Sektor Produksi

Diposting pada

Sektor Produksi

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai sektor produksi dalam ekonomi, yang dimana dalam hal ini meliputi perluasan dan peningkatan mutu, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini.


Produksi ialah suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru yang sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.


Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mecapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.


Baca Juga: 5 Macam Bentuk Kerja Sama ASEAN (AEC) Dasar Bisnis Produksi


Sektor-Sektor Produksi Dalam Ekonomi

Kegiatan produksi berlangsung pada sektor-sektor yang akan dijalaskan antara lain sebagai berikut:

  • Produksi Sektor Primer

Produksi sektor primer ialah mengolah eksplorasi sumber alam. Contoh produksi sektor primer ialah seperti kegiatan pertanian, pertambangan dan perikanan.

  • Produksi Sektor Sekunder

Produksi sektor sekunder ialah mengolah hasil sektor primer menjadi barang siap pakai. Contoh produksi sektor sekunder ialah seperti kegiatan pabrik susu dan penerbitan buku.

  • Produksi Sektor Tersier

Produksi sektor tersier ialah menyediakan jasa. Contohnya produksi sektor tersier ialah seperti kegiatan perbankan, pendidikan yang dilakukan guru, kegiatan salon kecantikan dan kegiatan perancangan interior rumah.

  • Produksi Sektor Publik

Produksi sektor publik ialah kegiatan produksi yang dimiliki oleh negara atau pemerintah. Contoh produksi sektor publik ialah seperti kegiatan PT PLN Persero kegiatan PT Pos Indonesia dan kegiatan PT Kereta Api Indonesia.

  • Produksi Sektor Swasta

Produksi sektor swasta ialah kegiatan produksi yang dimiliki oleh perseorangan atau kelompok tertentu “bukan pemerintah”. Contoh produksi sektor swasta ialah seperti kegiatan yang dilakukan oleh Astra Grup, BCA Grup dan Media Indonesia.

  • Produksi Sektor Konsumsi

Produksi sektor konsumsi ialah kegiatan produksi yang menghasilkan barang atau jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan manusia.

  • Produksi Sektor Investasi

Produksi sektor unvestasi ialah kegiatan produksi yang menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh produksi sektor konsumsi.


Baca Juga: “Sistem Ekonomi Campuran” Pengertian & ( Ciri – Kelebihan – Kelemahan – Contoh )


Perluasan Produksi Dan Peningkatan Mutu

Seorang produsen akan selalu berusaha meningkatkan jumlah dan mutu produksinya dengan cara antara lain yakni sebagai berikut:

  • Ekstensifikasi.
  • Intensifikasi.
  • Diversifikasi.
  • Rasionalisasi.
  • Meningkatkan kualitas bahan baku lewat pemilihan dan pengawasan bahan baku serta berbagai penelitian.
  • Meningkatkan kualitas SDM “Sumber Daya Manusia”
  • Mekanisasi.
  • Rehabilitasi.

Dampak positif globalisasi bidang ekonomi sektor produksi :

  1. perkembangan industri memungkinkan produsen dalam satu negara tidak lagi membatasi diri dengan membuat suatu produk sendirian, melainkan dapat mengimpor komponen lain yang diperlukan
  2. Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis (melimpahnya bahan baku, areal yang luas, dan tenaga kerja yang masih murah) meskipun masih sangat terbatas dan rentan terhadap perubahan-perubahan kondisi sosial-politik dalam negeri ataupun perubahan-perubahan global, Indonesia memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru bagi perusahaan tersebut.
  3. terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara
  4. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
  5. Dengan diterapkannya perdagangan bebas maka produk dalam negeri dapat dipasarkan ke berbagai negara tanpa bea masuk.
  6. globalisasi juga mendorong terbentuknya lembaga-lembaga ekonomi dunia yang beranggotakan negara-negara di dunia
  7. perdagangan bisa terjadi lintas negara serta membuka pasar tenaga kerja internasional

Baca Juga: “Ruang Lingkup Ekonomi Industri” Pengertian & ( Struktur – Perilaku – Kinerja )


Dampak negatif globalisasi bidang ekonomi sektor produksi :

  1. Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar. Akibatnya kondisi industridalam negeri sulit berkembang.
  2. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
    Suatu perusahaan asing memindahkan usahanya keluar negeri mengakibatkan PHK tenaga kerja dalam negeri.
  3. hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
  • Negative

Terjadinya kesenjangan ekonomi akibat dari kekalahan berkompetensi dalam bidang teknologi.Negara-negara kuat akan bersekongkol untuk mncari keuntungan sebesar-besarnya.


Dampak positif Globalisasi :

  1. Mudah melakukan komunikasi
  2. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
  3. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
  4. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
  5. Mudah memenuhi kebutuhan

Baca Juga: “Ekonomi Kreatif” Pengertian & ( Karakteristik – Perkembangan – Jenis )


Dampak negatif Globalisasi:

  •  Perilaku konsumtif
  • Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
  • Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
  • Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

Demikianlah pembahasan mengenai  semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂