikel yang akan masuk tersebut. Setelah lekukan terlepas, maka akan membentuk vesikel yang kalau it berbentuk nutrisi akan langsung masuk ke sistem didalam sel, namun jika benda asing akan langsung dicerna lisosom dengan menggunakan enzim pencernaan lain. Ada beberapa macam endositosis, diantaranya adalah:


  • Phagocytosis

PhagocytosisDisebut sebagai proses penelanan yang kerap kali dijumpai pada amoeba dan leukosit. Membran memiliki peran untuk sangat peka terhadap benda, nutrisi atau benda asing yang akan masuk sel. Sehingga seketika itu juga akan membentuk lekukan yang akan menelan partikel tersebut.

Phagocytosis

Partikel yang terselubung oleh membran itu kemudian membentuk vesikel yang akan melepaskan diri dan menuju kedalam sel.


  • Pinocytosis

Reseptor membran plasma akan menempel sehingga terjadi lekukan. Lekukan lama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung. Kantung yang terlepas akan berada dalam sitoplasma. Kantung ini disebut gelembung pinositosis. Gelembung pinositosis akan mengerut dan pecah menjadi gelembung kecil-kecil kemudian bergabung menjadi gelembung yang lebih besar. Pinositosis biasanya disebut sebagai peminuman zat yang bentuknya cair.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Rumus Daya Listrik


  • Pinocytosis Terfasilitasi

Proses yang hampir sama dengan pinositosis, hanya saja pada saat gelembung pinositosis kecil meninggalkan permukaan membran, vesikel akan langsung bergabung dan berikatan dengan protein pembawa yang terbentuk bersama vesikel.


  1. Eksositosis

Eksositosis merupakan proses keluarnya partikel atau zat dari suatu sel.Contohnya yaitupengeluaran bahan-bahan untuk membentuk kitin, yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan dinding sel jamur.


Organ Tempat Aksi

Proses fisologis normal dari saluran pencernaan dapat dipengaruhi oleh diet, kandungan saluran cerna (GI), hormon, sistem saraf viseral, penyakit dan obat-obatan. Jadi, obat-obatan yang diberikan  melalui rute enteral untuk absorbsi sistemik dipengaruhi oleh anatomi, fungsi fisiologis dan kandungan saluran pencernaan. Lebih lanjut sifat fisika kimia, dan farmakologis obat sendiri juga akan mempengaruhi absorbsinya dari saluran cerna.


Saluran enteral terdiri atas saluran cerna dari mulut sampai anus. Proses fisiologis yang utama terjadi dalam sistem GI adalah sekresi, pencernaan, dan absorbsi. Sekresi meliputi transport cairan, elektrolit peptida, dan protein ke dalam lumen saluan cerna. Enzim-enzim dalam sekresi saliva dan penkreatik juga terlibat dalam pencernaan karbohidrat dan protein.


Sekresi lain seperti mukus melindungi dinding lumen saluran GI. Pencernaan adalah proses pemecahan penyusun makanan menjadi struktur yang lebih kecil untuk absorbsi yang penyusun makanan sebagian besar diabsorbsi dalam daerah proksimal (duodenum) daru usus halus. Proses absorbsi adalah masuknya unsur dari lumen usus ke dalam tubuh. Absorbsi dapat dianggap sebagai hasil bersih pergerakan transpor dari lumen ke darah dan darah ke lumen.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Listrik Statis


Obat0-obatan yang diberikan secara oral melintasi berbagai bagian saluran enteral meliputi rongga mulut, esofagus dan berbagai bagian dari saluran cerna. Akhirnya, residu keluar dari tubuh melalui anus. Total waktu transit meliputi penggosongan lambung, transit usus halus, dan transit kolonik, berentang dari 0,4 sampai 5 hari. Site terpenting untuk absorbsi adalah usus halus. Waktu transit dalam usus halus untuk sebagain besar subjek sehat berentang dari 3 sampai 5 jam.


Jika absorbsi tidak sempurna obat meninggalkan usus halus, absorbsi dapat menjadi erratic atau tidak sempurna. Usus halus secara normal terisi cairan pencernaan dan menjaga cairan isi lumen. Sebaliknya cairan dalam kolon direabsorbsi dan kandungan lumen dalam kolon semisolid atau solid, lenih lanjut membuat pelarutan obat errartic dan sulut. Kurangnya efek pelarutan dari khime dan cairan pencernaan berkontribusi pada lingkungan yang kurang mengntungkan untuk absorbsi obat.


Contoh Zat Aktif

Transporter usus dan contoh obat-obat yang diangkut :

TransporterContoh
Transporter Asam AminoGabapentinD-sikloserin
MetildopaBaclofen
L-dopa
Transporter OligopeptidaSefadroksilSephradin
SefiksimSeftibuten
SefaleksimKaptopril
LisinoprilPenghambat thrombin
Transporter FosfatFostomisinFoscarnet
Transporter Asam EmpeduS3744
Transporter Glukosap-Nitrofenil-β-D-glukopiranosa
Efflux p-glikoproteinEtoposidaVinblastin
Siklosporin A
Transporter AsamAsam SalisilatAsam benzoat
Transporter MonokarboksilatPravastatin

Demikianlah pembahasan mengenai Transpor Aktif – Pengertian, Ciri, Mekanisme dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂